Weight In Motion, Timbangan Otomatis Anti Truk Overload

23 / 10 / 2020 - in Berita

Sebagai upaya untuk terus menciptakan kondisi aman dan nyaman berkendara di Jalan Tol, terus dilakukan secara rutin penertiban kendaraan dengan kapasitas beban yang lebih atau dikenal sebagai Over Dimension dan Over Load (ODOL) yang melintas di Jalan Tol. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama seluruh Badan Usaha Jalan TOl (BUJT) terus fokus berkomitmen menuju Zero ODOL tahun 2023 yang ada di Jalan Tol di seluruh Indonesia.

Selain penindakan rutin oleh petugas melalui operasi ODOL di Jalan Tol, juga dilakukan melalui inovasi penerapan teknologi mesin Weight In Motion (WIM) yang dipasang pada Gerbang Tol Pihak BPJT Kementerian PUPR sempat menggelat sosialisasi penindakan ODOL menggunakan mesin Weight In Motion (WIM) di Gerbang Tol Bakauheni Selatan pada Bulan Juni 2020 lalu.

Danik Irawati, Corporate Communications Head PT Astra Tol Nusantara menjelaskan bahwa PT Marga Mandalasakti (PT MMS – ASTRA Tol Tangerang-Merak) selaku badan usaha jalan tol Tangerang-Merak sejak tahun 2014 memiliki alat timbang bergerak, yang menyatu pada perkerasan jalan atau Weigh in Motion (WIM).

WIM terintegrasi dengan peralatan tol dapat mendeteksi secara otomatis bobot kendaraan yang melintas. Bagi kendaraan yang melebihi tonase atau overload akan diberikan tiket khusus yang mengharuskan kendaraan tersebut keluar tol melalui gerbang tol terdekat atausesuai dengan nama gerbang yang tercantum pada tiket khusus. Jika melanggar, kartu uang elektronik pengguna jalan tidak dapat menunjukkan informasi gerbang masuk dan tidak sesuai dengan arah perjalanan yang diharuskan. PT MMS memiliki 4 unit WIM terpasang di Gerbang Tol Cilegon Barat, Cilegon Timur, Serang Barat dan Ciujung.

Senada dengan Danik. Faiza Riani Marketing and Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk menjelaskan bahwa untuk memberikan layanan maksimal kepada pengguna jalan tol, pelayanan operasional ditingkatkan dengan menerapkan teknologi. Dalam rangka pengendalian atas dimensi dan beban tonase muatan yang kerap dilakukan oleh truk, Jasa Marga telah membangun sistem timbangan otomatis yang dilengkapi Weigh In Motion (WIM) yang terdapat di JalanTol Semarang ABC, Jalan Tol Jagorawi, Jalan Tol Surabaya-Gempol dan Jalan Tol Ngawi-Kertosono.

“Peralatan WIM yang terpasang di jembatan akan mendeteksi berat kendaraan yang melintas diatasnya. Data beban kendaraan yang terdeteksi akan diolah oleh server dan akan ditampilkan pada tayangan VMS. Kemudian kendaraan yang terdeteksi Over Load akan diarahkan menuju ke lokasi penindakan melalui VMS atau diarahkan oleh petugas. Di dalam lokasi penindakan, akan dilakukan konfirmasi besaran muatan dengan menggunakan jembatan timbang statis dan akan dilakukan pengecekan oleh petugas yang berwenang. Apabila dari hasil ukur jembatan timbang statis, kendaraan tersebut terbukti melakukan pelanggaran batas muatan, maka petugas Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) akan melakukan penilangan. Kendaraan yang terkena tilang diarahkan untuk menurunkan atau mentransfer muatan berlebihnya agar dapat melanjutkan perjalanan atau dikeluarkan di gerbang tol terdekat,” jelas Faiza.

Sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor: 134 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Penimbangan Kendaraan Bermotor di Jalan, pelaksanaan penindakan pelanggaran kendaraan dilaksanakan oleh PPNS. Pelanggaran muatan sebagai pelanggaran lalu lintas sesuai dengan UU No 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 169, dalam pelaksanaan penindakan kendaraan ODOL di Jalan Tol, Jasa Marga selalu bekerjasama dengan Dinas Perhubungan dan juga Kepolisian wilayah setempat. Pedoman pengukuran WIM Bridge mengacu pada SE Menteri PUPR Nomor: 14/SE/2019 tentang Pedoman beban kendaraan dengan WIM bridge, dan akurasi mengacu pada COST 323 Europian WIM Specification.

Tera Ulang WIM
Dalam menjaga akurasi peralatan WIM Bridge dilakukan tera dan sertifikasi peralatan oleh Badan Metrologi, kegiatan kalibrasi ini dilakukan secara berkala minimal 1 kali dalam setahun. Dalam aturan Kementerian Perdagangan WIM termasuk UTTP, yakni peralatan yang mengaplikasikan ukur, takar, timbang dan perlengkapannya. UTTP merupakan suatu persetujuan terhadap prototipe UTTP asal impor atau produksi dalam negeri yang menyatakan UTTP tersebut telah memenuhi syarat teknis yang ditetapkan, sehingga dapat diimpor atau dibuat/dirakit di wilayah Republik Indonesia.

Rusmin Amin, Direktur Metrologi Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Kementerian Perdagangan menjelaskan WIM merupakan UTTP yang masuk kategori wajib tera dan tera ulang sebagaimana tercantum dalam Lampiran I Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 67 tahun 2018 tentang Alat-alat Ukur, Takar, Timbang, dan Perlengkapannya yang Wajib Ditera dan Ditera Ulang yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang No. 2 tahun 1981 tentang metrologi legal.

“Legalitas Lembaga Metrologi menjadi pihak penguji WIM berdasarkan Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 1985 tentang Wajib dan Pembebasan untuk Ditera dan/atau Ditera Ulang serta Syarat-syarat bagi UTTP, bahwa kegiatan tera, tera ulang, dan pegawasan terhadap UTTP yang digolongkan wajib tera dan tera ulang dilakukan oleh instansi pemerintah yang ditugasi di bidang pembinaan metrologi legal. Selanjutnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemeritahan Daerah, pelaksanaan tera dan tera ulang weight in motion dilakukan oleh instansi Pemerintah Kab/Kota dan/atau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” terangnya.

Untuk jangka waktu tera ulang WIM diatur dalam Pasal 3 ayat (4) Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 68 tahun 2018 tentang Tera dan Tera Ulang Alat-alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya, yaitu satu tahun sekali. Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui bahwa WIM tersebut sudah ditera. Hal ini dapat dilihat pada tanda tera yang dibubuhkan pada peralatan.

Dengan telah dilakukannya penindakan kendaraan ODOL melalui teknologi WIM yang semakin canggih, akan membatasi ruang gerak terhadap kendaraan yang tidak berkeselamatan dan mengganggu keselamatan pengguna jalan lainnya.

Editor : Sigit

Foto : TruckMagz



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix