Sinergi BUMN Via Tol Laut, Kemenhub Kawal Distribusi Minyak Goreng di Indonesia Timur

13 / 05 / 2022 - in Berita

Sebanyak 300 ton minyak goreng curah dan 800 ton gula yang diangkut oleh Tol Laut Kementerian Perhubungan  Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah tiba di Kupang – NTT dan siap untuk didistribusikan ke pasar-pasar tradisiona dengan harga sesuai HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp 14.000/liter atau Rp 15.000/kg.

Kapal tiba di Kupang pada tanggal 10 Mei 2022, dan disambut oleh Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tenau Kupang, BUMN Holding pangan ID FOOD, BRI dan Pos Indonesia, PTPN Group dan Pemerintah Daerah setempat.

Pelaksana tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Capt Mugen Sartoto menjelaskan gula dan minyak goreng curah merupakan pasokan Badan Pangan Nasional bersama Kementerian BUMN melalui BUMN Holding Pangan ID FOOD dan PTPN Group, Pos Indonesia dan BRI yang dikirim dari Sumatera Utara sejak 28 April lalu menggunakan kapal Tol Laut.

“Langkah ini merupakan sinergi lintas sektor dan juga BUMN dengan Kemenhub sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan dengan tetap menjaga efisiensi biaya logistik pangan ke wilayah Indonesia Timur,” ujar Capt Mugen.

 

Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD, Frans Marganda Tambunan mengatakan sebanyak 300 ton minyak goreng curah dan 800 ton gula mulai didistribusikan ke pasar – pasar tradisional dan UMKM di Kupang. “Upaya menciptakan ekosistem pangan, kami turut sinergikan dengan BRI, bukan hanya untuk melibatkan UKM binaannya dalam pendistribusian minyak goreng termasuk komoditas gula, namun juga agar BRI dapat mendukung UKM maupun Pedagang jika ada yang membutuhkan pembiayaan,”tambah Frans.

Direktur Utama PTPN, Abdul Ghani mengatakan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) sebagai penjaga ketahanan pangan (food security) bersinergi dengan ID FOOD untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, khususnya untuk minyak goreng dan gula. Sinergi distribusi ini akan menjadi solusi kendala logistik pangan yang disebabkan biaya atau ongkos logistik yang tinggi, sehingga berdampak pada tingginya komoditas pangan di wilayah tertentu.

 

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia, Siti Choiriana mengatakan PT Pos Indonesia mendukung pemerataan pangan, melalui peran distribusi logistik port to door, door to port, door to door serta kemampuan system tracking dan tracing yang mampu memastikan pengiriman terdeliver dengan baik. “Melalui kolaborasi ini, Pos Indonesia akan meningkatkan peran logistik pangan kepada masyarakat.” katanya.

Editor : Sigit

Foto : Ditjen Perhubla



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix