Progres Penyelesaian dan Perbaikan Jalan Nasional di Pulau Jawa

29 / 01 / 2016 - in News

Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2016 dan Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional yang telah disahkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 8 Januari 2016 lalu, menginstruksikan jajarannya untuk fokus melaksanakan proyek strategis khususnya jalan tol nasional selama 2016.

Dari 47 proyek pembangunan infrastruktur jalan tol yang tercakup dalam proyek strategis nasional tersebut, ruas jalan nasional sepanjang Pulau Jawa sedang dikebut pengerjaannya. Berdasarkan data dari situs resmi Humas Sekretariat Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga-Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (Kemen PUPR), sejauh ini tengah dikebut penyelesaian dan perbaikan jalan nasional mulai dari Jakarta hingga Surabaya, Jawa Timur.

Hal ini ditegaskan Basuki Hadimoeljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), saat melakukan roadshow peninjauan progres pekerjaan jalan nasional di pulau Jawa menghadapi arus mudik lebaran 2016, bersama Hediyanto W. Husaini, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kemen PUPR sejak Selasa hingga Kamis (26-28/Jan/2016) lalu.

Berdasarkan data Ditjen Bina Marga Kemen PUPR, beban lalu lintas di jalur Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) di wilayah Jawa Barat sudah berkurang sejak beroperasinya tol Cipali. Sebelumnya, arus lalu lintas harian rata-rata di Pantura Jabar (2014) berkisar antara 11 ribu-44 ribu smp per hari, namun kini berkurang menjadi 7 ribu-27 ribu smp per hari sejak berfungsinya ruas tol sepanjang 116 km tersebut. Secara volume otomatis juga terjadi penurunan kendaraan mencapai 27-68 persen.

Progres perbaikan ruas tol Kanci-Pejagan juga ditinjau oleh Basuki, dan meminta pihak Semesta Marga Jaya selaku operator tol tersebut untuk dapat mengoperasikan ruas tersebut H-14 Lebaran tahun 2016. Sementara tol Pejagan-Pemalang sudah bisa difungsikan sebagian, khususnya pada seksi 1 dan 2 (Ketangguhan-Brebes Timur) sepanjang 20,25 km. Konstruksi seksi 1 & 2 ditargetkan selesai lebih cepat pada akhir Mei 2016 dari rencana awal yang dijadwalkan selesai di 25 Agustus 2016.

Saat mengunjungi pengerjaan proyek tol Solo-Ngawi paket I (Kartosuro-Sragen), Basuki menegaskan untuk bisa memfungsikan ruas sepanjang 35 km tersebut agar dapat memperlancar dan mengurai kemacetan arus mudik khususnya di Solo. Basuki juga menambahkan, tol ini akan segera difungsikan sementara waktu pada saat arus mudik Lebaran tahun ini, namun baru resmi difungsikan pada September 2016. Secara keseluruhan ruas tol Solo-Ngawi sepanjang 90 km yang ditargetkan akan beroperasi pada 2017.

Sebelumnya, Basuki bersama Dirjen Bina Marga Hediyanto juga meninjau lokasi proyek tol Pejagan-Pemalang (Seksi 1 dan 2) yang memiliki panjang 20,25 km dengan progres pembangunan sudah mencapai 78,75 persen. Dilanjutkan mengunjungi lokasi pengerjaan ruas tol Semarang-Solo Seksi 3 (Bawen-Salatiga) sepanjang 3 km, termasuk pengerjaan jembatan sungai Tuntang sepanjang 366 m.

Roadshow kunjungan Menteri PUPR diakhiri dengan meninjau pembangunan Tol Ngawi-Kertosono paket 3 (Madiun-Saradan). Konstruksi paket tol sepanjang 21 km ini didanai PT. Jasa Marga sebesar Rp 1,04 triliun dan ditargetkan selesai Juli 2017 mendatang. Sedangkan untuk kelanjutan konstruksi Tol Ngawi-Kertosono Seksi Seradan-Kertosono (37,39 km), dijadwalkan selesai pada bulan Juli 2018 yang didanai dengan dana pinjaman dari Tiongkok.

Teks : Antonius S

Sumber foto  Ditjen Bina Marga-Kemen PUPR



Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix