Tingkatkan Kewaspadaan dan Kinerja dengan Manajemen Risiko Kelelahan

17 / 10 / 2020 - in Berita

Kelelahan kerja penting untuk diperhatikan, karena kelelahan pada pekerja dapat berdampak terhadap penurunan produktivitas kerja dan penurunan konsentrasi kerja. Kelelahan pengemudi merupakan suatu risiko kecelakaan dalam transportasi. Kelelahan pada pengemudi menimbulkan menurunnya daya konsentrasi, lambat bereaksi, kejenuhan, menurunnya kewasapadaan hingga yang lebih tertidur sesaat.

Capt. Prita Widjaja Tenaga Ahli Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) hadir sebagai narasumber membawakan topik Manajemen Risiko Kelelahan di Focus Group Discussion (FGD) berjudul Sistem Manajemen Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan di Purwokerto, pada Rabu (14/10),

Dalam paparannya. Capt. Prita menegaskan bahwa masalah kelelahan adalah tanggung jawab bersama. Ada yang menjadi tanggung jawab organisasi, ada tanggung jawab pekerja. “Organisasi disini adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan, seperti jam kerja, jadwal dan beban kerja. Yang termasuk tanggung jawab pekerja adalah gaya hidup, sayangnya ada yang tidak menjaga kesehatan. Pengemudi ini sudah seperti pilot, perlu dikontrol kesehatannya. Karena tidur menjadi tanggung jawab bersama maka dari itu perlu edukasi untuk pengemudi dan organisasi,” katanya.

Berbicara mengenai lingkungan kerja, Capt. Prita menjelaskan kondisi kerja yang mendukung manajemen kelelahan. “Dibuat desain kerja yang aman dan memungkinkan dijadwal dengan baik. Pengemudi harus tiba ditempat kerja dengan keadaan fit. Dan perusahaan memberikan waktu istirahat yang cukup. Contoh di penerbangan, dalam waktu 24 jam minimal harus diberikan waktu istirahat 9 jam. Dalam 7 hari, harus ada waktu istirahat yang panjangnya minimal 24 jam. Jika pekerja merasa ada gangguan karena kurang tidur ketika bekerja segera melapor,” terangnya.

Perusahaan bisa menerapkan beberapa hal berikut jika ada gejala kelelahan. “Ada pengawasan kelelahan menggunakan sistem yakni bekerja berpasangan. Jangan membiarkan pengemudi kerja sendirian. Lalu perusahaan melakukan kroscek untuk rotasi tugas. Ada juga pemberian istirahat tambahan. Misal ada keterlambatan datang ke lokasi kerja, maka diberikan lebih waktu istirahat untuk keesokan harinya. Selain itu, pengemudi juga bisa tidur sejenak atau napping selama 10 menit. Napping ini tidak akan menggangu jam tidur tapi untuk meningkatkan kewaspadaan,” saran Capt. Prita.

Capt. Prita memaparkan pengelolahan risiko kelelahan yang dimulai dengan menjelaskan aspek-aspek tidur yang sehat. “Pengemudi mendapatakan tidur yang dibutuhkan. Ruangan dalam keadaan gelap. Pada malam hari mulai jam 7 malam secara otomatis muncul hormon melatonin. Hormon ini memiliki fungsi menurukan kolesterol hingga anti stres. Jadi bisa dibayangkan jika orang tidak mendapatkan hormon melatonin, orangnya mudah stres dan cepat emosi. Selanjutnya, suhu ideal untuk tidur adalah 18-24 derajat C. Begitu badan kita suhunya turun, makin cepat lelap. Pastikan juga ketika tidur tidak terganggu,” terangnya.

“Punya kebiasaan tidur yang baik. Maksudnya, rutinitas waktu tidur yang baik. mengistirahat badan dulu sebelum tidur sehingga ada transisi sebelum tidur. Lalu, menjaga makanan dan miniman sebelum tidur. Selain itu, tidak banyak melakukan gerakan menunggu waktu tidur dan menyesuaikan waktu tidur jika ada perubahan jam kerja. Jika akan berangkat malam, diusahakan tidur lebih awal dari biasanya,” ujar Capt. Prita

Berbicara mengenai napping, Capt. Prita dengan tegas menjabarkan bahwa hal tersebut penting. “Jika sudah ngantuk dan tidak bisa ditahan, ini waktunya tidur sejenak. 10 menit itu tidur sejenak. Totalnya akan lebih, karena harus memberikan toleransi 5-20 menit setelah bangun, agar badan lebih siap untuk melanjutkan pekerjaan. Lalu penting juga, banyak minum air. Kurang minum akan membuat badan lesu. Apalagi bekerja di tempat yang panas, AC, atau di malam hari dapat menyebabkan dehidrasi,” tambahnya.

“Manfaatkan kafein dengan cerdas. Ini solusi murah, dapat meningkatkan kewaspadaan dan kinerja. Efek kafein terjadi 20 menit kemudian dan bisa bertahan 6 jam. Kita perlu tahu kapan waktu yang tepat untuk minum kopi. Saya memahami alkohol bisa membuat rileks tapi juga ada efek menganggu. Pil tidur juga boleh digunakan tapi jangan terlalu sering, harus dengan resep dokter,” imbuhnya.

“Berikutnya adalah menjaga makan dengan benar. Makan dengan benar akan mempertahankan kadar gula darah untuk mengontrol naik turunnya tingkat energi. Makan rendah lemak tapi tinggi protein, kewaspadaan kita bisa tinggi. Dan terakhir, olah raga. Aktivitas ini dapat membantu tidur lebih nyenyak dan merasakan nilai lebih istirahat. Selain itu juga, membantu menghilangkan stres, meningkatkan kesehatan, memperkuat fungsi kekebalan tubuh dan meningkatkan kekuatan otot. Lakukan juga aktivitas apa pun yang membuat detak jantung meningkat setidaknya selama 20 menit, karena itu bagus untuk kesehatan,” pungkas Capt. Prita.

Editor : Sigit

Foto : Truckmagz



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix