Tips Penanganan Aki

06 / 09 / 2021 - in Tips & Trik

Pemeriksaan pada sistem kelistrikan kendaraan termasuk aki harus rutin dilakukan. Mekanik perusahaan harus memahami cara mengidentifikasi berbagai jenis aki untuk mengetahui perawatan yang dibutuhkan. Ketika penggantian aki, mekanik juga harus memahami jenis aki yang cocok untuk kendaraan tersebut. Tes yang paling sederhana sebelum mengganti aki adalah memeriksa tegangan sirkuit lalu jika peralatan tersedia bisa melakukan tes hidrometer untuk mengetahui keadaan pengisian aki, dan tes beban untuk menentukan level kinerja aki.

Andi Mawardie Asisten Kepala Bengkel Poernomo Perdana Kalimas Surabaya membuka penjelasannya dengan memberikan bagaimana operasional penanganan aki yang baik dari masih menempel pada truk hingga dites pada alat. “Paling awal adalah menjalankan prosedur pemeriksaan aki dengan benar, lalu tes dan mencoba menghidupkan kendaraan,” ungkapnya.

Penanganan Aki

Ketika bekerja dengan aki dan sistem kelistrikan kendaraan, mekanik harus berhati-hati untuk menghindari kecelakaan kerja yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. Aki mengandung asam sulfat dan menghasilkan gas hidrogen yang sangat mudah terbakar.  Patuhi petunjuk keselamatan berikut saat bekerja.

  1. Jauhkan api atau percikan api dari aki. Jangan merokok di sekitar aki.
  2. Selalu kenakan pelindung mata dan sarung tangan karet agar terlindung dari luka bakar bahan kimia.
  3. Jangan hubungkan atau putuskan sirkuit secara langsung. Selalu awali dengan mematikan sistem kelistrikan unit dan sistem pengisi daya aki. Kesalahan penanganan bisa menimbulkan percikan api.
  4. Aki harus selalu terpasang di kotak aki walaupun sudah dilepas dari sistem, karena aki akan mengeluarkan gas hidrogen saat pengisian.
  5. Gunakan area yang berventilasi baik saat mengisi aki.
  6. Selalu jaga aki tetap tegak agar tidak terjadi tumpahan elektrolit.

Jenis Aki

Daya aki yang digunakan truk masuk dalam kelas 12 volt. Daya aki adalah sumber energi untuk sistem kelistrikan kendaraan. “Penting untuk diingat bahwa aki tidak menyimpan listrik, melainkan menyimpan serangkaian bahan kimia, dan listrik dihasilkan melalui proses kimia. Jadi campuran asam yang bereaksi menghasilkan tegangan listrik dan reaksi elektrokimia ini mengubah energi kimia menjadi energi listrik dan merupakan dasar untuk semua aki yang digunakan pada kendaraan,” jelas Andi.

Aki bisa dibedakan berdasarkan tingkat maintenance yang diperlukan untuk menjaga daya secara optimal. Aki dapat diklasifikasikan sebagai konvensional, low maintenance, dan free maintenance serta aki ini umum dikenal orang dalam konsep aki basah dan kering. “Aki low maintenance dan free maintenance umumnya berjenis basah karena sistemnya perlu mempertahankan daya selama mungkin lebih daripada aki konvensional. Perbedaan utamanya antara ketiga jenis aki dari sudut pandang servis adalah seberapa sering tingkat elektrolit, terminal, dan kabel harus diperiksa. Masing-masing dari ketiga jenis menggunakan bahan yang berbeda untuk konstruksi plat positif dan negatif. Hal ini menyebabkan operasi yang berbeda dan karakteristik dayanya,” kata Andi.

Aki Konvensional

Aki konvensional memerlukan lebih banyak perawatan daripada aki low maintenance dan free maintenance. Perawatan ini disebabkan karena komposisi lempengan kimia, yang menyebabkan air dalam elektrolit berubah menjadi gas. Karena itu, air harus diisi ulang. Saat menambahkan air, gunakan hanya air suling, karena bahan mineral dan kimia yang umum ditemukan di air minum akan bereaksi dengan bahan pelat dan memperpendek usia aki. Ketinggian air harus tidak lebih dari 3,2 mm di bawah lubang ventilasi. “Untuk menghindari kerusakan permanen, pastikan tingkat elektrolit tidak pernah turun di bawah bagian paling atas lempengan. Serta hindari overfilling, karena beberapa elektrolit akan tersapu bersih. Efeknya daya akan lemah. Gasifikasi dapat menyebabkan elektrolit mengembun di bagian atas casing aki dan menyebabkan baut aki longgar dan membuat jarak antara terminal positif maupun negatif. Ini juga yang menyebabkan korosi pada kabel dan ujung kabel aki terminal. Aki konvensional memiliki siklus yang lebih cepat. Reaksi kimia beralih dari daya penuh ke aki daya rendah, kemudian diisi penuh lagi selama operasional,” tambahnya.

Aki Low Maintenance

Aki ini diproduksi dengan sedikit perawatan daripada aki konvensional.  Hal ini disebabkan ada lebih sedikit gasifikasi elektrolit, sehingga tingkat elektrolit berkurang jauh lebih lambat daripada dengan aki konvensional. Korosi kabel terminal aki dan ujung kabel juga berkurang. Aki low maintenance lebih tahan terhadap pengisian daya yang berlebihan daripada aki konvensional, tetapi memiliki umur yang lebih pendek.

Aki Free Maintenance

Aki ini dirancang untuk tidak memerlukan pengisian elektrolit dalam kondisi operasional. Kabel dan ujung kabel terminal aki hampir tidak memerlukan perawatan karena gasifikasi sangat berkurang dan level air yang rendah. Aki free maintenance mempertahankan daya lebih lama daripada aki konvensional atau aki low maintenance. Aki ini hanya membutuhkan pengaturan tegangan regulator yang lebih tinggi daripada kedua jenis aki lain.

Perawatan Aki

  1. Periksa terminal aki yang longgar atau rusak.
  2. Periksa apakah ada casing aki retak atau rusak dan longgar sehingga aki bisa bergerak dalam kotak. Jika casing retak atau pecah atau terminal rusak, segera ganti aki.
  3. Periksa kotoran, kelembaban, dan korosinya.
  4. Casing aki dan terminal harus rutin dibersihkan dengan soda kue dan larutan air. Jika perlu, gunakan sikat yang tebal pada terminal aki. Pastikan larutan soda tidak bercampur dengan elektrolit dalam aki.

Pengisian Aki

Tes pengisian daya aki dapat mengetahui bahwa aki memiliki daya yang rendah. Ketika aki dilepas, arus mengalir dari terminal positif melalui jalur sirkuit dan kembali ke terminal negatif. Arus listrik dalam aki mengalir dari negatif ke terminal positif. Ketika mengisi ulang daya aki, arah aliran arus harus dibalik. Ini akan mengembalikan bahan kimia ke keadaan aktifnya. Aki bisa diisi dengan dua cara berbeda, yaitu pengisian cepat dan pengisian lambat. Saat mengisi daya aki, aki harus diisi ulang dengan kecepatan yang sama saat aki habis. Aki harus pada suhu antara 5-27 derajat Celcius.

Pengisian Lambat

Metode pengisian lambat digunakan ketika aki habis secara perlahan dari waktu ke waktu. Ini mungkin terjadi karena aki yang disimpan dalam jangka waktu tertentu dan dayanya tidak rutin diisi ulang. Level pengisian ini biasanya harus dilakukan adalah antara 6-8 ampere selama lebih kurang 8 hingga 10 jam. Dalam kasus tertentu yang parah, di mana daya aki dalam keadaan habis dalam waktu yang lama, aki mungkin memerlukan tiga hari pengisian lambat untuk memulihkan kembali daya aki.

Pengisian Cepat

Pengisian jenis ini memberikan level pengisian daya yang tinggi ke aki dalam waktu singkat. Metode pengisian digunakan ketika daya aki habis dengan cepat, seperti kesalahan ketika menghidupkan mesin lalu kesalahan diulang-ulang sampai akhirnya aki tidak memiliki daya untuk menghidupkan mesin. Dalam kondisi ini, aki membutuhkan pengisian cepat. Aki 12-volt biasanya akan terisi cepat dengan 40 ampere dalam waktu dua jam.

Petunjuk Pengisian Aki

Ikuti langkah-langkah berikut mengisi daya aki.

  1. Sebelumnya bersihkan terlebih dahulu terminal dari kerak gasifikasi.
  2. Tambahkan air suling sampai batas level teratas. Isi air ke tingkat yang tepat. Jika aki terasa sangat dingin, biarkan mencapai suhu operasional sebelum menambahkan air, karena level cairan akan naik saat aki memanas. Perlu diketahui aki yang sangat dingin tidak akan menerima muatan normal hingga aki mencapai suhu operasional.
  3. Hubungkan ujung kabel pengisi daya ke aki mengikuti petunjuk dari alat pengisi daya. Hubungkan ujung positif (+) pengisi daya ke terminal aki positif dan negatif (-) mengarah ke terminal negatif. Jika aki berada di atas kendaraan, hanya perlu menyambungkan timah negatif ke sasis atau blok mesin di sasis truk. Truk modern memiliki sistem terminal elektronik yang mengharuskan koneksi ke ground.
  4. Hidupkan pengisi daya, secara bertahap naikkan output ampere sampai tingkat yang diinginkan tercapai. Jika muncul asap atau uap dari aki, matikan pengisi daya dan segera lepas aki. Jika elektrolit meluap, kurangi air atau hentikan sementara proses pengisian.
  5. Setelah aki diisi, matikan pengisi daya dan lepaskan dari aki.
  6. Pasang kembali aki ke dalam truk. Jika mesin kendaraan masih tidak menunjukkan indiktor aki nyala lakukan tes beban daya aki. Jika aki lolos tes beban, sistem bahan bakar, kunci kontak dan fuel pump harus diperiksa untuk menemukan dan memperbaiki masalah mesin tidak bisa dihidupkan. Jika tidak lolos tes beban, aki harus diganti.

Jumper pada Truk

Kadang-kadang terjadi kendaraan tidak bisa dihidupkan karena daya aki tidak mencukupi dan tidak ada waktu untuk mengisi ulang daya aki. Ketika itu terjadi bisa dilakukan jumper aki. Dalam kasus tertentu, kendaraan mungkin berhasil distarter dengan menghubungkan aki yang bermasalah dengan aki normal.  Untuk menghindari kecelakaan kerja dan kerusakan pada peralatan, ikuti prosedur keselamatan yang tepat. Pastikan tegangan aki jumper sama dengan aki penerima. Pastikan aki yang digunakan untuk jumper tidak sedang menjalankan peralatan lain. Tutup kedua aki dengan kain basah. Ikuti urutan yang tepat.

  1. Sambungkan salah satu ujung kabel aki jumper positif ke terminal positif (+) aki penerima.
  2. Sambungkan ujung kabel jumper ke pos positif (+) dari aki penerima.
  3. Sambungkan salah satu ujung kabel jumper negatif ke terminal negatif (-) aki jumper.
  4. Hubungkan ujung kabel jumper negatif lainnya ke sambungan ground sasis pada kendaraan. Jangan langsung sambungkan kabel jumper ke pos negatif (-) aki penerima.
  5. Setelah semua sambungan aki diperiksa coba hidupkan mesin.
  6. Jika mesin sudah hidup, segera lepaskan rangkaian kabel jumper dalam urutan terbalik.

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix