Tarif Penyeberangan di Selat Bali Turun Lagi

17 / 01 / 2016 - in News

Setelah pemerintah menurunkan harga bahan bakar jenis solar, PT ASDP Indonesia Ferry sebagai BUMN yang mengelola jasa angkutan penyeberangan penumpang, kendaraan dan barang kembali memberlakukan penurunan tarif penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur dan di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, berlaku per 16 Januari 2016, pukul 00.00 WIB.

Sebelumnya, PT ASDP Indonesia Ferry pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur telah menurunkan tarif penyeberangan di Selat Bali tersebut pada 24 Oktober 2015 lalu, dengan kisaran Rp500 hingga Rp 4.000.

Menurut Wahyudi Susianto selaku Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pihaknya kembali menurunkan tarif penyeberangan di selat Bali ini menyusul kebijakan pemerintah menurunkan harga bahan bakar minyak jenis solar.

“Penurunan tarif penyeberangan dari atau ke pelabuhan Ketapang berlaku untuk semua golongan kendaraan dan penumpang, dengan nominal yang bervariasi. Untuk kendaraan rata-rata penurunannya 4,51 persen, sedangkan untuk penumpang pejalan kaki penurunannya sebesar 17,14 persen,” jelas Wahyudi.

Wahyudi juga menjelaskan latar belakang kebijakan penurunan tarif penyeberangan kapal di wilayah kerjanya itu. Menurut Wahyudi, Kebijakan ini merujuk pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 5 Tahun 2016 tanggal 12 Januari 2016 tentang Tarif Penyeberangan Lintas Antar-Provinsi, yang disahkan dengan keputusan Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Nomor KD.11/OP.404/ASDP-2016 tentang Tarif Terpadu Lintas Antar-Provinsi pada Pelabuhan Penyeberangan di lingkungan PT ASDP Indonesia Ferry.

Namun demikian, Wahyudi menampik jika pihaknya bakal menurunkan kualitas pelayanan di pelabuhan. “PT ASDP berjanji, meskipun tarifnya turun tetapi pelayanan kami akan selalu ditingkatkan,” janjinya.

Teks : Antonius

Sumber foto ISTIMEWA

Screenshot-6e



Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix