PPKM Darurat, Kemenhub Gelar Vaksinasi Pengemudi di Pelabuhan dan Rest Area

03 / 07 / 2021 - in Berita

Kementerian Perhubungan pada Jumat (2/7) kemarin, menerbitkan Surat Edaran tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam negeri dengan transportasi di masa pandemi Covid-19 di masa penerapan PPKM Darurat mulai 3-20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.

Terbitnya SE Kemenhub di sektor transportasi darat, laut, udara, dan kereta api tersebut dalam rangka menindaklanjuti terbitnya SE Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 14 tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri dalam masa pandemi Covid-19.

Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menjelaskan dalam rapat koordinasi dan sosialisasi SE Kemenhub bersama asosiasi perusahaan transportasi umum pada Sabtu(3/6) menjelaskan bahwa pelaku perjalanan dalam hal ini pengemudi angkutan umum dan pembantu pengemudi yang melintasi jalur Jawa-Bali tidak diwajibkan vaksinasi COVID-19, tetapi diarahkan untuk vaksinasi.

“Salah satu yang diatur dalam SE tersebut adalah protokol pelaku perjalanan dalam negeri, mulai dari kendaraan pribadi hingga truk. Pengemudi truk harus melengkapi dan membawa hasil negatif rapid test swab PCR 2×24 Jam atau swab antigen 1×24 Jam. Pengemudi angkutan logistik seperti truk dari dan ke pulau Jawa dan Bali secara aturan tidak wajib memiliki sertifikat vaksin. Namun mengacu pada SE Satgas Covid-19, pengemudi truk dan awaknya dihimbau untuk vaksin,” kata Dirjen Budi pada rapat yang digelar via daring.

Dirjen Budi mengusulkan terminal dan rest area sebelum Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni bisa dijadikan tempat vaksinasi COVID-19 untuk pengemudi. “Kami sempat berkoordinasi dengan Satgas dan Kemenkes agar didirikan beberapa tempat vaksinasi. Saya usulkan ada 38 terminal dan beberapa rest area sebelum Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakauheni,” tambahnya.

“Kebijakan ini bukan larangan tapi pengetatan. Sehingga masyarakat yang tidak perlu sekali, agar tidak melakukan perjalanan dari 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Karena persyaratannya yang cukup banyak seperti vaksin dan hasil rapid tes PCR atau swab antigen,” pesan Budi.

Dalam rangka penguatan Tracing, Tracking dan Treatment (3T) Covid-19, akan dilaksanakan random sampling termasuk melakukan pemeriksaan dokumen kelengkapan syarat perjalanan oleh Kemenhub bersinergi dengan TNI-Polri, Pemerintah Daerah dan steakholder terkait, guna melakukan pengetatan keluar masuk pada simpul-simpul transportasi di sejumlah titik di Pulau Jawa dan Pulau Bali.

Editor : Sigit

Foto : TruckMagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix