Program Bina Marga Dalam Rangka Peningkatan Fungsi Jalan Tol

16 / 02 / 2016 - in Berita

Aspek keselamatan berkendara bagi seluruh pengguna jalan bebas hambatan (tol) di Indonesia selama ini dianggap masih jauh di bawah standar keselamatan internasional. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, telah membuat beberapa program terkait keselamatan di jalan Raya termasuk pada ruas tol.

Menurut Subagyo selaku Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan, dan Fasilitas Jalan Daerah, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR, program Ditjen Bina dalam menangani permasalahan keselamatan jalan secara umum terbagi menjadi 2 yaitu program yang bersifat proaktif dan reaktif.

Kegiatan proaktif merupakan kegiatan penanganan yang dilaksanakan sebelum terjadi kecelakaan, seperti audit keselamatan jalan dan uji laik fungsi jalan. Kegiatan tersebut merupakan serangkaian dari kegiatan pengujian formal terhadap komponen teknis dan administrasi jalan, dan untuk kegiatan uji laik fungsi jalan itu sendiri harus dilaksanakan sebelum jalan tol dioperasikan.

Sedangkan program kegiatan yang sifatnya reaktif adalah kegiatan penanganan yang dilaksanakan setelah terjadi kecelakaan, antara lain berupa kegiatan investigasi lokasi rawan kecelakaan. Dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut, lanjut Subagyo, Ditjen Bina Marga bekerjasama dengan Puslitbang Jalan dan Jembatan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Perhubungan, Kepolisian, KNKT, serta Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau pihak swasta selaku operator jalan tol di Indonesia.

Fungsi pengawasan yang dilaksanakan oleh BPJT terhadap pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol, sebagai kebijakan dalam menjaga keselamatan pengguna jalan tol, juga sudah dioptimalkan. Salah satunya dengan penutupan lubang di seluruh ruas tol, tidak lebih dari 2 hari setelah permukaan aspal/beton kedapatan berlubang.

Teks : Antonius S

Sumber foto Komunikasi Publik Bina Marga



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix