Wiring Kabel untuk Aksesoris dan Lampu Tambahan

16 / 09 / 2021 - in Tips & Trik

Keandalan dan kinerja sistem kelistrikan truk dan trailer tergantung pada desain wiring yang baik dan perawatan yang diterapkan. Pabrikan sudah memasang sistem kelistrikan sedemikian rupa untuk operasional standar. Terkadang ada sopir atau perusahaan yang ingin menambahkan aksesoris atau lampu tambahan untuk menambah visibilitas truk pada malam hari.

Boleh saja memasang lampu tambahan atau aksesoris lain, asalkan tidak mengganggu kebutuhan arus listrik utama. Terutama untuk trailer ada arus tegangan balik untuk mendistribusikan beban listrik dari tegangan utama,” kata Kasmuni Adin Kepala Bengkel Tiga Pusaka Gresik.

Sebelum memasang aksesoris atau lampu tambahan, mekanik perlu memastikan dengan alat ukur teknis sehingga sistem kelistikan truk trailer harus memberikan tegangan yang memadai pada beban; mampu membawa arus muatan listrik penuh ke beberapa titik cadangan; terlindungi oleh sekring atau pemutus sirkuit sehingga hubungan arus pendek pada kabel pada titik mana pun tidak akan menyebabkan kabel terbakar; beroperasi dengan benar dalam suhu operasional; memiliki perlindungan terhadap kelembaban, korosi, dan pergerakan mekanis yang memadai.

Sistem kelistrikan dari pabrikan pastinya memiliki kabel yang panjang, aliran arus listrik yang besar, dan beberapa titik interkoneksi. Ini juga merupakan ketentuan umum untuk menggunakan sistem listrik 12V pada trailer, seperti halnya pemasangan lampu tambahan samping dan belakang di atas persyaratan teknis.

Jika pemilik truk ingin memasang aksesoris yang berhubungan dengan penggunaan arus listrik perlu juga mempertimbangkan kesesuaian terhadap kinerja listrik dari sistem pengisian aki truk, distribusi tegangan pada kendaraan, kabel yang cocok dan konektor yang sesuai. Sistem listrik 12V memiliki arus beban yang lebih tinggi daripada sistem 24V sehingga tantangan untuk menyediakan tegangan yang memadai untuk lampu trailer pada sistem trailer 12V lebih besar. Berikut beberapa hal yang harus diperhitungkan sebelum memasang lampu atau aksesoris lain di trailer.

Alternator

Komponen regulator pada alternator bertugas menahan tegangan terminal alternator pada level yang ditentukan, biasanya sekitar 14,2V untuk aki basah dan 14,6V untuk aki kering. Di bawah beban berat, regulator dapat mencapai batasan kapabilitas dan tegangan akan turun secara substansial karena peningkatan penggunaan arus listrik. Tegangan juga akan bervariasi dengan suhu tergantung pada desain sirkuit regulator. Jika pengisian aki berlangsung, tegangan alternator harus melebihi tegangan aki,” jelas Adin.

Ketika aki tidak terisi penuh, tegangan aki turun. Tegangan aki akan turun sekitar lima persen pada keadaan terisi penuh dan setengah terisi, sehingga aki akan memiliki daya sekitar 13,5V. “Jika tegangan alternator melebihi tegangan aki, pengisian aki akan terjadi. Aki dan alternator memiliki sensitivitas termal yang berbeda. Alternator berada di kompartemen mesin. Saat mengirimkan arus, biasanya beroperasi pada 50-70 derajat Celcius dan bisa saja mencapai temperatur yang lebih tinggi. Sedangkan aki terletak di kotak terpisah yang mendapatkan ruang di luar kompartemen mesin. Biasanya temperatur aki mencapai 40 derajat Celcius, berbeda sekali dengan suhu operasional alternator. Perbedaan suhu seperti itu mengurangi kemampuan alternator untuk mengisi daya aki dan menyediakan arus beban,” katanya.

Performa Aki

Tegangan aki dan tegangan alternator juga akan turun ketika beroperasi. Aki memiliki resistansi internal dengan dua komponen, yaitu resistensi pelat dan resistensi elektrolit dari aliran arus melalui elektrolit.

Hambatan elektrolit mendominasi ketika aki kosong dan tegangan terminal turun lebih besar saat aki kosong daripada saat terisi penuh. Daya tahan aki dan status daya rendah menentukan tingkat pengisian untuk voltase pengisian yang diberikan. Ketika tingkat pengisian aki turun, hambatan elektrolit meningkat, yang selanjutnya membatasi kemampuan aki untuk menghidupkan motor starter. Saat aki diisi daya berlebihan, asam timbal akan bereaksi dan aki akan menjadi panas.

Saat Menghidupkan Mesin

Motor starter memiliki daya 12V meskipun bekerja pada spesifikasi mesin yang lebih tinggi. Beberapa pabrikan menggunakan kabel positif motor starter ganda untuk mengurangi resistan awal. “Berhati-hatilah untuk memastikan bahwa kabel tidak terkelupas dan bergesekan dengan komponen lain di sekitar motor starter, karena kebakaran dapat terjadi,” pesannya.

Periksa apakah pengabelan motor stater sudah sesuai dengan kapasitas operasional mesin. Lakukan beberapa hal berikut.

Gunakan kabel dengan potongan melintang tembaga yang besar. Penampang tembaga kira-kira 90 mm2 atau lebih besar.

Minimalkan panjang jalur kabel.

Meminimalkan jumlah terminal dan relay.

Periksa kabel secara urut dari kabel balik antara starter dan aki, lalu kabel kembali ke ground. Selain itu, pisahkan pengabelan sasis pada aki dan motor starter. Kurangi tegangan yang sangat rendah dari sasis atau atau jalur ke ground.

Jaga koneksi terminal tetap kencang dan lindungi dengan isolator atau pasta untuk menghentikan korosi.

Arus Beban 12V dari Sistem Aki 24V

Sistem aki 24V memiliki dua aki 12V yang terhubung secara seri. “Kadang beberapa mekanik melepas sambungan seri ke salah satu aki 12V. Praktik ini mau tidak mau menyebabkan kerusakan aki, bahkan ketika bebannya kecil seperti penggunaan radio. Jika satu aki dalam sistem 24V, jelas sekali beban lebih berat. Sistem pengisian menyebabkan aki mendapat tegangan berlebih. Akhirnya aki mengalami keausan dini. Penggunaan equalizer adalah pendekatan lain untuk mematikan daya 12V dari sistem aki 24V. Equalizer muatan memungkinkan pasokan 12V tersedia dengan tetap mempertahankan voltase yang sama,” sarannya.

Sehingga, untuk mendapatkan sistem pengabelan yang baik pada truk dan trailer, perlu perhatian pada tegangan dengan menghitung titik terjauh. Jika tidak dilakukan dengan benar akan berpengaruh pada resistensi kabel, voltase aki internal yang cenderung turun, kehilangan tegangan dari relay dan saklar, dan voltase alternator serta aki turun seiring naiknya suhu.

Alternator dan Kecepatan Putaran Mesin

Alternator truk biasanya bergerak sebanyak tiga hingga empat kali kecepatan mesin. Alternator tidak bisa mengisi daya aki sampai kecepatan mesin mencukupi. Kecepatan ini mungkin lebih besar daripada kecepatan idle. Setelah tercapai, alternator tetap mengisi daya aki meskipun kecepatan mesin kembali ke idle. Untuk aplikasi yang melibatkan periode idle yang lama, kecepatan pengisian alternator harus dipenuhi terlebih dahulu saat idle dengan rasio gigi yang sesuai.

Dengan memastikan kecepatan putaran operasional yang harus tercapai dahulu, mekanik bisa memperhitungkan arus listrik yang digunakan untuk lampu tambahan trailer sehingga arus beban mengalir langsung dari kotak aki ke konektor trailer dan tidak melalui kabin. Kabel kabin hanya perlu memberikan kontrol untuk relay lampu. Tegangan yang bisa digunakan pada sambungan trailer ketika alternator sedang mengisi aki adalah kisaran 13-13,5V. Ketika beban listrik lebih tinggi misalnya malam hari tegangan akan berada di kisaran 12-12,5V. Semua arus beban pada trailer kembali melalui kutub kabel balik pada konektor truk-trailer. Sebaliknya, arus balik beban trailer biasanya menggunakan kabel dan sasis,” ujar Adin.

Perlindungan Konsleting pada Kabel Daya

Penyebab paling sering konsleting adalah kabel motor starter yang tidak memiliki perlindungan pemutus sirkuit. Artinya, kabel daya beban berat berjalan antara terminal positif aki dan terminal daya motor starter tanpa perlindungan pemutus sirkuit. Arus motor starter dapat mencapai ribuan ampere sehingga perlu untuk memberikan perlindungan pemutus sirkuit. Kabel motor starter harus diisolasi ganda dan terminal harus diisolasi untuk memberikan perlindungan terhadap konsleting.

Kabel daya yang menyediakan pasokan beban listrik selain motor starter harus dilindungi pemutus sirkuit. Beban listrik tersebut untuk kombinasi trailer sekitar 100 hingga 150A. Lebih baik lagi pasang pemutus sirkuit di dalam kotak aki untuk melindungi kabel daya yang mengalir ke kabin dan titik distribusi listrik lainnya.

Berikut beberapa tips untuk sistem kelistrikan pada truk trailer.

a.) Pengabelan

  • Gunakan kabel dengan penampang minimum 5 mm2 untuk trailer atau lowbed.

  • Pengabel inti tetap harus diutamakan mendapat arus beban maksimum dengan aman dan mampu mengakomodasi penurunan tegangan. Seringkali pertimbangan penurunan tegangan juga berpengaruh pada kabel aksesoris.

  • Perhatian khusus harus diberikan pada pemilihan kabel trailer karena penurunan voltase yang signifikan sering terjadi pada interkoneksi.

  • Level voltase ditingkatkan dengan menggunakan skema relay pada trailer, di mana beban diumpankan dari daya utama dan kabel arus balik. “Maksudnya pasokan arus listrik yang melalui konektor dua kutub dan konektor tujuh kutub hanya digunakan untuk sirkuit utama saja. Selain itu, jangan mengambil arus dari konektor tujuh kutub,” pesannya.

b.) Pencahayaan

  • Bola lampu pijar memiliki keluaran cahaya yang sangat sensitif terhadap level tegangan.

  • Tambahan lampu akan meningkatkan aliran arus dan mengurangi tegangan. Jika lampu tambahan memang perlu untuk keamanan malam hari, pasang hanya di tempat yang terlihat.

  • Pencahayaan berbasis LED akan memberikan tingkat pencahayaan yang lebih baik karena perangkat ini memiliki arus listrik yang lebih rendah. Pencahayaan LED akan memberikan tingkat pencahayaan yang baik dalam rentang voltase yang lebih lebar. Karena variabilitas dalam lampu LED, tetap pertimbangkan pemilihan kabel.

c.) Tingkat tegangan

  • Sistem pencahayaan lampu 24V akan menghasilkan tingkat cahaya yang lebih tinggi pada trailer daripada sistem 12V.

  • Tegangan minimum 10V direkomendasikan di lampu lampu di bagian belakang yang hanya untuk penggunaan di malam hari.

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix