Tips Praktis Rem Angin Untuk Tetap Pakem

02 / 10 / 2017 - in Ask The Expert
IMG_0081 rem

Beberapa pengemudi mengeluhkan sistem rem angin dengan lambatnya respon. Itulah waktu yang dibutuhkan udara untuk melewati pipa dan memaksa plat rem untuk mengontak kampas. Ketika pengemudi menginjak pedal rem, pengemudi sudah harus bisa memperkirakan waktu jika suatu saat sistem tidak bekerja.

“Ini biasanya orang-orang menyebut rem blong. Sangat fatal jika lagging yang dibutuhkan lama” ungkap Kartiko Karsa, Kepala Bengkel Roda Kalangan, Kedurus. Jeda waktu kurang dari satu detik, bukan jadi masalah besar. Kunci utama sistem pengereman mengunakan udara adalah  pasokan udara dalam tabung. Selain itu, aliran udara menggunakan energi tekanan dan mengubahnya menjadi kekuatan mekanik. “Jadi kalu ke-vacuum-annya kurang bagus, remnya juga kurang maksimal. Supplay udara inilah yang harus selalu dijaga atau diketahui oleh pengemudi” tambahnya.

Beberapa tips untuk maintanance rem agar tetap pakem :
1. Pastikan tekanan minimum untuk kendaraan sistem udara tidak kurang dari 100 psi.
2. Periksa supply udara pada air compressor yang dibutuhkan tidak lebih dari dua menit untuk tekanan udara meningkat  dari 85  psi sampai 100 psi pada 600 hingga 900 rpm. Ketika menggunakan rem terlalu sering, perhatikan jumlah tekanan udara pada indikator.
3. Injak pedal gas, kemudian dengarkan apakah ada kebocoran udara pada saluran pipa. Tahan pedal rem, serta lihat indikator tekanan udara, jika ada penurunan tekanan berarti ada kebocoran
4. Periksa pada tanki penyimpanan udara apakah ada air atau tidak, jika truk tidak menggunakan air dryer, buka pipa pembuangan, keringkan air pada tangki. Jika menggunakan air dryer, tetapi masih ada air pada tanki segera ganti air dryer cartridge untuk menjaga tangki tetap kering. Air pada tangki bisa menggannggu pada sistem rem angin.
5. Perangkat kampas rem bisa overheat jika terlalu sering bergesekan dengan tromol, akibat jeda pengereman yang singkat. Jeda pengereman yang pendek tidak memberikan waktu untuk tromol ataupun kampas menjadi mendingin. Saat kampas rem panas, pengeremen tidak bisa maksimal dan cenderung licin. Perhatikan juga intensitas pengereman.

Teks : Sigit A

Foto : Giovanni V



Sponsors