Relaksasi PPnBM Mampu Gairahkan Permintaan Pasar Otomotif Nasional

24 / 04 / 2021 - in Berita

Kebijakan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang berlaku efektif mulai Maret lalu, berhasil mengungkit permintaan di industri otomotif Indonesia yang sempat terpuruk sejak pandemik Covid-19 melanda pada awal 2020.

Suatu keniscayaan bahwa industri otomotif Tanah Air merupakan salah satu sektor andalan yang berkontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional. Pada tahun 2019, sektor industri otomotif memberikan kontribusi sebesar 3,98 persen terhadap PDB Indonesia. Pada tahun yang sama juga mampu mengekspor kendaraan CBU sebanyak 332.000 unit ke berbagai negara.

Industri otomotif termasuk dalam sepuluh besar eksportir non-migas, dan menjadikannya sebagai salah satu penghasil devisa bagi negara. Upaya industri otomotif juga menjadikan Indonesia mampu swasembada mobil, dengan total kapasitas produksi sebesar 2,4 juta unit mobil per tahun. Sektor manufaktur kendaraan bermotor ini pun tercatat mampu menyerap tenaga kerja lebih dari 1,5 juta orang.

“Dengan tanggung jawab menopang lebih dari 1,5 juta tenaga kerja di Indonesia, industri otomotif harus bangkit dan terus bergerak, dan kebijakan PPnBM menjadi jawaban paling tepat karena memberi percepatan luar biasa terhadap upaya pemulihan industri otomotif. Gaikindo merasa sangat berterimakasih kepada Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Koordinator Perekonomian yang telah memperjuangan kebijakan PPnBM ini,” kata Yohannes Nangoi, Ketua Umum Gaikindo dalam keterangan resminya, Sabtu (24/4).

Menurut Nangoi, adanya kebijakan pemerintah dalam bentuk relaksasi PPnBM kendaraan bermotor menjadi momentum bangkitnya industri otomotif Indonesia. Sejak diberlakukannya kebijakan PPnBM, terjadi lonjakan penjualan secara wholesale untuk kendaraan bermotor yang memenuhi ketentuan insentif pemerintah ini.

Jumlah penjualan pada Maret 2021 mencapai 85.000 unit atau meningkat 172 persen dibandingkan Februari 2021. Pencapaian ini mendekati angka pencapaian pada kondisi normal atau sebelum terjadinya pandemi, yang jumlahnya sekitar 90.000 unit. Peningkatan permintaan yang signifikan ini merupakan awal yang sangat baik atas pulihnya ekosistem industri otomotif nasional, yang sempat terguncang akibat situasi pandemi Covid-19 di hampir sepanjang 2020 lalu.

 

Editor: Antonius
Foto: Dok. TruckMagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix