Rekomendasi Project TRANSfer III GIZ untuk Efisiensi Moda Kereta Api dan Angkutan Jalan

12 / 05 / 2022 - in Berita

Program penurunan gas emisi kendaraan bermotor di Indonesia mendapatkan dukungan dari pihak Jerman. Kerjasama Kementerian Perhubungan dengan Deutsche Gesellschaft fur Internationale Zusammernarbeit (GIZ) GmbH atau Jerman International Agency mengenai efisiensi energi dan mitigasi perubahan iklim pada sektor transportasi darat menjadi sorotan dalam The Transport and Climate Change Week 2022 yang diadakan pada 9-12 Mei 2022 secara virtual.

Hadir mewakili Indonesia, Direktur Lalu-lintas Jalan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Suharto menyampaikan bahwa kendaraan angkutan barang berkontribusi pada gas rumah kaca. “ Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, diikuti dengan tingginya volume barang ekpor dan impor sehingga berpengaruh juga terhadap tingginya permintaan energi. Di Indonesi masih banyak truk tua yang masih beroperasi., truk tua dan muatan berlebih berkontribusi terhadapa naiknya risiko keselamatan dan kemacetan jalan. Kendaraan angkutan barang yang berkontribusi terhadap gas rumah kaca. Maka dari itu, kerjasama Proyek Transfer III dimana Dirjen Perhubdat, Direktorat Angkutan Jalan ditunjuk sebagai mitra utama dalam pelaksanaannya,” kata Suharto.

Proyek TRANSfer III mendukung dunia termasuk Peru, Filipina, Thailand dan Indonesia) dalam mengembangkan langkah-langkah untuk mengurangi gas rumah kaca dari transportasi. Secara khusus, proyek fokus pada mengembangkan dan mengimplementasikan toolkit standar untuk langkah-langkah mitigasi yang lebih cepat dan secara kualitatif lebih baik dalam mencapai efisiensi kerja. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi emisi CO2 global dengan total 60 juta ton selama sepuluh tahun. Negara mitra akan mendapatkan sejumlah dana untuk pelaksanaan kajian, pembelajaran internasional, pengembangan perangkat, persiapan aksi mitigasi dan dukungan inisiatif untuk mengurangi emisi.

“Fokus kerja sama yang telah disepakati Jemenhub dan GIZ melalui Project Transfer III adalah terkait dengan program aksi mitigasi di sektor angkutan barang yang siap untuk diimplementasikan dalam bentuk bantuan teknis ini dengan dua topik. Pertama, angkutan barang antar moda di pulau jawa yang mengkombinasikan angkutan barang di jalan dan kereta api, guna memindahkan pangsa pasar angkutan barang di jalan raya ke KA. Kedua, skema modernisasi transportasi armada truk di Indonesia,” tambahnya.

Sejak tahun 2017 sinergi Kemenhub bersama GIZ melalui Transfer III sudah melakukan berbagai kajian dan studi di sektor angkutan jalan yang menghasilkan rekomendasi, konsep dan peta jalan dari angkutan barang antar moda di pulau Jawa da skema modernisasi armada truk di Indonesia.

“Rekomendasi aksi program terkait angkutan barang antar moda di Pulau Jawa meliputi peningkatan infrastruktur antar moda kereta api dan jalan melalui koneksi rel menuju pelabuhan. Pengurangan biaya transportasi menggunakan moda kereta api dan reformasi kebijakan di sektor angkutan jalan dan kereta api,” jelas Suharto.

Suharto melanjutkan, “Rekomendasi program aksi terkait skema modernisasi armada truk meliputi scraping atau eliminiasi truk beremisi tinggi, akslerasi dan transmisi menuju truk yang lebih bersih dan efisien serta pelacakan, pemantauan dan pengurangan emisi. Dalam pelaksanaannya proyek transfer juga menfasilitasi berbagai kegiatan yang mendukung tercapainya tujuan utama melalui workshop FGD, dialog, study trip dan kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan program aksi mitigasi di sektor angkutan barang,” tambahnya.

Hasil rekomendasi Transfer III terkait angkutan barang antar pulau di Jawa dan skema modernisasi armada truk sangat bermanfaat untuk Kemenhub sebagai dasar dalam perencanaan dan implementasi program kedepan khususnya di sektor angkutan barang.

Editor : Sigit

Editor : KAI



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix