Satu Kontainer Kakao Jembrana Bali Diekspor ke Belanda

21 / 10 / 2020 - in Berita

Pandemi Covid-19 tak menyurutkan kakao Jembrana Bali tetap diminati oleh pasar ekspor luar negeri. Terbaru, dilakukan ekspor perdana 1 kontainer 20 feet sebanyak 12 ton ke Belanda. Ekspor tersebut mencatatkan nilai devisa sebesar Rp 660 juta yang dikirim melalui pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Kami ucapkan terima kasih hingga terwujud nota kesepahaman ekspor, tak lupa pada teman karantina di Bali yang intens beri dukungan,”kata I Ketut Wiadnyana, Ketua Koperasi Kerta Semaya Samania (KSS) dalam siaran pers (20/10).

Sementara itu, Tjokorda Oka Arta Ardana Sukawati (Cok Ace), Wakil Gubernur Bali mengatakan turut bangga hasil perkebunan di Jembrana bisa diekspor di tengah meredupnya pariwisata. Melihat fenomena ini Cok Ace teringat peristiwa ekonomi 1998, ketita sendi perekonomian terupuruk.

Situasi krisis itu mirip sekarang, sektor pertanian tetap eksis. Kita dapati bahwa pendapatan utama Bali dari pariwisata tentu ada penyanding seperti sektor pertanian,”terangnya. Ia mengapresiasi upaya peningkatan mutu produk pertanian.

Di sisi lain, I Wayan Sutama, Kepal Dinas dan Pangan Jemberana menilai ekspor kakao ini sebagai pemicu para petani di Jemberana untuk terus meningkatkan produktifitas kakaonya. “Kita mendorong KKS untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk kakau yang diekspor, ke depan tidak hanya biji fermentasi,tetapi uga dalam dalam bentuk bubuk, butter serta produk olahannya,”tambahnya

Teks: Abdul

Foto: Kementerian Pertanian



Sponsors

 

 

logo-chinatrucks300 327pix