SCI: Pembangunan Infrastruktur Perlu SCM

03 / 06 / 2021 - in Berita

Presiden Jokowi pada pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah tahun 2021 minggu lalu (27/5) menginstruksikan untuk terus meningkatkan pengawasan terhadap kualitas perencanaan program. Program harus direncanakan sejak awal untuk memiliki tolok ukur keberhasilan yang jelas dan bermanfaat bagi masyarakat.

Presiden sering menemukan pembangunan infrastruktur seperti bendungan atau pelabuhan yang tidak terintegrasi dengan pengembangan wilayah sekitar. Misalnya, ketidaktersediaan fasilitas irigasi di area pertanian sekitar bendungan atau akses jalan menuju pelabuhan.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan bahwa beberapa program termasuk pembangunan infrastruktur hanya berorientasi terhadap output, belum terhadap hasil (outcome) dan dampak (impact).

“Dalam pembangunan pelabuhan, misalnya. Orientasi dan tolok ukur seharusnya tidak hanya hasil fisik pelabuhan, namun juga terhadap volume bongkar muatnya bahkan terhadap pertumbuhan ekonomi wilayahnya,” kata Setijadi dalam keterangan resminya, Kamis (3/6).

Setijadi menjelaskan bahwa perencanaan program harus dengan pemahaman dan penerapan supply chain management (SCM). Ia menyatakan bahwa suatu program harus terintegrasi dengan program-program terkait lainnya baik yang sudah, tengah, atau akan berjalan. Integrasi itu membutuhkan kolaborasi dan sinergi antar pihak.

Pelabuhan, misalnya, membutuhkan infrastruktur pendukung seperti jalan dan rel, listrik, dan air bersih, sehingga harus melibatkan Kementerian PUPR, Kemenhub, Kementerian ESDM, dan lain-lain. Sejumlah perusahaan BUMN dan swasta juga terlibat.

Agar berdampak dan bermanfaat optimal, pembangunan pelabuhan juga harus melibatkan beberapa kementerian terkait produk atau komoditas, seperti Kemenperin, Kementan, dan KKP. Pemda setempat juga harus dilibatkan agar dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan daya saing produk atau komoditas, serta pertumbuhan ekonomi wilayahnya.

Peningkatan Kompetensi SCM

Sebagai upaya peningkatan kompetensi SDM bidang SCM dan logistik, SCI menyelenggarakan Program e-Training & e-Certification “Supply Chain Management” secara online melalui platform ruanglogistik.id pada 15 Juni-6 Juli 2021. Pada periode itu, diadakan pula topik Transportation Management, Warehouse Management, dan Cold Chain Logistics.

Setijadi menjelaskan beberapa program mengacu terhadap Kepmenaker No.94/2019 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Pengangkutan dan Pergudangan Golongan Pokok Pergudangan dan Aktivitas Penunjang Angkutan Bidang Logistik, sehingga sekaligus sebagai persiapan untuk mengikuti uji sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

SCI mengapresiasi kementerian/lembaga dan perusahaan yang terus berupaya meningkatkan kompetensi SCM para karyawannya melalui program pelatihan dan sertifikasi, antara lain Kemendag, Kemenhub, Pelindo I & IV, Pelni, Wika, PLN, JNE, dan Linc Logistics.

“Pemahaman dan kompetensi SCM diperlukan dalam perencanaan pembangunan publik maupun pengembangan bisnis, serta peningkatan kinerja kementerian/lembaga dan perusahaan BUMN/swasta,” kata Setijadi.

 

Editor: Antonius
Ilustrasi: Dok. TruckMagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix