Tol Layang Ruas Kelapa Gading-Pulo Gebang Target Rampung Juni 2021

16 / 10 / 2020 - in Berita

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat penyelesaian pembangunan jalan tol layang dalam Kota Jakarta, atau sering disebut dengan enam ruas jalan tol dalam Kota Jakarta.

Proyek ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No.56 Tahun 2018, yang diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan di dalam Kota Jakarta.

Enam ruas jalan tol sepanjang 69,77 kilometer (km) tersebut akan mengadopsi konstruksi jalan layang yang terintegrasi dengan transportasi umum Bus Rapid Transit (BRT).

Pembangunan jalan tol tahap 1 dengan nilai investasi sebesar Rp 20,7 triliun memiliki total panjang 31,1 km yang terdiri dari Seksi A Kelapa Gading-Pulo Gebang sepanjang 9,3 km, Seksi B Semanan-Grogol sepanjang 9,5 km, dan Seksi C Grogol-Kelapa Gading sepanjang 12,4 km.

Untuk Seksi A ruas Kelapa Gading-Pulo Gebang pembangunannya dimulai sejak Februari 2017, dan kini progresnya mencapai 71 persen dengan sisa pekerjaan struktur pilar sebanyak 90 buah pilar dari total 384 buah pilar.

Seksi A direncanakan selesai dalam waktu 30 bulan namun pelaksanaannya menemui beberapa kendala. Antara lain pembebasan lahan tambahan, relokasi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT – 150 kV) dan utilitas-utilitas lainnya.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan bahwa pelaksanaan konstruksi ruas Kelapa Gading-Pulo Gebang harus menyesuaikan dengan kondisi sekitar.

“Harus menyesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang padat dan mengedepankan prinsip kehati-hatian yang tinggi, karena berada di tengah bangunan gedung yang padat dengan waktu kerja yang relatif sempit. Pada dasarnya kami pun ingin memastikan keberlanjutan kegiatan usaha di sepanjang koridor tol,” kata Danang dalam keterangan resminya, Kamis (15/10).

Selain itu, situasi pandemi Covid-19 serta diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta ikut memengaruhi kecepatan pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan. Pasalnya, kontraktor bekerja dengan sumber daya manusia yang dibatasi untuk memenuhi prinsip physical dan social distancing, baik di lapangan maupun di mess pekerja.

Kementerian PUPR bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jakarta Tollroad Development (JTD), serta kontraktor pelaksana PT Jaya Konstruksi-PT Adhi Karya (KSO) menargetkan penyelesaian pekerjaan seluruhnya pada Juni 2021.

 

Editor: Antonius
Foto: KemenPUPR



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix