Taati Batas Kecepatan dan Doktrin Jalan Tol

29 / 12 / 2018 - in Ask The Expert, News

Batas kecepatan mengendarai di jalan tol, sudah diatur dalam Peraturan Menteri (PM) Perhubungan 111 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penetapan Batas Kecepatan. Penetapan batas kecepatan dimaksudkan untuk mencegah kejadian dan fatalitas kecelakaan serta mempertahankan mobilitas lalu lintas. Juga bertujuan untuk kualitas hidup masyarakat.

Setiap jalan memiliki batas kecepatan paling tinggi yang ditetapkan secara nasional. Batas kecepatan paling tinggi meliputi batas kecepatan jalan bebas hambatan, jalan antarkota, jalan pada kawasan perkotaan dan jalan pada kawasan permukiman.

Batas kecepatan paling rendah 60 km per jam dan paling tinggi 100 km per jam untuk jalan bebas hambatan (termasuk di dalamnya jalan tol). Paling tinggi 80 km per jam untuk jalan antar kota, paling tinggi 50 km per jam untuk jalan kawasan perkotaan dan maksimal 30 km per jam untuk jalan kawasan permukiman.

Di jalan tol sudah ada rambu maksimum 100 km per jam, minimum 60 km per jam. Ada baiknya juga diberikan marka batas kecepatan sebagai penambah ingatan bagi pengemudi. Perlu pula dilengkapi kamera pemantau kecepatan (speed camera). Jika ada kendaraan yang melanggar, selain kelebihan kecepatan juga kurang dari batas minimal kecepatan yang sudah ditetapkan, bisa dikenakan sanksi hukum. Sepanjang jalan juga diberikan spanduk yang menyebutkan jika kendaraan yang lewat tol ini dilakukan pemantauan yang diawasi dengan kamera. Jika melanggar akan dikenakan sanksi sesuai aturan.

Di samping itu, perlunya ada edukasi terhadap pengemudi khusus angkutan barang dan penumpang. Jalan tol Trans Jawa yang nyaman dapat mengakibatkan kefatalan berlalu lintas. Kecenderungan mengemudi monoton jarak jauh menyebabkan micro sleep. Micro sleep terjadi antara 4 hingga 5 detik yang bila terjadi kecelakaan bisa membuat fatal. Ketika jalan lancar keselamatan kendaraan tidak terjamin, maka kecelakaan pasti fatal. Program kampanye micro sleep di segala sektor kehidupan lebih digalakkan lagi demi kesematan berlalu lintas.

Oleh sebab itu, perlu ada variasi mengemudi, setelah dua hingga tiga jam pengemudi harus istirahat di rest area untuk sekedar memejamkan mata sejenak. Atau keluar dari jalan tol beralih ke jalan non tol untuk variasi mengemudi kendaraan. Memang untuk di jalan non tol kecepatan jangan lebih 80 km per jam dan harus lebih berhati-hati. Tingkat gangguan lalu lintas lebih banyak dibanding berada di jalan tol terasa kurang nyaman, seperti pesepeda motor yang tiba-tiba menyalip, pesepeda motor dan pejalan kaki yang seenaknya menyeberang dari jalan-jalan lokal sepanjang jalan arteri itu tanpa melihat ada kendaraan yang melintas, sehingga perlu kewaspadaan. Lampu lalu lintas (traffic light) di persimpangan jalan non tol (arteri) sudah tidak diindahkan lagi.

Beda halnya dengan mengemudi di jalan tol yang tidak ada sepeda motor dan pejalan kaki. Setelah beroperasi jalan Tol Trans Jawa, sekarang ini ada kecenderungan jalan non tol menjadi lebih lengang. Volume kendaraan yang melintas sudah berbagi. Saat mudik lebaran, jalan non tol dipadati lalu lalang sepeda motor.

Waktu kerja mengemudi sudah diatur pada pasal 90 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Setiap perusahaan angkutan Umum wajib mematuhi dan memberlakukan ketentuan mengenai waktu kerja, waktu istirahat, dan pergantian pengemudi kendaraan bermotor umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Waktu kerja bagi pengemudi  kendaraan bermotor umum paling lama 8 jam sehari. Pengemudi kendaraan bermotor umum setelah mengemudikan kendaraan selama 4 jam berturut-turut wajib beristirahat paling singkat setengah jam. Dalam hal tertentu pengemudi dapat dipekerjakan paling lama 12 jam sehari termasuk waktu istirahat selama 1 jam.

Pengelola kawasan rest area di jalan tol hendaknya diwajibkan untuk menyediakan ruang khusus istirahat bagi pengemudi angkutan barang. Pengemudi bisa beristirahat dengan waktu yang cukup dengan tempat yang nyaman. Pengemudi tidak lagi tidur kabin truk. Di sisi lain, aparat Kementerian Perhubungan bisa melakukan pengawasan muatan lebih juga di rest area, agar angkutan barang bisa melaju dengan kecepatan minimal 60 km per jam di jalan tol. Perlengkapan penimbangan dan pengujian kendaraan bermotor atau jembatan timbang untuk angkutan barang disediakan pula di rest area.

Doktrin lancar dan nyaman
Masih banyak pengguna jalan yang kurang memahami persyaratan teknis dan laik jalan kendaraan yang dikendarainya. Jangankan kendaraan pribadi (privat car) yang tidak diuji berkala, kendaraan umum pun yang diuji berkala masih banyak yang asal-asalan.

Harus diakui dengan terhubungnya jaringan jalan tol di Pulau Jawa dapat mempersingkat waktu perjalanan. Ada hal yang salah dilakukan pemerintah ketika mengkampanyekan menggunakan jalan tol, yakni lewat tol cepat sampai dibanding jalan non tol (jalan arteri). Dampaknya, doktrin itu sudah tertanam dalam benak masyarakat.  Sesungguhnya jika hal itu terjadi, maka standar kecepatan bisa lebih tinggi, tentunya standar kelaikan kendaraan dan prasarana jalan tol juga diselenggarakan pengawasan yang lebih ketat.

Namun, jika di masyarakat ditekankan menggunakan jalan tol itu akan membuat perjalanan lebih lancar dan nyaman bukan cepat tiba sampai tujuan, bisa jadi sugesti masyarakat akan berbeda. Perjalanan akan dinikmati tidak harus cepat namun bisa mengutamakan kenyamanan. Pemandangan sepanjang jalan Tol Trans Jawa bisa jadi penghibur selama perjalanan, ada hamparan sawah menghijau, tanaman bawang dan perkebunan karet, melihat tepi laut dari kejauhan di ruas tol Batang-Weleri

Keselamatan harus diutamakan jika berkendaraan di jalan raya. Perlu doktrin baru dari pemerintah ke masyarakat, menggunakan tol lebih lancar dan nyaman, agar tertanam pentingnya keselamatan berlalu lintas. Kecepatan bukan tolak ukur keberhasilan, tetapi kenyamanan menjadi idaman pengguna tol.

Oleh

Djoko Setijowarno

Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata

Editor : Sigit A



Sponsors

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix