Seperti Ini Pengaturan Operasional Angkutan Barang pada Lebaran 2022

09 / 04 / 2022 - in Berita

Kementerian Perhubungan akan diberlakukan pembatasan operasional kendaraan barang di jalan tol dan jalan nasional pada Lebaran 2022. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi, mengatakan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang tersebut akan berlaku pada arus mudik lebaran 2022 yaitu 28 April 2022 hingga 1 Mei 2022.

Kemenhub mengeluarkan Surat Edaran Nomor 40 Tahun 2022 tentang Pengaturan Operasional Angkutan Barang Pada Masa Arus Mudik dan Arus Balik Selama Angkutan Lebaran Tahun 2022. Adapun pengaturan operasional tersebut akan berlaku untuk arus mudik pada 28 April – 1 Mei 2022 dan arus balik pada 7 – 9 Mei 2022.

Pada media briefing angkutan Lebaran 2022, Jumat (8/4), Dirjen Budi menjelaskan bahwa pihaknya telah sepakat dengan Korlantas Polri untuk memberlakukan pembatasan operasional. “ Pertama akan kita berlakukan pembatasan kendaraan barang logistik. Pembatasan ini bukan pelarangan ya. Bukan dilarang menggunakan jalan tol tapi diperbolehkan pada waktu tertentu. Karena potensi kendaraan pribadi menggunakan jalan tol besar sekali,” kata Dirjen Budi.

Pengaturan pembatasan operasional angkutan barang dilakukan terhadap mobil barang dengan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dan kereta gandengan; dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, dan/atau batu, bahan tambang, dan bahan bangunan.

Pengaturan pembatasan operasional angkutan barang berlaku untuk Ruas Jalan Tol dan Ruas Jalan Nasional. Dengan waktu pemberlakuan untuk arus mudik pada Kamis, 28 April 2022 pukul 00.00 WIB sampai dengan Hari Senin, 9 Mei 2022 pukul 12.00 WIB dan arus balik hari Sabtu, 7 Mei 2022 pukul 00.00 WIB sampai dengan Hari Senin, 9 Mei 2022 pukul 12.00 WIB.

Terdapat 15 Ruas Tol yang diberlakukan pembatasan operasional angkutan barang di antaranya:
1. Ruas Tol Bakauheni – Palembang;
2. Ruas Tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo;
3. Ruas Tol JORR;
4. Ruas Tol Jakarta – Bogor – Ciawi – Cigombong;
5. Ruas Tol Jakarta – Cikampek;
6. Ruas Tol Cikampek – Purwakarta – Padalarang – Cileunyi;
7. Ruas Tol Cikampek – Palimanan – Kanci – Pejagan;
8. Ruas Tol Pejagan – Pemalang – Batang – Semarang;
9. Ruas Tol Krapyak – Jatingaleh;
10. Ruas Tol Jatingaleh – Srondol;
11. Ruas Tol Jatingaleh – Muktiharjo;
12. Ruas Tol Semarang – Solo – Ngawi;
13. Ruas Tol Ngawi – Kertosono – Mojokerto – Surabaya – Gempol – Pasuruan – Probolinggo;
14. Ruas Tol Surabaya – Gresik dan;
15. Ruas Tol Pandan – Malang.

Lalu, 26 Ruas Jalan Nasional yang diberlakukan pembatasan operasional angkutan barang yakni Ruas Jalan Medan – Berastagi, Ruas Jalan Pematang Siantar – Parapat Simalungun – Porsea, Ruas Jalan Jambi – Padang via Sarolangun, Ruas Jalan Jambi – Padang via Tebo, Ruas Jalan Jambi – Padang via Sengeti serta Ruas Jalan Jambi – Palembang.

Kemudian Ruas Jalan Jakarta – Tangerang – Serang – Cilegon – Merak, Ruas Jalan Merak – Cilegon – Lingkar Selatan Cilegon – Anyer – Labuan, Ruas Jalan Raya Merdeka – Jalan Raya Gatot Subroto, Ruas Jalan Serang – Pandeglang – Labuan, Ruas Jalan Bandung – Nagrek – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar, Ruas Jalan Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon, dan Ruas Jalan Ciawi – Cianjur.

Berikutnya, ruas Jalan Solo – Klaten – Yogyakarta, Ruas Jalan Bawen – Magelang – Yogyakarta, Ruas Jalan Brebes/Tegal – Ajibarang – Purwokerto, serta Ruas Jalan Purwokerto – Banjarnegara – Wonosobo – Magelang (Secang).

Serta ruas Jalan Jogja – Wates, Ruas Jalan Jogja – Sleman – Magelang, Ruas Jalan Jogja – Wonosari, Jalur Jalan Lintas Selatan (Jalan Daendeles), Ruas Jalan Pandaan – Malang, Ruas Jalan Probolinggo – Lumajang, Ruas Jalan Caruban – Jombang, Ruas Jalan Banyuwangi – Jember, dan Ruas Jalan Denpasar – Gilimanuk.

Pengaturan operasional angkutan barang ini tidak berlaku bagi beberapa jenis kendaraan angkutan barang dengan muatan tertentu yang mengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, serta barang-barang pokok seperti beras, tepung terigu, dan sebagainya.

Untuk mengatasi masalah kemacetan yang mungkin terjadi, Dirjen Budi juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas. “Kami juga sudah berkoordinasi dengan Korlantas Polri dengan melakukan simulasi contra flow yang baik dari kilometer mana ke kilometer mana. Secara teknis antar Dirlantas Polda sudah saling koordinasi, karena dampak dari penanganan atau manajemen rekayasa yang dilakukan oleh satu Polda bisa berdampak di Polda lain. Contraflow pasti kita lakukan di jalan tol. One way juga mungkin akan kita lakukan mengenai kepastian tanggal akan disepakti dengan stakeholder terkait dulu. Kami masih mendengarkan masukan dari Jasa Marga terkait waktu pelaksanaannya. Ini kami eveluasi dari hasil pantauan mudik tahun 2019,” ujar Dirjen Budi.

Editor : Sigit

Foto : truckmagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix