Seratus Persen Lulusan Kampus Berbasis Logistik Terserap Dunia Kerja

07 / 02 / 2017 - in News
Kampus Berbasis Logistik

Berdasarkan pengamatan Supply Chain Indonesia (SCI), mahasiswa lulusan perguruan tinggi berbasis logistik seratus persen terserap untuk kebutuhan tenaga kerja di sektor logistik. “Sepanjang pengamatan saya seperti yang terjadi Politeknik Pos Indonesia semua lulusannya terserap oleh industri logistik. Bahkan banyak mahasiswa yang belum lulus pun sudah diterima di perusahaan tempat mereka magang,” kata Setijadi, Ketua SCI kepada TruckMagz, Selasa (7/Feb).

Menurut Setijadi, fakta di atas membuktikan sektor logistik semakin disadari perang pentingnya oleh publik luas, tidak hanya pemerintah dan pelaku bisnis. “Kalau saya amati dengan perhatian yang besar dari pemerintah terhadap sektor logistik, kedepan banyak perguruan tinggi akan membuka program studi khusus logistik,” tambahnya.

Senada dengan Setijadi, Tirtana Siregar, Peneliti Politeknik APP (Akademi Pemimpin Perusahaan). Menurutnya, selama dua tahun terakhir minat lulusan SMA terhadap Program Studi khusus logistik semakin meningkat. Hal itu dibuktikan pada tahun pertama  Politeknik APP membuka Prodi Manajemen Logistik Industri Elektronika yakni tahun 2015, jumlah pendaftar mencapai ribuan orang. Padahal pihak perguruan tinggi menyediakan kelas terbatas hanya 160 mahasiswa.

“Kurikulum yang digunakan Politeknik APP mengintergrasikan dengan standar kompetensi bidang logistik yang diadopsi dari Australian Standard (AQF certificate IV in Logistics),” kata Tirtana. Agar lulusan memiliki daya saing dan dapat terserap kebutuhan tenaga kerja di sektor logistik, Politeknik APP melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan logistik, salah satunya Pandu Logistik. Perguruan Tinggi yang berlokasi di Jakarta ini juga telah bekerjasama dengan Asosiasi Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (ASPERINDO) dan Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI).

Selain itu, Politeknik APP juga memfasilitasi mahasiswanya melakukan sertifikasi profesi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi yang dikelola mandiri. Dengan begitu mahasiswa setelah lulus tidak hanya memperoleh Ijazah, tetapi juga kita fasilitasi untuk memperoleh sertifikasi profesi sebagai bukti bahwa mereka memang berkompeten.

Sejauh ini, berdasarkan data Supply Chain Indonesia (SCI), beberapa perguruan tinggi telah membuka jurusan/program studi (prodi) logistik, di antaranya Politeknik Pos Indonesia yang mempunyai Prodi Logistik Bisnis (D3 dan D4) dan Sekolah Tinggi Manajemen Logistik Indonesia (STIMLOG) yang mempunyai Prodi Manajemen Logistik (S1). Selain itu, Politeknik APP mempunyai Prodi Manajemen Logistik Industri Elektronika (D3), sedangkan Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi (STMT) Trisakti mempunyai Prodi Logistik dan Material (D3, S1, dan S2).

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Poltek. APP

 

 

Related Articles

Sponsors