Upaya Kementerian ESDM untuk Implementasi BBM Ramah Lingkungan

18 / 11 / 2020 - in Berita

Direktur Teknik dan Lingkungan Migas Adhi Wibowo mewakili Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam dialog publik dengan tema: Tingkatkan Kualitas Udara Sehat di Masa Transisi New Normal Dengan Implementasi BBM Ramah Lingkungan, pada Rabu (18/11). menjelaskan upaya yang kini dilakukan untuk implementasi BBM Ramah Lingkungan

Selain menetapkan SK Dirjen Migas, upaya lainn yang dilakukan Kementerian ESDM untuk meningkatkan penyediaan BBM yang ramah lingkungan adalah meningkatkan kapasitas pengolahan kilang baik melalui pembangunan kilang baru ataupun pengembangan kilang yang sudah ada. “Harapan kami kapasitas pengolahan kilang yang saat ini sekitar 1 juta barel per hari, nantinya pada tahun 2027 akan meningkat menjadi 2 juta barel per hari dengan produksi BBM setara Euro IV,” ujar Adhi.

Lainnya, pembangunan green refinery di Kilang Plaju dan kilang Dumai dengan masing-masing kapasitas 20.000 bopd, pencampuran BBM fosil dengan Bahan Bakar Nabati (BBN) yang berasal dari sumber terbarukan, serta studi dan penelitian yang masih terus berlangsung antara Pemerintah, badan usaha dan para ahli mengenai bagaimana kilang Indonesia mampu mempoduksi BBM yang berkualitas lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua YLKI Tulus Abadi mengatakan, BBM ramah lingkungan tidak dapat dipisahkan dengan Program Langit Biru yang dicetuskan Pemerintah lebih dari 20 tahun lalu. Salah satu upaya program tersebut adalah mengurangi emisi gas buang. “Emisi gas buang berkontribusi 70% terhadap kualitas udara,” katanya.

Menurut Tulus, masyarakat perlu diingatkan kembali untuk mewujudkan kualitas udara dengan Program Langit Biru, khususnya kualitas BBM yang digunakan. Ini harus dilakukan karena Indonesia merupakan salah satu negara yang tertinggal dalam penggunaan BBM berstandar Euro.

Editor : Sigit

Foto : EDSM MIGAS



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix