Saran Praktisi Logistik Atasi Kelangkaan Kontainer di Indonesia

07 / 01 / 2022 - in Berita

Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (DJ PEN) Kementerian Perdagangan mengadakan webinar dengan tema logistik di tahun 2021. PPEI mengangkat tema Logistik dan Pengiriman Ekspor dalam hal transportasi.

Webinar ini mengundang narasumber fasilitator PPEI Antoni Tampubolon dan Muhammad Tediasmara. Kepala PPEI Heryono Hadi Prasetyo mengatakan kondisi logistik dan pengiriman ekspor harus diketahui oleh pelaku usaha guna menyikapi, mengantisipasi serta dalam membuat strategi dan keputusan dalam proses pengiriman ekspornya.

“Selain itu ditengah pandemi ini selain permasalahan container yang tidak hanya terjadi Indonesia tetapi juga dialami di perdagangan global, terdapat juga peningkatan layanan logistik atau supply chain dari perdagangan secara daring adanya marketplace”, kata Kepala PPEI.

Lebih lanjut lagi, Hadi memaparkan beberapa tantangan dan permasalahan dalam logistik dan pengiriman ekspor, diantaranya permasalahan kelangkaan container, biaya pengiriman ekspor yang cukup tinggi serta ketidaktahuan UKM / pelaku usaha dalam penentuan terms penyerahan barang (Incoterms 2020). Untuk mengatasinya, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan telah melakukan berbagai upaya seperti bekerja sama dengan ALFI (Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia) dan MLO (Main Line Operator) untuk mendapatkan lebih banyak ruang kapal.

Dalam webinar Antoni memaparkan tentang kondisi logistik Indonesia dan biaya pengiriman ekspor. Ada lima permasalahan logistik Indonesia yaitu biaya logistik yang tinggi, konektivitas antar moda transportasi yang minim, konektivitas antar wilayah yang minim, belum ada regulasi logistic dan lembaga logistik. “Biaya logistik Indonesia selama 17 tahun rata-rata 24,8% dari PDB. Angka tersebut sangat besar dibandingkan negara lain terutama di Singapura dan Jepang,” kata Antoni.

Antoni mengatakan saat ini Indonesia mengalami kelangkaan kontainer. Penyebabnya adalah perusahaan pelayaran tidak melakukan operasional karena Pandemi covid-19. Banyak negara melakukan kebijakan lock down sehingga menimbulkan port congestion dalam bentuk ketidaksedianya pekerja pelabuhan dan angkutan truk. Kelangkaan kontainer menyebabkan naiknya biaya angkut, ketersediaan ruang di kapal terbatas, dan waktu pengapalan jadi lebih lama.

Solusinya, pelaku usaha dapat melakukan negosiasi ulang terhadap harga jual ekspor, menghitung ulang jadwal produksi menyesuaikan dengan jadwal kirim, dan konsolidasi dengan sesama UKM dalam pengiriman barang. “Pelaku usaha juga dapat meningkatkan kapasitas muatan dalam kontainer dengan meningkatkan minimum order pengiriman,” terang Antoni.

Sedangkan, Muhammad Tediasmara memaparkan tentang pengiriman dan dokumen transportasi untuk ekspor. Ia mengatakan dalam melakukan ekspor, salah satu moda yang dapat digunakan adalah mengunakan kapal dan diangkut di dalam container. Namun pelaku usaha harus memperhatikan beberapa hal dalam memilih angkatan laut, diantaranya jadwal, waktu transit, aturan pengapalan, biaya angkut, dan fasilitas pelayanan kapal.

Editor : Sigit

Foto : truckmagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix