Siap-siap, Jalan Tol akan Selalu Terawasi Smart Technology

28 / 02 / 2019 - in News

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mulai melakukan perubahan dalam proses bisnisnya menghadapi era industri 4.0, melalui digital physical, konektivitas dan computer power, human-machine interface, dan analytics intelligence. 

Kementerian PUPR pun memulainya dengan menggelar Pameran PUPR 4.0 Expo pada 11 Februari hingga 15 Maret 2019. Kegiatan yang diadakan di Ruang Serbaguna Gedung Utama Kementerian PUPR itu bertujuan mempublikasikan produk dan inovasi dari Kementerian PUPR, yang mengedepankan layanan berbasis internet pada era revolusi industri 4.0 saat ini.

Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) ikut berpatisipasi dalam pameran tersebut, dengan membawa tema Penerapan Smart Technology dalam Pengawasan Jalan Tol. Menurut Kepala BPJT, Danang Parikesit, salah satu bentuk modernisasi dalam sistem tersebut melalui penerapan transaksi non tunai yang dilaksanakan serentak di seluruh jalan tol sejak 31 Oktober 2017 lalu.

“Transaksi non tunai di jalan tol merupakan modernisasi sistem pembayaran tol untuk meningkatkan kecepatan dan efisiensi di jalan tol,” kata Danang. Kepala BPJT yang baru menggantikan Herry Trisaputra Zuna ini pun menjelaskan, pemerintah juga menargetkan penerapan multi lane free flow (MLFF), yaitu proses pembayaran tol tanpa menghentikan kendaraan di gerbang tol. Tahapan menuju pengembangan MLFF tersebut, lanjut Danang, harus didahului dengan mewujudkan perilaku pengguna jalan tol yang sudah terbiasa dengan pembayaran non tunai.

Selain itu, teknologi lainnya dalam pengawasan jalan tol seperti weigh in motion (WIM) yang telah diterapkan pada ruas Tol Tangerang-Merak. WIM adalah perangkat atau sistem timbangan yang dapat mengukur beban kendaraan dalam kondisi kendaraan bergerak yang melintas di atas timbangan tersebut.

Manfaat pemasangan WIM adalah pengumpulan data statistik seperti jumlah kendaraan/jam, klasifikasi kendaraan, dan berat kendaraan. Serta manfaat lainnya, seperti sistem deteksi, monitoring, dan pengaturan kendaraan overload.

Teknologi terkini yang tak kalah penting untuk diimplementasikan di jalan tol adalah Smart CCTV, seperti yang telah dipasang di beberapa ruas tol dan rest area yang dikelola PT Jasamarga. Prinsipnya, Smart CCTV ini memiliki kemampuan yang sama dengan CCTV pada umumnya, namun kelebihan Smart CCTV terletak pada kemampuannya untuk mengidentifikasi suatu objek dan mendapatkan data serta informasi dari objek tersebut.

Kemampuan yang dimiliki Smart CCTV antara lain menghitung jumlah kendaraan/traffic counting, menghitung antrian kendaraan di gardu tol, menghitung kecepatan segmen ruas jalan tol, dan mampu mengenali pelat nomor polisi secara otomatis atau automatic plate number recognition (ANPR). Serta dapat membantu penegakan hukum terkait over/lower speed, crossing bahu, dan illegal bahu.

Melalui transformasi ke arah digitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya operasional, serta memperbaiki proses penindakan pelanggaran di jalan tol.

 

Editor: Antonius
Foto: Anton



Related Articles

Sponsors

NEW_327X300_

AFFA-logisticsphotocontest 

Capture 

logo-chinatrucks300 327pix