SDM Maritim Harus Tangguh dan Terampil pada Masa Pandemi

11 / 09 / 2020 - in Berita

Pandemi Covid-19 dan badai resesi ekonomi, hampir setiap sektor usaha terkena dampaknya. Tidak terkecuali di sektor kemaritiman dengan industri pelayaran dan logistik yang menjadi aktivitas utamanya.

SDM tersebar dalam sarana transportasi (penghubung antar pulau), pariwisata, pengelolaan sumber daya alam dan pertahanan negara. Myshipgo melalui forum diskusinya, Indonesia Maritime Club hadir dalam series 18 dengan topik ‘Pemberdayaan Sumber Daya Manusia dan Peluang Karir Pelaut di Sektor Kemaritiman’ pada Rabu (9/9).

Hadir sebagai pembicara natara lain Kepala Badan Pengembangan SDM Kementerian Perhubungan Ir. Sugihardjo, M.Si, Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan Capt. Hermanta, S.H., M.M., M.Mar dan Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPP INSA (Indonesia National Shipowners’ Association) Capt. Zaenal Arifin Hasibuan, M.Mar serta Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto yang turut hadir memberikan sambutan.

Dalam paparannya, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengatakan Kementerian Perhubungan saat ini sedang mengkombinasikan antara kompetensi yang diatur oleh International Maritime Organization (IMO) dan jenjang akademiknya sehingga SDM Indonesia dapat bersaing secara internasional.

Hal itu sesuai arahan Presiden dan Rencana Strategis Kementerian Perhubungan Tahun 2020-2024 mengenai pembangunan SDM. Pengembangan SDM berkualitas dengan melakukan seleksi penerimaan yang ketat dan transparan sesuai standar kompetensi Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW).

“Pemerintah, instansi sekolah, ataupun perguruan tinggi perlu mendukung pengembangan SDM pelayaran STCW untuk masuk ke bisnis logistik di sektor maritim dengan cakupan yang lebih luas sehingga peluang kerja juga lebih luas,” ujar Sugiharjo.

Sementaraitu, Ketum INSA Carmelita Hartoto menjelaskan masalah SDM sektor kemaritiman berupa pengurangan SDM di beberapa perusahaan akibat dampak pandemi Covid-19 dan masalah penguasaan bahasa asing terus menjadi tantangan buat pelaut Indonesia.

Carmelita juga menyoroti dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap penggunaan SDM karena beberapa posisi sudah terotomatisasi dan diambil alih oleh mesin. Oleh karena itu, diperlukan SDM yang handal dan berintegritas tinggi yang memang tidak bisa digantikan oleh mesin.

“Saya harap bagi pelaut yang baru lulus dari sekolah pelaut jangan pesimis dulu, peluang SDM masih tidak terbatas baik di kapal-kapal asing maupun kapal nasional. Walaupun banyak  pos-pos yang tergantikan oleh mesin dan saat ini juga sedang mengembangkan kapal tanpa awak tapi kita tetap perlu SDM yang terampil,” ujar Carmelita.

Editor : Sigit

Foto : Poltekpel



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix