Weight In Motion Akan Diperbanyak untuk Tekan Praktik ODOL

26 / 09 / 2019 - in News

Dalam rangka sosialisasi menuju Indonesia bebas praktik over dimension dan over load (ODOL) yang akan diberlakukan mulai tahun 2021 mendatang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan penertiban untuk truk yang melebihi kapasitas. Kemenhub menargetkan, pada tahun 2020 diharapkan tidak ada lagi truk yang melebihi kapasitas, terutama di ruas jalan tol demi menjaga keselamatan pengguna jalan yang lainnya.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan melakukan uji coba weight in motion (WIM) atau alat sensor timbang kendaraan di pintu masuk ruas Tol Jakarta-Cikampek Km.9 beberapa waktu lalu. Uji coba ini merupakan kerja sama Ditjen Perhubungan Darat, Kemenhub dengan PT Jasa Marga, dan kepolisian.

Dalam uji coba tersebut, ada enam truk yang diukur dan empat di antaranya melebihi kapasitas. Truk tersebut langsung ditilang oleh pihak kepolisan dan diberi stiker, untuk memberitahu petugas lainnya bahwa kendaraan tersebut melebihi kapasitas angkutnya. Kedepannya alat WIM akan dipasang di beberapa pintu tol.

“Tahun 2020 sudah ada kejelasan terkait ODOL di jalan tol , berarti kita memberikan waktu dua tahun (kepada pemilik truk dan barang sejak 2018). Kalau sekarang kita berikan peringatan.Kedepan kalau melanggar, mereka harus keluar jalan tol,” kata Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi.

Menurut Menhub, saat ini pihaknya melalui Ditjen Perhubungan Darat telah melakukan pengukuran truk secara intensif, dan diharapkan truk ODOL yang melintas di ruas tol dapat semakin berkurang.

“Sekalipun kita tidak frontal (dalam menindak), namun kita melakukan pengawasan tiga hari dalam seminggu. Tadinya 70 persen kendaraan ODOL itu melewati tol, sekarang sudah menurun 40 persen. Kita harapkan ini menjadi satu kesadaran bersama dari pemilik barang dan pemilik truk supaya menaatinya,” ujar Budi.

Guna memperketat pengawasan, ke depannya PT Jasa Marga juga akan memasang kamera pendeteksi truk ODOL di ruas tol di Jabodetabek pada akhir tahun 2019. Hal ini untuk mempermudah menjaring truk yang masih melebihi kapasitas untuk keluar dari jalur.

“Nantinya dengan rekaman itu saja sudah diketahui kalau ada truk ODOL. Mereka harus menyingkir dari jalan, jadi prosesnya lebih cepat,” ucap Menhub menambahkan.

Data Kemenhub menyatakan bahwa hasil penertiban truk ODOL dari tahun 2018 hingga Juni 2019, yaitu pelanggaran kelebihan muatan (overload) sebanyak 39,86 persen, over dimension (1,66 persen), ketidaklengkapan dokumen (5,01%), dan kendaraan yang tidak melanggar sebesar 53,47 persen.

Berdasarkan data dari PT Jasa Marga sampai dengan Juni 2019, dengan komposisi rata-rata kendaraan non-Gol I (Truk) yang masuk jalan tol hanya 8,81 persen, namun kecelakaan melibatkan kendaraan angkutan barang sebanyak 45,93 persen di ruas tol milik PT Jasa Marga.Dari data PT Jasa Marga menyebutkan, faktor dominan penyebab kecelakaan tersebut adalah faktor pengemudi sebesar 84 persen. Sedangkan untuk faktor kendaraan sebesar 15 persen, dan faktor lingkungan sebesar 1 persen.

 

Editor: Antonius
Ilustrasi: Istimewa



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

logo-chinatrucks300 327pix