Ply Rating, Load Range Dan Load Index

28 / 07 / 2021 - in Kontributor Ahli

Apa bedanya antara ply dengan ply rating? Apa hubungan antara ply atau ply rating dengan load range? Apa bedanya antara load range dengan load index? Apakah ban dengan jumlah ply rating lebih tinggi, pasti akan lebih kuat menyangga beban muatan daripada yang jumlah ply rating lebih rendah?
Robertus Sutoyo, Setiajaya Diesel Palu, Sulawesi Tengah
A:
Ban bisa dibilang sebagai bagian yang paling vital dari sebuah kendaraan. Sebab salah satu tugas ban pada sebuah kendaraan ada yang bersifat sepanjang masa tanpa ada waktu istirahat, walaupun di saat komponen lainnya sedang tidak berfungsi kala kendaraan sedang diam tidak beroperasional, ban tetap harus menjalankan salah satu fungsinya, yaitu menyangga seluruh bobot kendaraan beserta muatan yang ada dalam kendaraan tersebut. Tanpa ban kendaraan tidak akan dapat berdiri tegak, apalagi untuk berjalan.

Mari kita perhatikan bentuk sebuah ban yang seperti sebuah kue donat yang terbuat dari karet berwarna hitam. Tapi apa yang sebenarnya menyangga berat sebuah kendaraan? Apakah benda yang berbentuk menyerupai kue donat dan terbuat dari karet berwarna hitam tadi? Bukan!

Karena sebenarnya yang menyangga berat sebuah kendaraan adalah udara yang ada di dalam sebuah ban. Ban sendiri hanyalah merupakan wadah untuk menampung udara bertekanan. Jika kendaraan Anda membawa muatan yang lebih berat, maka Anda membutuhkan tekanan udara yang lebih tinggi dan sebaliknya.
Anda dapat mengatasinya dengan menyediakan ruang dalam ban untuk menampung udara yang lebih banyak atau dengan memasukkan lebih banyak molekul udara ke dalam ukuran wadah lebih besar untuk membawa muatan dengan kapasitas yang lebih tinggi atau sebaliknya.

Dengan kata lain, Anda dapat mengubah ukuran ban dengan yang lebih besar atau lebih kecil, menyesuaikan dengan bobot kendaraan dan muatannya. Bagaimana pun dibutuhkan ban yang cukup kuat untuk menahan beban muatan yang cukup berat. Untuk mendefinisikan kemampuan sebuah ban, bisa dinyatakan dalam spesifikasi “Ply Rating”, “Load Range”, dan “Load Index”.

Apakah yang dimaksud dengan ply?
Pada generasi pertama teknologi ban, masih diproduksi ban jenis bias dengan menggunakan casing (kerangka) ban yang diperkuat dengan menambahkan lapisan benang katun, yang pada saat itu masih berwujud seperti benang yang dipakai untuk menjahit celana jeans. Rajutan yang terdiri dari benang ini dibuat saling menyilang satu sama lain (criss-cross). Itulah sebabnya maka ban bias disebut juga dengan ban x-ply (cross ply). Semakin banyak/tebal lapisan tersebut, akan semakin menambah kekuatan pada ban tersebut.

Apa bedanya antara ply dengan ply rating? Apa hubungan antara ply atau ply rating dengan load range? Apa bedanya antara load range dengan load index? Apakah ban dengan jumlah ply rating lebih tinggi, pasti akan lebih kuat menyangga beban muatan daripada yang jumlah ply rating lebih rendah?
Robertus Sutoyo, Setiajaya Diesel Palu, Sulawesi Tengah
A:
Ban bisa dibilang sebagai bagian yang paling vital dari sebuah kendaraan. Sebab salah satu tugas ban pada sebuah kendaraan ada yang bersifat sepanjang masa tanpa ada waktu istirahat, walaupun di saat komponen lainnya sedang tidak berfungsi kala kendaraan sedang diam tidak beroperasional, ban tetap harus menjalankan salah satu fungsinya, yaitu menyangga seluruh bobot kendaraan beserta muatan yang ada dalam kendaraan tersebut. Tanpa ban kendaraan tidak akan dapat berdiri tegak, apalagi untuk berjalan.

Mari kita perhatikan bentuk sebuah ban yang seperti sebuah kue donat yang terbuat dari karet berwarna hitam. Tapi apa yang sebenarnya menyangga berat sebuah kendaraan? Apakah benda yang berbentuk menyerupai kue donat dan terbuat dari karet berwarna hitam tadi? Bukan!

Karena sebenarnya yang menyangga berat sebuah kendaraan adalah udara yang ada di dalam sebuah ban. Ban sendiri hanyalah merupakan wadah untuk menampung udara bertekanan. Jika kendaraan Anda membawa muatan yang lebih berat, maka Anda membutuhkan tekanan udara yang lebih tinggi dan sebaliknya.

Anda dapat mengatasinya dengan menyediakan ruang dalam ban untuk menampung udara yang lebih banyak atau dengan memasukkan lebih banyak molekul udara ke dalam ukuran wadah lebih besar untuk membawa muatan dengan kapasitas yang lebih tinggi atau sebaliknya.

Dengan kata lain, Anda dapat mengubah ukuran ban dengan yang lebih besar atau lebih kecil, menyesuaikan dengan bobot kendaraan dan muatannya. Bagaimana pun dibutuhkan ban yang cukup kuat untuk menahan beban muatan yang cukup berat. Untuk mendefinisikan kemampuan sebuah ban, bisa dinyatakan dalam spesifikasi “Ply Rating”, “Load Range”, dan “Load Index”.

Apakah yang dimaksud dengan ply?
Pada generasi pertama teknologi ban, masih diproduksi ban jenis bias dengan menggunakan casing (kerangka) ban yang diperkuat dengan menambahkan lapisan benang katun, yang pada saat itu masih berwujud seperti benang yang dipakai untuk menjahit celana jeans. Rajutan yang terdiri dari benang ini dibuat saling menyilang satu sama lain (criss-cross). Itulah sebabnya maka ban bias disebut juga dengan ban x-ply (cross ply). Semakin banyak/tebal lapisan tersebut, akan semakin menambah kekuatan pada ban tersebut.

Casing/Carcass ply adalah istilah untuk bagian kerangka ban yang biasanya terdiri dari sedikit helai benang nilon atau satu helai kawat baja saja, sedangkan crown plies yang lapisannya lebih banyak.
Contoh truk ringan yang menggunakan ban ukuran 7.50 – 16 memiliki ply Rating 14 (Load Range G)

Lalu apa beda antara ply dengan ply rating?
Dahulu rajutan benang katun yang bertumpuk-tumpuk menjadi kerangka ban itu jumlahnya memang sesuai dengan simbol yang tertera pada spesifikasi ban tersebut. Jika tertera 16 ply berarti ketika dihitung memang lapisannya terdiri atas 16 helai benang katun. Namun zaman sekarang jumlah rajutan benang nilonnya atau kawat bajanya belum tentu sama dengan yang tertera pada spesifikasi ban, namun kekuatannya setara dengan jumlah lapisan yang tertera pada spesifikasinya. Maka dari itulah disebut ply rating yang berarti sepadan dengan jumlah ply yang seharusnya.

Mengapa jumlah ply selalu genap?
Sebab paling sedikit harus menggunakan dua benang untuk menyusun lapisan ban bias yang dijahit secara bersilangan (criss-cross).

Dalam perkembangannya, benang katun sudah tidak digunakan lagi dan digantikan dengan benang nilon. Nilon lebih kuat dibandingkan dengan katun. Dengan perkembangan teknologi yang semakin modern, benang nilon ini kemudian digantikan dengan benang polyester yang hampir menyerupai benang nilon tetapi memiliki sifat fisis yang lebih fleksibel dan lebih tahan terhadap panas. Anda mungkin pernah melihat ban dengan tulisan “2 ply/4 ply rating”. Ini artinya ban tersebut menggunakan dua helai benang nilon, tetapi memiliki kekuatan yang sama (setara) dengan empat lapis benang katun.

Teknologi dalam industri ban terus semakin berkembang dan para teknisi terus mengupayakan inovasi terbaru dalam teknologi produksi ban. Bahan baku pembuat lapisan dalam casing ban terus dikembangkan dan kemudian diperkenalkan bahan baku kawat baja sebagai pembuat lapisan pada konstruksi ban radial, yang membuat helai-helai pada lapisan semakin sedikit namun semakin kuat. Dan ini menghasilkan desain baru yang kita gunakan hari ini, dibarengi dengan timbulnya istilah “Load Range” yang awalnya sering digunakan di wilayah Amerika Utara.
Sekarang, Anda dapat melihat bagaimana “Load Range” dibandingkan dengan “Ply Rating” yang merupakan istilah yang lebih lama.

Mengapa tidak ada huruf “I” atau “K” pada load range?
Untuk menghindari kebingungan, sebab huruf “I” bisa tergantung dari cara penulisan dapat terlihat sebagai angka ”1” dan “K” adalah singkatan yang biasa digunakan untuk “kilo” yang berarti “seribu”.
Apakah arti dari load range?

Load range mengindikasi kapasitas beban maksimal yang disarankan bagi sebuah ban. Ini bervariasi antara ukuran ban dan tekanan udara pada ban. Ban yang lebih besar dapat menampung jumlah udara yang lebih banyak dan dapat menahan kapasitas beban muatan yang lebih besar. Ukuran ban tertentu dengan tekanan udara yang lebih tinggi akan berpengaruh pada tingkat kapasitas beban.

Apakah ban dengan load range lebih tinggi dapat bertahan lama (awet)?
Bisa ya, bisa juga tidak. Yang menentukan usia pemakaian ban adalah cepat atau lambatnya keausan telapak ban dan bagaimana kemampuan casing ban tersebut dapat di vulkanisir (retreadability). Sepanjang ban memiliki kapasitas yang cukup atau memiliki kapasitas yang maksimal sesuai kebutuhan, Anda dapat memilihnya. Membeli ekstra kapasitas beban akan bisa meningkatkan usia pemakaian ban Anda, jika perlu.

Apakah boleh menurunkan atau menaikkan spesifikasi kapasitas ban untuk menyangga beban sebuah kendaraan?
Anda bisa saja menurunkan atau menaikkan spesifikasi kapasitas ban untuk menyangga beban pada kendaraan. Namun sangat disarankan untuk mengecek lebih dulu petunjuk manual atau berkonsultasi dengan teknisi ban yang berpengalaman untuk memastikan bahwa kapasitas ban ini sesuai dengan kendaraan Anda. Bagaimana pun juga, Anda tidak dapat memilih ban yang memiliki kapasitas yang lebih rendah daripada spesifikasi ban orisinil yang sudah dihitung secara cermat memang cocok untuk kendaraan Anda (original equipment). Perhitungan kapasitas beban adalah berdasarkan berat kendaraan. Maka jika Anda menggunakan ban dengan kapasitas di bawah spesifikasi ban orisinil, akan membuat tidak nyaman dalam berkendara, kendaraan tidak stabil, limbung dan tidak menjamin keselamatan Anda.

Apakah yang dimaksud dengan load index?
Load index adalah kode numerik yang menunjukkan kapasitas maksimum pembebanan pada kecepatan tertentu, sesuai dengan spesifikasi standar ban, sampai dengan kecepatan tertentu. Apabila kecepatan telah melebihi batas kecepatan tertentu, maka kapasitas beban harus dikurangi sesuai dengan standar yang berlaku (Law Of Load – Pressure – Speed Correlation)
Jika ply rating dua buah ban berbeda, tapi dengan merek ban yang sama, tentu ban dengan jumlah ply rating lebih tinggi yang lebih kuat dalam menyangga beban muatan. Namun jika kedua buah ban tersebut berbeda merek, belum tentu ban dengan jumlah ply rating lebih tinggi secara otomatis lebih kuat menahan beban muatan.
Contoh: Sebuah ban dengan merek “A” mempunyai ply rating 16, belum tentu kekuatan menahan beban muatan ban bermerek ”A” tersebut secara otomatis lebih rendah dari ban bermerek “B” yang tinggi ply rating-nya adalah 18.
Mengapa demikian?
Pertama, karena perbedaan teknologi konstruksi berbagai macam merek ban yang berbeda-beda menghasilkan berbagai macam kekuatan berbeda pula.
Kedua, karena selain casing ply sebagai kerangka ban, juga masih ada material pendukung lain dalam proses produksi sebuah ban yang juga ikut menentukan kekuatan sebuah ban. Teknik mengolah adonan bahan baku ban yang berbeda-beda komposisinya di tiap-tiap pabrik juga menentukan kekuatan sebuah ban, walaupun materialnya berjenis sama.
Ketiga, merek bahan baku dari suplier yang berbeda-beda juga pasti mempunyai kekuatan yang berbeda-beda pula, walaupun dengan komposisi sama.

Analoginya: Belum tentu sebuah bangunan yang menggunakan kerangka besi beton dengan ketebalan minimum 12 milimeter akan secara otomatis lebih kuat daripada bangunan yang menggunakan besi beton dengan ketebalan minimum 10 milimeter. Karena belum tentu teknologi konstruksi yang diterapkan oleh arsitek yang satu dengan lainnya selalu sama. Selain itu, masih tergantung juga pada kualitas semen, batu bata, batu kali, dan pasirnya yang ikut memengaruhi kekuatan sebuah bangunan.

Banyak orang beranggapan, bahwa teknik adalah ilmu pasti. Namun alam semesta menyimpan banyak tabir misteri yang sering sulit untuk diungkap. Sehingga sebagian dari ilmu pasti pun menjadi misterius dan tidak pasti lagi serta semakin menarik untuk dipelajari (Prof. Dr. Ing. Rudolf Ivanovsky, Technische Universitaet Berlin, Januari 1987).

Oleh Bambang Widjanarko
Independent Tire Analyst
Editor : Sigit
Foto TruckMagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix