Tol Sumo Akhirnya Beroperasi Setelah Mangkrak Selama 21 Tahun

20 / 03 / 2016 - in Berita

Presiden Joko Widodo telah meresmikan pengoperasian ruas tol Krian-Mojokerto (Seksi IV) sepanjang 18,47 kilometer, yang merupakan bagian dari jalan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) pada Sabtu (19/Mar) kemarin. Tol ini merupakan bagian dari tol Trans Jawa, yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2017 mendatang.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimoeljono yang ikut mendampingi Presiden saat peresmian tol Sumo di Mojokerto, Jawa Timur, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung target pemerintah untuk menyambung seluruh ruas tol mulai dari Merak hingga Surabaya di 2018 mendatang. “Tol Sumo sisanya 16 kilometer akan selesai pada 2017,” kata Menteri Basuki.

Tol Sumo terdiri dari 4 seksi yakni Seksi IA : Waru-Sepanjang (2,3km) dan Seksi IB : Sepanjang-Western Ring Road/WRR (4,3km), Seksi II : WRR-Driyorejo (5,1km), Seksi III : Driyorejo-Krian (6,1km), dan Seksi IV : Kriyan-Mojokerto (18,47km). Sebelumnya ruas tol Waru-Sepanjang (Seksi IA) sudah beroperasi terlebih dulu pada 2011 lalu. Sementara untuk Seksi IB, II dan III sepanjang 15,5 kilometer, saat ini sedang dalam tahap pengadaan tanah yang paralel dengan pelaksanaan konstruksi.

Pembangunan Tol Sumo dengan panjang keseluruhan mencapai 36,27 kilometer ini merupakan proyek padat modal, dengan kebutuhan dana investasi mencapai Rp 3,2 triliun. Khusus Seksi IV (Krian-Mojokerto) dibangun dengan dana konstruksi sebesar Rp 681,52 miliar, serta dana untuk pembebasan lahannya mencapai Rp 210,3 miliar.

Masa konsesi yang diberikan pemerintah kepada PT Marga Nujyasumo Agung, sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Surabaya-Mojokerto (Sumo), selama 42 tahun terhitung sejak penerbitan Surat Perintah Mulai Konstruksi (SPMK) per 18 April 2007.

Pembangunan jalan tol Sumo dilaksanakan oleh PT Marga Nujyasumo Agung yang merupakan konsorsium beberapa perusahaan dengan pemegang saham PT Jasa Marga sebesar 55 persen, PT Moeladi sebesar 25 persen dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebesar 20 persen.

Sebagai informasi, penandatanganan perjanjian jalan tol Sumo sudah ditandatangani sejak 1995 lalu, namun mangkrak selama 21 tahun dan baru 2 tahun belakangan dikebut pengerjaannya. Pemerintah sudah menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas. Termasuk dengan pengalihan subsidi ke sektor produktif.

Memperkuat komitmen tersebut, Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional pada 8 Januari 2016 lalu. Terdapat 225 proyek yang masuk dalam proyek strategis tersebut, diantaranya 47 jalan tol dan 5 jalan nasional. Termasuk Tol Trans Sumatera, Tol Trans Kalimantan, Trans Papua dan jalan dan gerbang perbatasan.

Pengoperasian jalan tol Sumo ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas di Pulau Jawa, serta mendorong penyebaran pembangunan yang sebelumnya terpusat di ibu kota. Lantaran akses melalui jalan tol akan memberikan andil yang cukup signifikan dalam melayani pergerakan manusia, barang dan jasa di sepanjang Pulau Jawa secara merata khususnya di wilayah Jawa Timur.

Teks : Antonius S

Foto : Kemen. PUPR



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix