Tips Mudik Lebaran Aptrindo Jateng & DIY

18 / 05 / 2019 - in Ask The Expert, News

Setiap menjelang hari raya Idul Fitri, selalu ada tradisi menarik yang sudah berulang selama bertahun-tahun, yaitu maraknya masyarakat mudik bersama ke kampung halaman dari beberapa kota metropolitan di Indonesia.

“Memang yang namanya ibu kota, entah itu ibu kota negara maupun ibu kota propinsi tetap saja punya daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia, sehingga banyak diantara mereka yang lebih suka mengadu nasib di kota-kota besar tersebut daripada berkarya di kampung halamannya sendiri,” ujar Bambang Widjanarko Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia ( Aptrindo ) Jateng & DIY.

Semakin hari jumlah pemudik berkendaraan pribadi semakin banyak, seiring dengan bertumbuhnya kemampuan dan daya beli masyarakat terhadap kendaraan bermotor. Pemerintah sudah mengusahakan berbagai fasilitas mudik gratis menggunakan transportasi umum, namun tetap saja banyak yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi, walaupun kerap harus berjuang dalam kemacetan.

Alasannya, banyak diantara para pemudik yang tidak hanya sekedar mau mengunjungi kampung halamannya saja.
Mereka butuh kendaraan yang fleksibel untuk menjangkau berbagai obyek wisata baru yang banyak dipromosikan oleh pengguna media sosial akhir-akhir ini. Berikut ini Bambang Widjanarko yang juga seorang Tire & Rim Consultant dan Trainer Defensive Driving memberikan tips-tips sebelum anda semua bermudik ria.
Yang harus diperhatikan adalah :
1. Kemana tujuan perjalanan anda
2. Membuat rencana perjalanan
3. Mempelajari kondisi cuaca dan jalan
4. Menyiapkan GPS, dokumen kendaraan & dokumen diri pribadi, perlengkapan kendaraan, obat-obatan

Lakukan pemeriksaan terhadap kendaraan sebagai sarana mudik secara menyeluruh, berpedoman pada istilah POWER :
P – Petrol
O – Oil
W – Water
E – Electric
R – Rubber

Selama di perjalanan hendaknya :
– Tidak menggunakan handphone selama mengemudi
– Bersihkan area dashboard, tempat duduk dan wilayah sekitar pedal
– Istirahat tidur secukupnya
– Tidak banyak mengkomsumsi makanan berkarbohidrat tinggi
– Tidak mengandalkan kafein atau minuman stimulan
– Minum banyak air putih dan perbanyak konsumsi buah-buahan
– Buka kaca jendela dan hirup udara segar secara periodik dan lakukan senam di rest area setiap 2-3 jam berkendara

Bambang juga menyatakan,”Banyaknya kecelakaan di jalan tol akhir-akhir ini disebabkan oleh ban meledak, rem blong, pengemudi mengantuk dan banyak orang yang belum terbiasa menggunakan jalan tol, sehingga terlalu asyik menginjak pedal gas dan menempel terlalu dekat dengan kendaraan di depannya, akibatnya ketika ada sesuatu yang mendadak terjadi, pengemudi tidak bisa menghentikan kendaraan pada jarak pengereman yang diharapkan,” tambahnya.

“Banyak orang yang dulunya malas bepergian ke luar kota, ketika sekarang ada jalan tol, mereka dengan gaya mengemudi perkotaannya sering membuat kisruh kendaraan lain di jalan tol yang sudah mengemudi dengan teknik mengemudi luar kota yang benar,” tutup Bambang.

Teks : Bambang Widjanarko

Editor : Sigit A



Sponsors

NEW_327X300_

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

logo-chinatrucks300 327pix