Presiden Jokowi Resmikan Jembatan Pak Kasih Demi Potong Biaya Penyeberangan Selama Ini

23 / 03 / 2016 - in Berita

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan pengoperasian Jembatan Kapuas Tayan di Kecamatan Tayan, Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (22/3). Peresmian jembatan yang diberi nick name Jembatan Pak Kasih ini, merupakan realisasi program pemerintah Jokowi dalam percepatan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia.

“Tadi Gubernur (Cornelis, Gubernur Kalbar) mengusulkan namanya Jembatan Pak Kasih, kalau ini memang usulan masyarakat yang ditampung pak Gubernur, saya setuju, dengan mengucap Bismillah maka Jembatan Pak Kasih di Tayan ini resmi beroperasi pada hari ini (22/Mar),” kata Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, serta Anggota Komisi V DPR RI Nusyirwan.

Jembatan Pak Kasih sejatinya telah dibangun sejak 2011 dan baru selesai tahun ini. Menurut Presiden, pembangunan Jembatan Pak Kasih merupakan salah satu kegiatan penting untuk mendukung infrastruktur jalan dan jembatan di Kalimantan khususnya Trans Kalimantan, termasuk perbatasan Indonesia-Malaysia dan menjadi salah satu prioritas agenda pembangunan dari pinggiran yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia.

“Saya senang sekali bisa hadir di tempat ini, sudah dua kali saya kesini, saya tanya jembatan ini kok bisa cepat (pengerjaannya) dari Kementerian PUPR menyampaikan bahwa ini diikerjakan tiga shift yaitu pagi, siang dan malam karena jembatan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Presiden.

Presiden menyampaikan bahwa sebelum ada jembatan tersebut, truk maupun mobil penumpang harus naik kapal feri untuk menyeberang dengan biaya Rp 200-250 ribu. Dengan beroperasinya Jembatan Pak Kasih maka diharapkan masyarakat akan mendapat keuntungan, karena untuk menyeberang dan melintas melalui jembatan ini tidak berbayar alias gratis.

Secara terpisah Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa jembatan tersebut memiliki panjang 1.650 meter dan terdiri dari dua bentang, yaitu Jembatan I sepanjang 430 meter dan Jembatan II sepanjang 1.220 meter. Basuki juga menjelaskan bahwa Jembatan Tayan memiliki lebar 11,5 meter dengan tinggi bebas jembatan sekitar 13 meter dari permukaan air banjir. Tinggi ini ditentukan berdasarkan perhitungan terhadap air pasang dan surut sehingga tidak akan mengganggu lalu lintas air, karena Sungai Kapuas merupakan salah satu urat nadi transportasi masyarakat di Kalimantan Barat.

Menteri Basuki menjelaskan lagi, Jembatan Pak Kasih menghubungkan Poros Selatan Trans Kalimantan yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat yang terputus oleh Sungai Kapuas di Kecamatan Tayan Hilir.

“Jembatan tersebut (Pak Kasih) merupakan jembatan terpanjang di Pulau Kalimantan dan diharapkan dapat meningkatkan konektivitas, menghemat waktu dan biaya penyeberangan, sehingga dapat memberi manfaat langsung untuk masyarakat, pengusaha, dan industri di sekitarnya,” kata Basuki.

Selain pembangunan Jembatan Pak Kasih, lanjut Basuki, juga telah dibangun akses jalan sepanjang 3,72 kilometer yang terdiri dari jalan akses utara 0,9 kilometer, jalan pulau sepanjang 0,32 kilometer, serta jalan akses selatan sepanjang 2,5 kilometer. Total dana investasi untuk pembangunan jembatan dan jalan akses tersebut, menelan biaya mencapai Rp 1,028 triliun.

Sebagai informasi, Jembatan Pak Kasih yang menjadi nama jembatan tersebut adalah nama dari seorang pahlawan yang berjuang melawan Belanda yang berasal dari Sampit, Kalimantan Tengah. Jembatan Pak Kasih juga termasuk jembatan khusus non standar yang dirancang untuk mampu bertahan minimal hingga 100 tahun, dengan perawatan yang diatur dengan standar yang berlaku.

Teks : Antonius S

Foto : KompuBM-Kemen PUPR



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix