Test Drive

Saat Mercedes-Benz Axor 4028 T Beroperasi di Luar Habitat

18 / 05 / 2019 - in Berita

Axor 4028 T

TruckMagz mendapat tantangan dari PT Daimler Commercial Vehicles Indonesia (DCVI), agen penjualan tunggal resmi kendaraan komersial Mercedes-Benz di Indonesia, untuk menjajal langsung varian Mercedes-Benz Axor yang dirancang khusus untuk kebutuhan pasar kendaraan komersial Indonesia. Kali ini bersama puluhan media nasional dari Jakarta dan Bandung, tantangan dilakukan dalam acara Press Test Drive Mercedes-Benz Axor di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) Padalarang, Bandung, beberapa waktu lalu.

Tersedia tiga unit Axor untuk diuji coba oleh para jurnalis, yaitu 4028 T (4×2) M/T 8-speed maju + 1 gigi crawler, mesin 6.370 cc tipe OM 906 LA 6 silinder segaris, max power 280 PS pada 2.200 rpm, max torsi 1.100 Nm pada 1.200-1.600 rpm. Kemudian model 3340 S (6×4) automated unsynchronized (AMT) 12-speed, mesin 11.970 cc tipe OM 457 LA 6 silinder segaris, max power 401 PS pada 1.900 rpm, max torsi 2.000 Nm pada 1.100 rpm. Serta tipe 2528 C rigid (6×4) M/T 8-speed maju + 1 gigi crawler, mesin 6.370 cc tipe OM 906 LA 6 silinder segaris, max power 280 PS pada 2.200 rpm, max torsi 1.100 Nm pada 1.200-1.600 rpm.

Berhubung segmentasi pembaca TruckMagz adalah pelaku logistik nasional, maka untuk sesi test drive kali ini sengaja menjajal Axor 4028 T (4×2) dengan transmisi manual, yang habitatnya lebih banyak di jalan aspal sebagai penarik trailer untuk angkutan kontainer. Test drive kali ini bertujuan untuk menggali teknologi dan fitur-fitur yang ada di Axor. Sehingga para jurnalis yang kesehariannya menulis berita, dapat merasakan langsung sensasi mengendarai truk besutan DCVI itu.

Kondisi trek di areal markas Pusdikkav TNI AD ini cukup seru untuk dilahap, lantaran malam hari sebelumnya wilayah Bandung dan sekitarnya diguyur hujan. Sebelum mengendarai Axor, kami diingatkan oleh instruktur yang mengawal masing-masing truk untuk memakai apparel wajib, yaitu sepatu agar saat naik-turun kabin truk tetap aman dan tidak mudah terpeleset. Fungsi sepatu juga untuk memastikan agar kaki tetap kering, dan terjaga dari serangga dan benda-benda asing di sekitar lokasi pengetesan.

Untuk menaiki kabin truk juga ada aturannya, yaitu selalu perhatikan tiga tumpuan dengan dua gagang untuk pegangan tangan di kanan-kiri pintu dan footstep bertingkat sebagai pijakan kaki. Saat masuk, posisi badan maju dan ketika keluar, posisi badan mundur dengan tetap memerhatikan tiga tumpuan tadi. Jangan sekali-kali memijak baut roda atau ban karena licin, terlebih kondisi habis hujan. Sangat dianjurkan menggunakan pijakan kaki yang sudah tersedia di bodi truk sebagai tumpuan.

Saat di dalam kabin, sebelum mengenakan safety belt sebagai SOP wajib, ada baiknya mengatur jarak dan posisi duduk dengan lingkar setir. Setelah dirasa nyaman, safety belt dipasang dan mesin dihidupkan. Sebelum menghidupkan mesin, wajib hukumnya memberi tanda dengan menekan klakson sekali. Hal ini bertujuan jika ada orang di sekitar kendaraan, bisa mengetahui kalau truk akan berjalan. Kemudian saat start, sebelum melepas pedal kopling wajib hukumnya memberi tanda suara klakson tiga kali, yang menandakan truk segera melaju.

Kondisi jalan yang licin setelah diguyur hujan pada malam sebelumnya, membuat lintasan lebih menantang. Di sini lah teknologi interaxle dan interwheel differential lock di roda belakang truk akan sangat berperan, dan tester dapat menggali kemampuan truk Axor lebih dalam lagi. Medan yang dilalui bervariasi terdiri dari jalur tanah, gravel, dan ada tanjakan serta turunan cukup curam.

Saat memasuki jalur dengan kontur tanah layaknya trek semi off road, Axor 4028 Tractor Head yang kami kemudikan melaju dengan mulus tanpa kendala. Begitu menghadapi jalur menanjak cukup terjal, truk berhenti sejenak untuk menjaga jarak dengan truk yang ada di depan. Setelah jalur clear, TruckMagz mencoba mendaki tanjakan trek tanah bercampur bebatuan yang masih basah dan licin tanpa bantuan teknologi interwheel. Ketika truk berada di tengah tanjakan yang terdapat obstacle berupa tanah gembur basah dan bebatuan, roda belakang selip saat rpm dipacu meninggi. Alhasil, truk tidak bisa keluar dari obstacle tadi dan terpaksa harus mengambil jarak kembali, dengan mundur di jalur menurun beberapa meter hingga mencapai titik awal pendakian.

Kemudian mengaktifkan fitur interwheel differential lock yang dimiliki Axor 4028 T ini, karena tipe ini berpenggerak 4×2 sehingga fitur interaxle tidak tersedia. Sebagai informasi, interaxle differential lock hanya tersedia di varian Axor berpenggerak 6×4, dengan dua sumbu penggerak belakang yang masing-masing sumbu terhubung dengan propeller shaft.

Axor 4028 T

Mengaktifkan interwheel cukup menekan tombol interwheel yang terdapat gambar sumbu roda di sisi kiri cluster indikator. Ketika interwheel sudah aktif, lampu di tombol akan menyala merah dan ditandai pula dengan bunyi beep terus-menerus saat posisi truk diam sempurna. Setelah jalur clear, truk bergerak maju perlahan dengan posisi gigi dua dan pedal gas diinjak agak dalam untuk menambah power buat menanjak.

Saat melewati obstacle berupa tanah gembur basah dan bebatuan tadi, tidak ada gejala selip lagi dan truk merangkak naik dengan smooth. Akhirnya jalur menanjak dengan trek menanjak cukup terjal itu berhasil dilahap Axor 4028 T (4×2) dengan mudah, lantaran dimodali torsi maksimum 1.100 Nm pada 1.200-1.600 rpm. Teknologi interwheel differential lock berperan untuk mengunci salah satu roda belakang yang kehilangan traksi agar tidak berputar, sehingga tidak akan membuat roda selip.

Pada saat melintasi turunan curam dengan jalur menikung, fitur safety berupa full air brake system sangat membantu dalam pengendalian. Pasalnya, pengemudi tidak perlu menginjak pedal rem terus-menerus yang akan membuat kampas rem cepat aus. Cukup mengaktifkan full air brake system melalui tombol di dasbor, saat pedal gas dilepas tanpa menginjak pedal kopling otomatis putaran mesin akan tertahan dengan sendirinya. Sehingga membuat efek pengereman lebih mumpuni di jalur menurun.

Sejatinya Axor 4028 T (4×2) ini peruntukannya bukan untuk di medan off road, melainkan untuk aplikasi trailer pengangkut kontainer. Namun terbukti, kelengkapan teknologi interwheel differential lock di roda belakangnya mampu membuat model tractor head itu dapat beroperasi di luar habitatnya sebagai truk on road pengangkut kontainer. Artinya, jika digunakan sesuai peruntukannya akan memudahkan ketika beroperasi di permukaan jalan licin, aspal rusak, serta tanjakan cukup curam.

 

Editor: Antonius
Foto: Anton

 

 

 



Related Articles

Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix