Tiga Kategori Perusahaan pada Era Kenormalan Baru, Anda Termasuk yang Mana?

26 / 06 / 2020 - in Berita

Berdasarkan data yang dirilis Deloitte, salah satu perusahaan akuntan internasional terbesar di dunia, terdapat tiga kategori perusahaan dilihat dari upaya mereka dalam mengantisipasi kondisi pasca-pandemi Covid-19 atau kenormalan baru. Tiga kategori tersebut, yaitu better prepared to mitigate, better prepared to respond, dan companies are scrambling. Chief Operating Officer PT Iron Bird Logistic, Hally Hanafiah mengatakan bahwa setiap kategori memiliki beberapa ciri sebagai indikatornya.

Ciri-ciri perusahaan yang terkategori better prepared to mitigate atau lebih siap untuk mengurangi dampak pandemi, yakni berupaya mengembangkan dan menerapkan strategi manajemen risiko rantai pasok (supply chain) dan kelangsungan bisnisnya; melakukan diversifikasi supply chain dari perspektif geografis, untuk mengurangi risiko dari sisi penawaran dari satu negara atau wilayah; memiliki komoditas utama yang berasal dari multi-sumber untuk mengurangi ketergantungan mereka dari satu pemasok; dan telah mempertimbangkan strategi inventory guna melindungi dari gangguan rantai pasok (supply chain disruption).

Sementara perusahaan yang terkategori better prepared to respond atau lebih siap dalam merespons situasi akibat pandemi memiliki ciri-ciri, seperti telah membangun hubungan erat dengan pemasok untuk memberikan visibilitas di seluruh jaringan supply chain yang telah diperluas; mereka lebih cekatan (agile) dalam jaringan produksi dan distribusinya untuk melakukan konfigurasi ulang dan mempertahankan pasokan ke permintaan global secara cepat; serta berinvestasi dalam perencanaan supply chain dan solusi control tower dalam merespons dan memprediksi masalah rantai pasoknya.

Sedangkan perusahaan dengan kategori companies are scrambling atau perusahaan yang tidak mampu mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 mempunyai ciri-ciri, seperti ketergantungan yang tinggi terhadap satu pemasok untuk produk-produk utamanya; tidak punya visibilitas yang cukup di seluruh jaringan rantai pasok secara luas untuk melihat risiko yang ada; tidak memiliki sistem untuk memahami status inventory mereka untuk pengoptimalan produksi dan alokasi pelanggan; dan tidak memiliki jaringan logistik yang fleksibel untuk memastikan aliran distribusi barang dengan cara yang menguntungkan.

 

Editor: Antonius
Foto: Dok. TruckMagz



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix