Sempat Terkendala Pembebasan Lahan, Presiden Targetkan Tol Balikpapan-Samarinda Selesai Tahun 2018

25 / 03 / 2016 - in Berita

Meski terkendala pembebasan lahan, pembangunan ruas tol Balikpapan-Samarinda Seksi V Balikpapan-Sepinggan, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur dipastikan telah dimulai kembali. Pembangunan akses tol dengan panjang keseluruhan mencapai 99,02 kilometer ini sejatinya telah dimulai sejak 2010, namun sempat terhenti lantaran terkendala pembebasan lahan.

“Saya memastikan kembali, dan memang benar di November 2015 lalu pembangunannya (jalan tol Balikpapan-Samarinda) sudah dimulai lagi dan konstruksinya saat ini sudah selesai hingga 7,6 kilometer,” kata Presiden saat meninjau proyek penyelesaian pembangunan ruas tol Balikpapan-Samarinda Seksi V Balikpapan-Sepinggan, Balikpapan Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), Kamis (24/Mar).

Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Presiden didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Presiden Joko Widodo sebelumnya memang pernah memaksa Gubernur (Awang Faroek Ishak) untuk memulai kembali pembangunannya. Pasalnya, menurut Presiden, masalah pembebasan lahan tidak hanya terjadi di proyek jalan tol namun juga kerap terjadi di banyak proyek. Presiden mencontohkannya pada pembangunan beberapa kawasan industri dan jalur kereta api di Tanah Air.

Presiden juga mengungkapkan keoptimisannya bahwa pembangunan tol seharga Rp 13,112 triliun tersebut dapat terselesaikan di tahun 2018 mendatang. Presiden menjelaskan bahwa 27 kilometer dari ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda dibiayai dengan APBN dan APBD. Sementara sisanya akan diberikan kepada investor. “Kita berharap bulan depan (April) sudah selesai (diberikan kepada investor),” kata Presiden Joko Widodo.

Dibukanya akses jalan tol Balikpapan-Samarinda ini diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh perjalanan dari Balikpapan menuju Samarinda atau sebaliknya, yang semula butuh waktu sekitar 2,5-3 jam menjadi sekitar satu jam.

Karena itu, Menurut Presiden, saat ini pemerintah sedang membuat terobosan agar masalah pembebasan lahan tidak lagi menghambat pembangunan infrastruktur. “Kalau pembebasan lahan selesai, konstruksi itu cepat selesai,” tandas Presiden.

Sebelumnya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan bahwa progres pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol Balikpapan-Samarinda sudah mencapai 85 persen dari total panjang 99,02 kilometer, sementara sisanya sebesar 15 persen belum dibebaskan. Meski begitu, Menteri Basuki optimis dengan adanya dorongan dari Presiden Joko Widodo dan pemerintah daerah, masalah pembebasan lahan dapat segera terselesaikan.

Teks : Antonius S

Foto : KompuBM-Kemen PUPR



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix