SCI Minta Pemerintah Perbarui Sislognas

27 / 11 / 2019 - in News

Supply Chain Indonesia (SCI) merekomendasikan kepada pemerintah untuk mencabut Peraturan Presiden (Perpres) No.26 Tahun 2012 tentang Cetak Biru Pengembangan Sistem Logistik Nasional (Sislognas). SCI juga meminta pemerintah untuk merevisi Perpres tersebut, untuk menyesuaikan terhadap perkembangan pesat situasi perekonomian dan perdagangan serta teknologi.

Perkembangan yang dimaksud antara lain dalam bentuk Digitalisasi, Sharing Economy, Internet of Things, Cloud Logistics, Blockchain, dan Revolusi Industri 4.0. “Dengan Sislognas 2012, Indonesia tidak dapat secara optimal mengembangkan ekosistem logistik nasional 2020 maupun berperan penting dalam ekosistem logistik terintegrasi kawasan menjelang Asean Connectivity 2025,” kata Setijadi, Chairman SCI.

Setijadi menilai, Sislognas juga sudah tidak relevan lagi dengan dinamika perencanaan pembangunan. Dalam rencana pengembangan pelabuhan, misalnya, Sislognas menyebutkan 2 pelabuhan hub internasional, yaitu Pelabuhan Kuala Tanjung dan Pelabuhan Bitung.

Sementara itu pemerintah pada saat ini tengah mewacanakan membangun tujuh pelabuhan hub internasional, yaitu Belawan/Kuala Tanjung, Tanjung Priok, Kijing, Tanjung Perak, Makassar, Bitung, dan Sorong. Pembaruan konsep dan strategi pengembangan Sislognas dinilai harus terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, termasuk dalam rencana pengembangan konektivitas.

“Sislognas baru harus terintegrasi dengan program dan rencana pembangunan sektoral terbaru dari kementerian-kementerian terkait. Misalnya, program pengembangan 5 sektor manufaktur prioritas dalam Making Indonesia 4.0 dari Kementerian Perindustrian.Sislognas itu juga harus terintegrasi dengan rencana pembangunan wilayah dari pemerintah-pemerintah daerah,” ujar Setijadi menambahkan.

 

Teks: Abdul
Editor: Antonius
Foto: Istimewa

 

 



Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix