Tol Laut Belum Optimal karena Tak Ada Pusat Ekonomi Baru

23 / 10 / 2020 - in Berita

Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) mengusulkan pemerintah agar memperbanyak pusat-pusat ekonomi baru untuk menambah frekuensi kunjungan kapal-kapal kargo ke pusat-pusat produksi. Sejauh ini, pengamatan INDEF, pelaksanaan Tol Laut belum berjalan maksimal karena tidak ada hilirisasi dari pusat produksi.

Hilirisasi tidak ada karena tidak ada pusat-pusat ekonomi baru,” kata Ahmad Hari, Peneliti INDEF dalam siaran pers (23/10). Selama ini Sistem logistik nasional belum efisien kendati peringkat Logistics Performance Index (LPI) 2019 relatif meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Biaya logistik Indonesia masih tinggi yakni di angka 28,7 persen, sehingga persentasenya sangat besar untuk keseluruhan biaya produksi. Misalnya, logistik perikanan dengan panjangnya rantai distribusinya hasil perikanan mengakibatkan tingginya biaya logistik. Bahkan biaa logistik antar pulau relatif lebih tinggi ketimbang antar negara.

Indonesia dinilai masih boros modal untuk investasi dibanding Malaysia, Vietnam atau Thailand. Pemerintah diharapkan terus melakukan efisiensi perizinan, memperbanyak infrastruktur pengangkutan produk dan memperbanyak jadwal kapal angkut dari sentra produksi ke sentra distribusi.

Teks: Abdul

Foto: Kementerian Perhubungan



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix