Saatnya Logistik Konvensional Jadi Smart

03 / 08 / 2017 - in News
DSC_6019 e

ALI East Java Chapter Discussion And Member Gathering adalah event rutin yang digelar Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Chapter Jawa Timur yang mengulas isu dan tren terkini di logistik nasional. Pada event kali ini yang mengangkat tema “Logistics Innovation In Digital Era” mengundang beberapa pakar logistik yaitu Hadi Kuncoro, CEO aCommerce, Muhamad Rosihan Ketua Bidang Edukasi Retail dan UKM Asosiasi E-Commerce Indonesia (IdEA), Ashwath Ramesh COO Lazada Indonesia dan Yogi Aditya COO kargo.co.id.

Tantangan dalam dunia logistik kian kompleks dengan hadirnya konsep belanja online. Indonesia sebagai salah satu pasar di Asia Tenggara seharusnya tidak hanya menjadi penonton. “Dengan ikut terjun dalam pasar dan bermain, Indonesia punya peluang. Pasar e-commerce sudah mulai hybrid. “ kata Hadi Kuncoro. Dalam penjelasan selanjutnya hybrid , diartikan sudah mulai berubah bentuk. “Jika dulu produsen yang fokus pada pasar business. Kini mereka menyasar pasar consument dalam hal ini masyarakat. Dulu B2B(business to business) sekarang mereka bisa B2C (business to consumer). Selain itu juga salah beberapa marketplace sudah memiliki pengangkutan, gudang dan jaringan sendiri. Bagaimana dengan perusahaan konvensional yang ada di segmen logistik? Apakah akan terus menjadi penonto? Mari menjadi smart” tegas Hadi.

Disadari memang perusahaan e-commerce memiliki kapasitas market yang cukup besar dengan persyaratan yang mungkin tidak bisa dipenuhi oleh perusahaan logistik konvensional. Sehingga akhirnya mereka menciptakan pengelolaan sendiri. “Misalanya saja Indonesia Timur yang memiliki kondisi geografis tipikal, bagi trucking konvensional ini akan sulit menentukan harga dan menjamin barang sampai tepat waktu. Selain itu perusahaan logistik konvensional masih perang harga untuk kiriman long haul, tetapi toko online sudah memiliki banyak kurir untuk last mile” tambah Hadi.

Diakhir paparannya, ia mengajak kembali semua perusahaan logistik lokal menciptakan peluang dengan melihat peluang e-commerce yang ada di Indonesia. Misalnya dengan mengurangi birokrasi yang tidak efisien atau dengan mulai menerapkan sistem paperless order processing.

Teks : Sigit A

Foto : Giovanni V

 

 



Sponsors

NEW_327X300_

NEW_327X300_

web-banner-327x300 truck

logo-chinatrucks300 327pix