SCI Luncurkan Platform Digital Ruang Logistik

28 / 06 / 2020 - in Berita

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), telah menetapkan lima skema sertifikasi kompetensi profesi nasional Indonesia untuk sektor logistik. Skema sertifikasi profesi ini untuk mendukung pengembangan SDM bidang logistik, baik melalui jalur pendidikan maupun profesi.

Lima skema sertifikasi kompetensi profesi ini terdiri dari supply chain manager, freight forwarder, warehouse supervisor, warehouse operator, dan logistics administrative officer.

Skema sertifikasi tersebut disahkan dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No.94 Tahun 2019 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kategori Pengangkutan dan Pergudangan, Golongan Pokok Pergudangan dan Aktivitas Penunjang Angkutan Bidang Logistik.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan bahwa belum banyak SDM bidang logistik yang bersertifikasi berdasarkan skema resmi yang ditetapkan pemerintah itu. Berdasarkan catatan SCI, sebagai contoh, hingga saat ini baru 147 orang yang dinyatakan kompeten dalam untuk okupansi supply chain manager.

“Salah satu kendala utama peningkatan kompetensi SDM logistik adalah masalah biaya untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi. Sampai saat ini, penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi masih terpusat di Jakarta,” kata Setijadi melalui keterangan resminya, Minggu (28/6).

Untuk mengatasi permasalahan itu, SCI meluncurkan platform digital bernama Ruang Logistik sebagai media pembelajaran khusus bidang logistik dan supply chain, yang dapat diakses pada tautan ruanglogistik.id

Menurut Setijadi, Ruang Logistik memudahkan dalam melakukan e-training dan e-certification, yaitu pelatihan dan sertifikasi jarak jauh secara online. Peserta dapat mengikuti program secara fleksibel dari tempatnya masing-masing, sehingga efisien dari aspek biaya dan waktu.

Materi pelatihannya sendiri mengacu SKKNI bidang logistik sehingga e-training dalam Ruang Logistik sekaligus sebagai tahap persiapan, untuk mengikuti uji sertifikasi dari BNSP.

Pelatihan tidak hanya memberikan materi konseptual namun juga materi praktis sesuai kondisi dan permasalahan di lapangan. Pelatihan difasilitasi para profesional yang berpengalaman di berbagai perusahaan.

Setijadi mengatakan bahwa SDM bidang logistik yang kompeten dan profesional diperlukan untuk mendukung kinerja perusahaan logistik maupun pengguna jasa logistik (manufaktur, retailer, dll.), yang tentunya akan memengaruhi daya saing produk dan komoditas nasional.

SCI berharap agar pemerintah terus memfasilitasi pengembangan kualitas SDM bidang logistik, misalnya dalam bentuk bantuan dana pelatihan dan sertifikasi.

“Hal itu sesuai dengan pernyataan Presiden Jokowi mengenai pentingnya vocational training, vocational school, dan manajemen talenta yang akan terus difasilitasi oleh pemerintah agar pengembangan kualitas SDM dapat berjalan dengan optimal,” ujar Setijadi.

Sebagai informasi, pengembangan SDM merupakan salah satu dari lima sasaran program kerja prioritas, yang disampaikan Presiden Joko Widodo saat pidato Visi Indonesia pada tahun lalu.

 

Editor: Antonius
Foto: SCI



Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix