Semen Indonesia Minta Penghapusan Pajak Angkutan Barang KA

04 / 10 / 2018 - in Berita

PT Semen Indonesia mengharapkan adanya insentif dari pemerintah melalui PT Kereta Api Indonesia (KAI), untuk pengiriman barang menggunakan moda kereta api (KA). Pemberian insentif ini dinilai dapat menciptakan biaya pengiriman barang lebih kompetitif dibandingkan moda angkutan lain.  Diketahui saat ini angkutan barang dengan KA masih terbebani Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10 persen.

Saat ini PT Semen Indonesia masih menggunakan skema intermoda dalam distribusi produknya. Hal ini disebabkan penggunaan moda kereta api masih belum memadai dalam proses distribusi point to point. “Kita sekarang menggunakkan kereta api dengan skema intermoda, jadi distribusi lanjutannya menggunakkan truk,” kata Adi Munandir, Direktur Pemasaran dan Supply Chain PT Semen Indonesia dalam sebuah diskusi di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Adi Munandir, semestinya KAI dalam layanannya juga memberikan angkutan lanjutan tentunya dengan tarif yang kompetitif. Jika layanan tersebut disediakan dan secara total cost lebih efisien ketimbang angkutan truk, pemilik barang pasti akan beralih ke kereta api. Saat ini, Semen Indonesia hanya menunggu solusi lebih lanjut dari pemerintah dan KAI terkait masalah tersebut.

“Intinya kalau menggunakan kereta api harus dilihat dari total cost. Tidak cuma berhenti di stasiun saja, tapi harus point to point,” tambahnya. Ke depan, jika pemerintah memberikan insentif, Adi berharap dapat menjadi stimulus terhadap meningkatkanya okupansi kereta api barang.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Kalog



Related Articles

Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix