PT Lintas Marga Sedaya (LMS) sebagai operator dan pengelola tol

17 / 03 / 2016 - in Berita

Sistem bernama Inaportnet gagasan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang bertujuan untuk mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan dalam melayani kapal dan barang dalam rangka implementasi sistem National Single Window (NSW) pada kegiatan ekspor-impor maupun domestik, resmi diluncurkan di Pelabuhan Utama Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (17/Mar). Sistem layanan tunggal berbasis internet itu saat ini masih sebatas untuk pelayanan kapal di Pelabuhan Utama Makassar. Bambang Sutrisna, Kepala Bagian Organisasi dan Humas Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub), mengatakan sebagai tahap awal sistem kepelabuhanan milik PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV telah terintegrasi dengan Inaportnet. Sebelumnya diberitakan, Pelabuhan Utama Makassar dipilih sebagai lokasi pertama penerapan sistem Inaportnet, lantaran Pelindo IV sebagai Badan Usaha Pelabuhan yang menjadi operator Pelabuhan Utama Makassar telah siap untuk mengaplikasikan dan mengintegrasikan sistem informasi kepelabuhanan tersebut. Demi kelancaran penggunaan sistem Inaportnet, lanjut Bambang, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub mengadakan pelatihan bagi seluruh operator sistem tersebut dengan menggandeng Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemenhub, Direktorat Perkapalan dan Kepelautan, Direktorat Kepelabuhanan, Direktorat, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, PT Telkom Sigma Pelindo, PT KAI, dan jajaran terkait lainnya di lingkungan Pelabuhan Utama Makassar. Manfaat dari sistem Inaportnet itu sendiri antara lain menjamin transparansi pelayanan kapal dan barang di pelabuhan, menjamin rasa keadilan pelayanan (first come first served), mempercepat penyelesaian pelayanan kapal dan barang, meminimalisasi biaya yang diperlukan dalam penanganan pelayanan kapal dan barang, meningkatkan validitas dan akurasi data yang terkait dengan kegiatan pelayanan kapal dan barang, serta dapat meningkatkan daya saing nasional untuk mendorong masuknya investasi di Indonesia. Pengguna Inaportnet mencakup Kantor Otoritas Pelabuhan Utama, Kantor Kesyahbandaran Utama, Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan, Kantor Batam, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan, Kantor Pabean, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Karantina Pertanian, Kantor Karantina Ikan dan Pengawasan Mutu Ikan, Kantor Imigrasi, Badan Usaha Pelabuhan, Perusahaan angkutan laut nasional di pelabuhan, perusahaan bongkar muat di pelabuhan dan perusahaan jasa pengurusan transportasi. Tahapan uji coba sistem Inaportnet, menurut Bambang, akan melibatkan PT Tempuran Emas sebagai salah satu perusahaan pelayaran yang sudah siap melengkapi persyaratan pengisian sistem Inaportnet ini. Untuk ke depannya, semua kapal niaga yang beroperasi di Indonesia dapat dilayani oleh sistem Inaportnet ini. Sedangkan untuk kapal pelayaran rakyat, kapal dengan ukuran kurang dari atau sama dengan GT 35, kapal yang beroperasi tetap pada daerah pelayaran tertentu dengan waktu pelayaranan kurang dari 6 (enam) jam dan kapal perikanan tidak dapat dilayani oleh sistem Inaportnet. Teks : Antonius S Foto : Humas Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix