Progres Pembangunan Jalan Tol Periode 2015-2019

14 / 02 / 2016 - in Berita

Berdasarkan data resmi dari Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, total panjang jalan tol yang telah beroperasi hingga saat ini sepanjang 948 km. Untuk ruas tol baru yang telah beroperasi di tahun 2015 adalah sepanjang 132,35 km yaitu tol Cikampek-Palimanan (Trans Jawa) sepanjang 116,75 km, tol Gempol-Pandaan (Non Trans Jawa) sepanjang 12,05 km, serta tol Porong-Gempol (Non Trans Jawa) dengan panjang 3,55 km yang dibangun oleh pihak swasta atau Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Prioritas pembangunan jalan tol periode 2015-2019 yang sedang digarap pemerintah melalui Kementerian PUPR antara lain jalan tol Trans Jawa sepanjang 596,34 km, non Trans Jawa sepanjang 731,09 km, Jabodetabek (termasuk JORR II) sepanjang 183,58 km, serta beberapa ruas jalan tol Trans Sumatera sepanjang 319,59 km.

Proses lelang investasi untuk rencana pembangunan jalan tol selama 2015-2019 juga telah selesai dilakukan, karena saat ini BUJT di masing-masing ruas tol sedang melaksanakan tahap konstruksi paralel dengan pembebasan lahan. Keseluruhan panjang jalan tol tahap konstruksi pada tahun 2016 ini adalah 237,42 km yang terdiri dari beberapa ruas tol Trans Jawa, non Trans Jawa, Jabodetabek, Trans Sumatera, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Utara.

Untuk program pembangunan jalan tol di luar Jawa sepanjang periode 2015 hingga 2019 mencakup jalan tol Trans Sumatera yang terdiri dari ruas tol Medan-Binjai 15,8 km, Palembang-Indralaya 22,8 km, Pekanbaru-Kandis-Dumai 35 km, Kayu Agung-Palembang-Betung 69,69 km, dan Bakauheni-Terbanggi Besar 115,4 km. Sementara untuk wilayah Kalimantan Timur mencakup seluruh ruas jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 36 km. Sedangkan rencana pembangunan jalan tol di Sulawesi Utara pada periode ini adalah pembukaan jalan Tol Manado-Bitung sepanjang 14 km.

Adapun akses jalan tol yang direncanakan sudah dapat beroperasi pada tahun 2016 ini memiliki total panjang 121,55 km terdiri dari tol Pejagan-Pemalang (seksi 1 dan 2) sepanjang 20,20 km, tol Semarang-Solo (seksi 3) sepanjang 17,29 km, tol Kertosono-Mojokerto (seksi 2-4) sejauh 26,09 km, tol Mojokerto-Surabaya (seksi 1-4) 34,38 km, tol Gempol-Pasuruan (seksi 1) 13,02 km dan ruas tol Pasirkoja-Soreang sepanjang 10,57 km.

Untuk memperlancar arus transportasi logistik menjelang Lebaran tahun ini, Ditjen Bina Marga merencanakan akan mengoperasikan/memfungsikan beberapa ruas tol dengan total panjang 94 km. Jalan tol tersebut terdiri dari ruas Pejagan-Pemalang 26 km (operasi), Semarang-Solo 17 km (fungsional), Kertosono-Mojokerto 5 km (operasi), Mojokerto-Surabaya 18 km (operasi), Gempol-Pasuruan 13 km (operasi) dan Bakauheni-Terbanggi Besar 15 km (fungsional).

Sebagai penyeimbang pembangunan ruas jalan tol di Indonesia, pemerintah juga menyiapkan pembangunan akses jalan nasional (baru) sepanjang 2015-2019, sebagai penghubung terutama di daerah terisolir yang akan difokuskan pada seluruh wilayah perbatasan di Pulau Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Di samping itu, pembangunan jalan akses nasional ini juga ditujukan untuk mendukung pengembangan Kawasan Strategis Nasional (KSN) seperti bandara, pelabuhan, objek pariwisata, serta pembangunan jembatan, flyover/underpass.

Teks : Antonius S

Sumber foto : Komunikasi Publik Bina Marga



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix