Webinar APLog Bahas Kenaikan Biaya Logistik Akibat Dampak Geopolitik

10 / 05 / 2022 - in Berita

PT Angkasa Pura Logistik (APLog) menyelenggarakan acara Webinar Series Ke-2 APLog Tahun 2022 dalam komunitas APLog Logistic Forum yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (20/4/).

Dengan tema “Kenaikan Biaya Logistik Sebagai Dampak Geopolitik Atau Kelangkaan Produksi Bahan Bakar”, webinar kali ini menghadirkan dua pembicara yaitu Direktur Eropa II Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Winardi H Lucky dan Chairman of Supply Chain Indonesia, Setijadi

Dalam sambutannya, Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia PT APLog, Ridwan Moeis berharap webinar APLog kedua bisa memberikan gambaran mengenai kondisi global terhadap biaya logistik.

“Kami berharap para ahli melakukan atau membedah kembali setelah adanya dampak geopolitik. Dari paparan bisa mendapat pencerahan, apa sebenarnya yang terjadi di industri pesawat avtur meningkat lebih dari 50 persen. apalagi ini masih dalam kondisi pandemi. Kita harus berdamai dengan keadaaan sehingga dengan meningkatkan logistik berat bagi kami tapi kalau tidak melakukan, kami merugi. Untuk itu kami berharap ada dukungan seperti kemudahan perizinan atau asosiasi agar diberikan kemudahan perpajakan bahkan penghapusan pajak. Ini hanya bisa dilakukan secara kolaborasi belum lagi kita menghadapi pemain asing di Indonesia,” jelas Ridwan

Direktur Eropa II Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Winardi H Lucky menjelaskan bahwa pihaknya membawahi 26 negara termasuk beberapa cluster negara seperti negara balkan, Skandinavia, Turki, Rusia dan dampak perang akan merambah ke domain logistik.

“Tahun ini ada dua peristiwa besar di Rusia, salah satunya operasi militer ke Ukraina. Situasi Rusia dan Ukraina tidak semakin membaik walaupun kini sudah ada perundingan yang masih berjalan. Ada beberapa dampak terhadap logistik pasca konflik tersebut, yaitu lonjakan tarif pengiriman sehingga risiko pengiriman barang jadi mahal, adanya penangguhan pengiriman karena pemutusan jalur laut dan pembatalan pengiriman karena kondisi keamanan ditambah ketakutan adanya sanksi serta kenaikan harga ongkos kirim,” katanya

“Padahal Rusia salah satu produsen energi utama dunia dengan menyumbang 10 persen dari ekspor bahan bakar mineral dunia dan sepertiga dari konsumsi energi eropa. Konflik yang ada dapat mengganggu suplai, diperkirakan harga minyak dan gas alam dunia naik signifikan,” imbuhnya.

“Konsekuensi ekonominya, harga komoditas yang lebih tinggi seperti makanan dan energi akan menyebabkan peningkatan inflasi. Di setiap krisis selalu ada peluang, yang bisa kita manfaatkan. Karena kita penghasil batu bara, kita bisa menggunakan batu bara dan minyak bumi untuk dikirim ke negara eropa. Yang penting pasokan energi mereka tetap terjaga, kita juga bisa kirim pasokan palm oil,” jelas Winardi.

Chairman of Supply Chain Indonesia, Setijadi memberikan saran kepada pengusaha trucking untuk bisa meningkatkan layanan, walaupun dalam kondisi BBM sedang sulit. “Pengguna logistik kami rasa akan memaklumi kenaikan BBM menjadi alasan untuk menaikkan tarif. Tapi disisi lain dari perusahaan bisa meningkatkan kompetensi SDM, meningkatkan efisiensi dari proses, dan memanfaatkan tekonologi fasilitas peralatan. itu semua bisa diwujudkan dengan kemampuan konsolidasi pengiriman. dengan konsolidasi ini akan ada efisiensi, dan membukan peluang mendapatkan pasar baru. Value added services bisa menjadi peluang selain layanan yang umum diberikan kepada konsumen,” katanya.

Editor : Sigit

Foto :  Pelindo



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix