Wacana Penerapan Gardu Tol Otomatis Khusus Truk

14 / 01 / 2016 - in News

Menyikapi keluhan masyarakat pengguna jalan tol khususnya di Jakarta, menyoal kemacetan panjang memasuki pintu tol pada jam-jam sibuk, disinyalir oleh wakil rakyat dari Komisi V di gedung parlemen akibat tidak efektifnya penggunaan GTO (Gardu Tol Otomatis) selama ini.

Menurut wakil ketua Komisi V yang membidangi masalah perhubungan, telekomunikasi, pekerjaan umum, perumahan rakyat dan pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal, Yudi Widiana, penerapan GTO sebaiknya tidak terbatas pada kendaraan pribadi saja, melainkan juga diberlakukan untuk kendaraan angkutan barang seperti truk dan kendaraan niaga sejenisnya.

“Salah satu penyumbang kemacetan di ruas tol, terutama menjelang pintu tol, adalah truk barang. Mereka sebaiknya harus menggunakan lajur khusus GTO,” urai politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Menanggapi hal ini, Kyatmaja Lookman selaku Wakil Ketua Bidang Logistik dan Transportasi Aptrindo (Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia) tidak merasa keberatan. “kalau memang itu diberlakukan (GTO khusus truk) kami setuju saja, jika itu dianggap yang terbaik tidak ada masalah,” ungkap Kyatmaja.

Hal penting yang mesti diperhatikan dari wacana ini, pemerintah sebisa mungkin segera membuat rumusan baku untuk sistem GTO bagi truk secara efektif. Jangan lantaran kurang fleksibel dalam penerapannya justru malah memperparah antrean truk yang notabene punya dimensi bongsor itu.

Teks dan Foto : Antonius S



Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix