Regroovable Tire

30 / 07 / 2021 - in Kontributor Ahli

Q: Bagaimanakah cara melakukan proses regrooving pada ban truk? Apakah semua jenis ban truk bisa di-regroove? Apa saja yang harus diperhatikan jika kita ingin melakukan proses regrooving pada ban truk? Peralatan seperti apa saja yang diperlukan untuk melakukan proses regrooving pada ban truk?

Yonathan Himawan Hendarto, Rajawali Group Surabaya

A: Biaya pembelian ban adalah salah satu biaya terbesar dalam pembelanjaan perusahaan angkutan. Oleh sebab itu, pengusaha angkutan orang maupun barang pasti akan memberikan perhatian yang lebih pada ban. Pemilihan ban merek apa, ukuran berapa, tipe apa, pola telapak yang bagaimana, harga berapa, dan sebagainya. Usia kilometer pemakaian ban sangat berpengaruh pada biaya operasional perusahaan angkutan orang maupun barang. Semakin panjang usia kilometer ban maka semakin murah pula biaya operasional perusahaan angkutan tersebut.
Salah satu cara untuk memperpanjang usia kilometer pemakaian ban yang sudah lama kita kenal adalah dengan divulkanisir. Dengan memberikan tambahan telapak baru dalam upaya menciptakan kehidupan kedua, akan menambah usia kilometer ban (maximum principle of tire treatment). Selain dengan cara divulkanisir, ban juga dapat di-regroove (diukir ulang/diperdalam cerukan telapaknya). Namun, tidak semua ban dapat di-regroove.

Apakah yang dimaksud dengan regroove?
Regroove atau regrooving adalah teknik pembuatan alur kembali pada ban yang sebagian besar telah aus terpakai dengan cara mengukir/memperdalam lagi cerukan pada telapak ban dengan pola yang lebih dalam daripada aslinya untuk memperpanjang usia pemakaian. Berbeda dengan hampir semua ban yang bisa di-vulkanisir, ban yang bisa di-regroove adalah hanya ban dengan spesifikasi khusus dari pabrik yang merupakan keunggulan teknologi tambahan ban tersebut. Ban yang didesain oleh pabrik untuk dapat di-regroove, lapisan karet pada cerukan alurnya dibuat lebih tebal daripada ban yang tidak bisa di-regroove, supaya memungkinkan dilakukan proses regrooving. Ban yang dapat di-regroove memiliki tanda “REGROOVABLE” yang tercetak di dinding samping ban.

Dalam kondisi ban bagaimana dapat dilakukan proses regrooving?
Pada saat telapak ban sudah terpakai dan mulai menipis, tapi masih mempunyai sisa ketebalan telapak (remain tread depth/RTD = demikian istilah yang dikenal oleh para teknisi ban di seluruh dunia) minimal sedalam 2,5 milimeter, dapat dilakukan proses regrooving terhadap ban tersebut dengan kedalaman maksimal 3,5 milimeter.

Namun ada kondisi-kondisi khusus yang harus diperhatikan dalam proses regrooving, yaitu:
1. Permukaan ban harus dalam kondisi baik, bersih dan mulus, tanpa ditemukan luka dalam bentuk apa pun.
2. Ban tidak mengalami kerusakan seperti terkikis, mengalami tusukan atau sayatan pada telapaknya.
3. Keausan telapak ban merata, bukan tidak berarturan.

Selain hal tersebut, perlu diperhatikan juga agar menghindari terbukanya upper belt (lapisan teratas) dari ban dan memastikan ketebalan lapisan karet yang tersisa masih memadai untuk melindungi kerangka (casing/carcass) ban pada posisi cerukan terdalam di alur telapak. Ban yang mengalami kerusakan ringan, perlu terlebih dahulu dilakukan perbaikan sebelum dilakukan proses regrooving.

Departement of Transportation di Amerika memiliki aturan tertulis mengenai proses regrooving.

Menurut 49 CFR 569 : 3 (c) ditentukan:
Regroovable Tire adalah ban (dengan telapak orisinil atau retread/vulkanisir), yang didesain dan dibuat dengan bahan baku yang mencukupi untuk dilakukan perbaruan pola telapak atau regenerasi telapak ban baru dengan cara mengukir ulang/memperdalam cerukan pada alur telapaknya.
Regrooved Tire adalah ban (dengan telapak orisinil atau retread/vulkanisir), yang pola telapaknya sudah diperbarui atau memiliki telapak baru yang dibuat dengan mengukir telapak dari ban yang sudah usang hingga kedalaman yang lebih dari kedalaman cerukan alur orisinil (maksimal 3,5 milimeter).
European Tire & Rim Technical Organization (ETRTO) di Eropa juga punya regulasi tentang safety (keselamatan) yang sama dengan DOT.

Ada syarat-syarat yang harus diperhatikan saat akan melakukan proses regrooving, yaitu:
1. Proses regrooving harus dilakukan oleh personil atau teknisi yang sudah terlatih khusus dan ahli dalam bidangnya (tidak semua teknisi bisa/boleh melakukannya).
2. Ban aus yang pola telapak aslinya sudah tidak terlihat (di bawah 2,5 milimeter) tidak dapat dilakukan proses regrooving, karena akan sulit memperhitungkan kedalaman alur telapak yang tersisa dan sulit untuk dikenali lagi seperti apa wujud jejak alur telapak aslinya.
3. Ban yang sudah aus secara merata harus dicek sisa kedalaman alur telapak orisinilnya (remain tread depth/RTD) minimal harus 2,5 milimeter.
4. Sebelum dilakukan proses regrooving, ban harus diperiksa terlebih dahulu apakah sudah pernah dilakukan proses regrooving terhadap ban tersebut sebelumnya, karena ban yang sudah pernah di-regroove tidak bisa di-regroove kembali.
Jika ban sudah pernah mengalami proses regrooving sebelumnya, maka akan dapat dikenali oleh operator khusus dengan tanda sudut garis alur sudah tidak tajam, khususnya pada area dengan alur zig zag. Apabila ban sudah pernah di-regroove, tanda Tread Wear Indicator (TWI) berupa tonjolan-tonjolan kecil pada cerukan alur telapak ban akan terhapus pada proses regrooving sebelumnya akibat ter kerok oleh pisau elektrik yang sangat tajam.

Sebelum memulai proses regrooving, semua benda asing yang menempel pada ban yang berpotensi merusak alat potong/cutting tool (batu kerikil dan kotoran lain) harus dibersihkan terlebih dulu. Proses regrooving dilakukan dengan menggunakan alat ukir khusus yang disebut “GOUGE” berupa pisau elektrik yang dipanaskan. Regrooving lebih baik dilakukan dalam ruang yang berventilasi baik.
Pisau regrooving sangat tajam dan dapat dengan tepat menambah figur kedalaman pada cerukan alur telapak yang tersisa.
Teknisi yang sudah terbiasa melakukan proses regrooving mampu melakukankan tekanan yang konstan dan merata untuk menentukan pola telapak dan memotong karet di bagian terdalam dari alur telapak ban. Pertama pada alur lingkaran kemudian pada celah yang melintang. Untuk ban dengan “Zero Degree Belt” dilakukan regrooving dengan arah rotasi yang diindikasikan oleh tanda panah bertuliskan “ROTATION” yang terletak pada dinding samping ban.

Apakah keuntungan melakukan regroove?
Regrooving pada ban menawarkan manfaat pada performa maupun biaya operasional kendaraan. Dengan dilakukan proses regrooving daya cengkeram ban dan kemampuan mengevakuasi air dari alur telapak ban akan bertambah secara signifikan, karena sudah memperbarui garis alur telapak dari ban. Setelah mengalami proses regrooving, ban yang sudah aus dapat memiliki jarak tempuh tambahan lagi (memperpanjang usia kilometer pemakaian ban) 25% dari usia ban yang seharusnya.
Ban yang sudah di-regroove memiliki rolling resistance (hambatan bergulir) yang lebih kecil yang berarti akan menambah efektivitas penggunaan bahan bakar kendaraan. Regrooving juga mengurangi konsumsi bahan mentah karet, karena ban akan memperoleh tambahan usia kilometer 25% lebih panjang.

Ban yang sudah mengalami proses regrooving lebih cocok digunakan pada jenis medan on road (jalan berpermukaan rata dan halus) dan digunakan pada kendaraan yang tidak overload (berlebihan muatan). Ban regroove juga direkomendasikan untuk digunakan pada posisi drive axle (gardan tarikan) atau pada trailer axle (free rolling tire/ban kereta gandengan).

Garis-garis/ornamen dangkal pada pola telapak awal dan bridging (penghubung) konstruksi awal telapak ban sudah tidak tampak lagi dan tidak perlu diperhatikan lagi, karena ban yang akan di-regroove sudah sebagian besar telapaknya aus terpakai.

Regrooving merupakan salah satu alternatif untuk menekan biaya operasional kendaraan angkutan orang maupun barang. Namun regrooving juga memiliki risiko tertentu, sehingga untuk keamanan kendaraan angkutan, haruslah benar-benar diperhatikan syarat-syarat sebelum melakukan proses regrooving. Keahlian personil teknisi merupakan syarat yang paling penting untuk dapat melakukan sebuah proses regrooving dengan kualitas yang baik sehingga ban tetap aman digunakan.

Regrooving (mengukir) atau retreading (vulkanisir) sama-sama memiliki tujuan untuk efisiensi biaya. Namun akhirnya semua kembali pada pengguna atau pemilik kendaraan apakah akan memanfaatkannya atau tidak. Selamat mencoba.

Bambang Widjanarko
Independent Tire Analyst

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix