Tips Jaga Performa Truk Trailer

21 / 09 / 2021 - in Tips & Trik

Terlepas dari daya tahan terhadap operasional di medan berat, truk diproduksi dari rangkaian komponen bergerak, yang pasti akan mengalami penurunan performa seiring waktu. Truk memerlukan perawatan yang rutin untuk menjaga agar komponen mesin dan bagian lainnya tetap bekerja optimal. “Tractor head biasa bekerja menarik trailer melalui medan kerja yang bervariasi. Jenis truk ini umum memuat bahan makanan, BBM hingga bahan bangunan. Tractor head juga dipilih karena kemampuannya untuk transportasi jarak jauh,” kata Hanafi Kariyono Supervisor Quality Control PT Ragam Putra Perkasa Gresik yang akan menjelaskan poin-poin penting perawatan untuk truk trailer.

Semua truk memiliki satu kesamaan, yaitu membutuhkan tune-up untuk memastikan kondisi operasional yang optimal dan menghindari kerusakan. Mesin memerlukan penggantian oli dan transmisi perlu dilumasi secara benar. Tetapi apakah sampai di situ saja untuk mendapatkan kinerja truk yang efisien dan tahan lama? Berikut beberapa poin penting dalam perawaran truk trailer.

1. Memeriksa Sistem Pengereman

Kegagalan rem adalah penyebab umum kecelakaan, yang sering mengakibatkan kerusakan pada komponen lain, cedera pihak ketiga, dan sanksi hukum. “Guna menghindari musibah karena rem, pastikan pemilik kendaraan membuat jadwal pemeriksaan sistem rem sebagai bagian perawatan truk secara tersendiri. Atur interval pemeriksaan sesuai jarak tempuh truk. Karena bisa saja sistem rem perlu pemeriksaan yang lebih sering mengingat pertimbangan gaya mengemudi sopir. Tetapi paling aman untuk memeriksa sistem rem adalah setiap penggantian oli mesin,” jelasnya.

“Periksa keausan komponen rem dan ganti part secara teratur. Indikator pada kampas rem aus adalah melihat pada bantalannya. Saat mengganti kampas rem, mekanik juga harus memeriksa pegas, pin, dan bushing rem. Jika ada kerusakan segera ganti baru. Permukaan drum brake harus dibersihkan ketika kampas rem diganti baru. Karena bisa saja kotoran yang menempel pada plat besi membuat rem tidak pakem. Tekanan udara pada sistem rem juga harus diperiksa, karena inilah penghantar gaya dari pedal rem ke sistem rem di dekat roda. Periksa tekanan udara minimal 60 psi atau lebih besar, antara 100 psi dan 125 psi. Itu adalah tekanan ideal truk aman untuk beroperasi. Jika tekanannya kurang dari 100 psi, periksalah rem,” tambahnya.

  1. Lakukan Pengujian Performa Mesin Truk

Masalah mesin dan drivetrain membuat truk lebih cepat mengalami keausan dini. Mekanik menyebutnya downtime. Salah satu tanda paling jelas masalah pada mesin, adanya asap yang berlebihan, tekanan oli berkurang, dan tenaga mesin gembos. Gejala mesin yang tidak sehat dan harus ditangani segera. Jika seperti itu segera lakukan perbaikan.

“Untuk mesin, lakukan tes kompresi secara teratur. Ini dimaksudkan untuk memberi gambaran berapa lama mesin akan bertahan. Pemeriksaan lainnya termasuk memantau temperatur coolant dan mesin, memantau kondisi oli serta tekanannya. Periksalah semua bagian mesin yang memilik seal, bushing, dan bearing. Lalu periksa juga keselarasan roda secara teratur,” sarannya.

  1. Antisipasi Terjadi Korosi

Korosi adalah alasan kuat kenapa suatu kendaraan harus diistirahatkan lebih awal dari perkiraan operasionalnya. Garam dan bahan kimia lain adalah penyebab utama karat. Jika truk sering melewati area pantai atau bekerja di lingkungan yang lembab, konstruksi truk yang sebagian besar terdiri dari besi akan mengalami korosi lebih cepat. Karat bisa dicegah dan ada cara memperpanjang umur kendaraan dengan beberapa tips sederhana.

  1. Cat yang mengelupas adalah area yang tepat untuk karat mulai menghancurkan kendaraan. Ini harus segera ditangani. Segara lakukan pengecatan ulang pada bodi dengan prosedur yang benar mulai dari pengelupasan cat lama, pendempulan, aplikasi cat dasar hingga cat utama.
  2. Jika truk memang harus bekerja di area yang terpapar garam dan lembab, cuci truk setiap seminggu sekali atau tergantung kebutuhan. Mencuci truk menjaga efek merusak kontaminan ke lapisan cat primer dan logam yang tidak dicat. Selain itu, pastikan untuk menjaga talang air pada bagian truk dari kotoran yang menyumbat.
  3. Semprotkan cairan penetran atau antikarat pada engsel dan lubang kunci. Ini akan melindungi peralatan mekanik dari karat.
  4. Cuci truk segera setelah kehujanan. Hujan bisa mengumpulkan polutan dan merusak lapisan pelindung cat.
  5. Hindarikan truk melewati genangan air besar di jalan atau tempat parkir. Genangan air ini mengumpulkan kontaminan bersama dengan kotoran dan debu yang dapat menimbulkan korosi parah pada bagian bawah kendaraan.
  6. Periksa Sistem Kelistrikan Kendaraan

Truk modern bergantung pada sistem kelistrikan untuk menjaga mesin tetap pada efisiensi puncak. Kendaraan baru mengunakan teknologi modern seperti menggunakan sepaket kabel dan sensor untuk mengatur dan mengontrol kondisi mesin.

“Untuk mesin yang menggunakan Engine Control Module (ECM) perlu perangkat komputer yang hanya dimiliki diler resmi. Mekanik ATPM akan mendiagnosis dan maintenance truk beserta sistem kelistrikannya. Beberapa hal sebaiknya diserahkan kepada profesional. Jika hanya memeriksa alur kabel bodi, cukup mengandalkan mekanik perusahaan saja,” ujar Hanafi.

  1. Ganti Suku Cadang yang Terindikasi Menyebabkan Aus atau Rusak

Ketika ada suku cadang yang aus maka harus segera diganti. Tetapi kenyataan di lapangan, spare part pengganti sulit didapat karena pabrikan sudah tidak memproduksinya lagi. “Caranya, jika ada part yang masih bisa digunakan untuk truk lain, simpan part tersebut. Jika ada kerusakan part yang memerlukan penggantian, beli produk yang memberikan garansi seumur hidup atau garansi yang cukup lama, misalnya lima tahun. Memang tidak semua komponen truk ada jaminan seumur hidup seperti bearing, alternator, starter, hingga seal oli. Untuk ke depan, bagian support bengkel atau bagian pembelanjaan di perusahaan perlu membuat daftar part yang mungkin akan rusak dan sulit sekali ditemukan di pasaran. Sedia payung sebelum hujan, mungkin belanja part yang belum rusak pada awalnya tampak mahal, tetapi sisi positifnya pikiran lebih tenang karena sudah tersedia di gudang part,” imbuhnya.

  1. Manajemen Pelumasan

Menjaga agar komponen truk berumur panjang dengan manajemen pelumasan. Cukup gunakan oli dan grease berkualitas tinggi untuk suspensi, sistem kemudi, dan drivetrain. Jika pelumasan tidak diperhatikan dengan benar, bagian dari mesin akan mengalami keausan dini. Akibatnya, pembengkakkan biaya karena kerusakan yang tidak terduga.

Pastikan untuk melakukan inspeksi visual untuk kebocoran di drivetrain. Pemeriksaan visual ini bisa dilakukan sopir sebelum berangkat kerja. Cara terbaik untuk mencegah kerusakan lebih besar adalah menjaga keawetan komponen itu sendiri.

  1. Hindari Mesin Idle Dalam Waktu Lama

Salah satu kebiasaan sopir ketika parkir atau menunggu muatan adalah menyalakan mesin. Berbagai macam alasan tetapi hal ini tidak benar. Jika memungkinkan, perusahaan bisa memasang pompa listrik untuk mengalirkan oli ke bagian-bagian penting sebelum mesin dihidupkan. Selain itu, juga bisa menambahkan pengatur waktu turbo, yang akan mendeteksi panas mesin dan menjaga mesin tetap hidup sampai cukup dingin untuk dimatikan.

  1. Ganti Oli secara Teratur

“Rata-rata kerusakan mesin terjadi setiap beberapa ribu kilometer dan itu terjadi karena truk dipaksa terus bekerja. Mesin akhirnya aus. Untuk meminimalkan kerusakan dini, jaga interval penggantian oli. Semakin lama dipakai, oli mengalami penurunan fungsi. Gesekan antar-komponen terus terjadi seiring mesin dihidupkan. Kondisi seperti ini bisa berbahaya. Meskipun beberapa pabrikan merekomendasikan penggantian oli setiap 8.000 hingga 12.000 km, pada kenyataannya bisa bervariasi berdasarkan operasional truk. Perlu penggantian oli lebih sering jika truk digunakan untuk pengiriman jarak jauh dan medan kerja yang berat,” sarannya.

  1. Jaga Filter Jangan Sampai Tersumbat

Kita semua tahu kualitas BBM di Indonesia kurang begitu baik. Sementara teknologi kontrol emisi pada mesin terus berkembang. Meskipun mesin modern, kinerjanya bisa saja turun jika menggunakan BBM yang berkualitas rendah tanpa memikirkan penggantian filter.  Memperhatikan jadwal penggantian filter adalah solusi terbaik untuk mesin diesel modern.

“Injektor yang kotor atau tersumbat, berakibat penggunaan BBM akan boros. Sehingga penumpukan jelaga di ruang bakar akan lebih cepat. Pengaruh buruknya akan memperlambat efektivitas filter dan kinerja keseluruhan kendaraan. Intinya, jadwal maintenance rutin harus mencakup perbaikan dan penggantian filter seperti yang direkomendasikan oleh pabrikan,” katanya.

  1. Jaga Kondisi Belt pada Mesin

Belt mesin menggerakkan semuanya dari alternator ke kompresor atau fan. Belt yang berbahan dasar karet, semakin lama akan getas. Belt yang putus ketika truk bergerak akan menyebabkan kerusakan serius pada mesin dan secara permanen merusak beberapa bagian vital mesin.

Periksa kondisi belt setiap kira-kira 40.000 km dan ganti sekitar 80.000 km sekali. Belt perlu diperiksa secara visual untuk melihat ada gejala aus seperti muncul serat halus dan retak.

  1. Periksa Kontaminasi Tangki BBM

Menjaga tangki BBM bebas dari kontaminasi dan kelembaban mampu menjaga pasokan BBM ke mesin tetap lancar. Selalu kontrol kelembaban tangki BBM untuk menghindari akumulasi air di dalam solar. Air dalam solar dapat menyebabkan masalah pada mesin.

  1. Hindari Masalah pada Sistem Pendinginan

Banyak kerusakan dini pada mesin karena perawatan yang tidak tepat dari sistem pendingin. Memastikan suhu mesin pada pada keadaan normal adalah tugas dari sistem pendingin. “Jaga kebersihan sistem pendingin, termasuk mengganti komponen yang rusak atau korosi. Pastikan menggunakan jenis coolant dan jumlah yang tepat. Ada beberapa merek coolant yang memerlukan pengenceran untuk menjaga suhu mesin, biasanya dicampur air dengan perbandingan 50:50. Cara lain adalah melakukan diagnosa sistem pendingin adalah memeriksa filter sistem pendingin dengan membersihkan endapan atau kontaminan lain yang terlihat di filter,” ujar Hanafi.

Jadi, maintenance rutin tidak hanya akan mengurangi biaya yang berkaitan langsung dengan perbaikan, tetapi juga penghematan ekstra dengan menghindari pembengkakkan biaya operasional dan menjaga keselamatan pengguna jalan lain.



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix