Kulgram Indonesia Truckers Club

Sopir Truk Rentan Tertular Virus Corona, Perhatikan Prosedur Ini

26 / 03 / 2020 - in Berita

Pengemudi angkutan barang sebagai garda dalam transportasi logistik harus lebih diperhatikan, karena rentan tertular virus Corona (Covid-19) yang kini sedang mewabah. Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) pun harus diperketat, serta mengubah kebiasaan atau pola kerja terkait social distancing atau jaga jarak bersosialisasi untuk memutus rantai penularan pandemi ini.

“Dalam beberapa kasus K3 terjadi kecelakaan karena pekerjanya tidak mau mengenakan APD (Alat Pelindung Diri) karena tidak nyaman. APD penting untuk menangkal wabah ini mengingat Covid-19 menular melalui droplet, atau percikan cairan dari tubuh penderita. Misalnya penderita bersin, droplet itu terkena orang di sekitarnya,” kata Adrianto Sugiarto Wiyono, Dosen Prodi Logistik Politeknik APP Jakarta dalam sesi Kulgram (Kuliah Telegram) Indonesia Truckers Club dengan topik ‘Virus Corona dan Keselamatan di Jalan’, Rabu (25/3/2020).

Ia mengatakan bahwa dalam kondisi rawan wabah seperti saat ini perlu kesadaran dari para pengemudi untuk selalu berhati-hati. Sebab meskipun sudah berhati-hati, ketidaksengajaan karena refleks tangan mengusap wajah dan sebagainya akan berpotensi virus mudah masuk dalam butuh, entah melalui mulut, hidung maupun mata.

Kekhawatiran ini dirasakan oleh pengemudi PT Sankyu Indonesia, Dodi Surahman. Menurutnya, sejak Covid-19 mulai mewabah di Indonesia dirinya merasa takut, karena pengemudi memiliki potensi besar tertular. Mengingat ketika di jalan melakukan banyak interaksi, baik interaksi sosial maupun dengan banyak benda mati yang memungkinkan telah terpapar virus.

“Jujur sangat waswas saat mengisi bahan bakar, mampir makan di warung dan untuk bongkar muat. Di sisi lain kami juga jadinya saling curiga dengan kawan sendiri, apakah dia kena virus atau tidak,” ujar Dodi menjelaskan.

Guna mengatasi kekhawatiran tersebut, Robby Prakoso dari Indonesia Driving Institute punya beberapa rekomendasi untuk pencegahan Covid-19. Pertama adalah pengemudi harus dalam kondisi sehat dengan asupan gizi yang cukup, serta dilengkapi APD yang difasilitasi perusahaan.

Menurut Robby, kendaraan juga harus terawat dengan baik agar siap pakai. “Untuk menghindari masalah di jalan sehingga memperkecil kemungkinan sopir bersinggungan dengan banyak orang. Ketiga, kesadaran pengemudi untuk waspada terhadap wabah harus ditingkatkan, agar tidak tertular karena mengabaikan kebersihan,” ucap Robby.

Kunci pencegahannya menurut Erreza Hardian dari RDL Logistik adalah mengubah kebiasaan atau prosedur kerja. Menurut Erreza, dalam kondisi rentan tertular wabah sekarang ini, perusahaan transporter perlu memberi insentif melalui penerapan pola makan dengan gizi yang baik bagi para pengemudinya.

“Selanjutnya dicek kesehatannya sebelum mulai berkendara. Mari rangkul mereka agar senantiasa tidak berada di jalan sendirian dan berikan kendaraan yang terbaik. Berikan waktu kerja sesuai ketentuan untuk menjaga kondisi fisik dan pikiran mereka. Kalau kesehatan pengemudi dan masyarakat terjaga maka distribusi barang juga terjaga,” ujar Erreza menerangkan.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Ilustrasi: Anton



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix