Petunjuk Aman Pemasangan Ban Baru

22 / 08 / 2021 - in Tips & Trik

Selain BBM, komponen fast moving dalam industri transportasi adalah ban. Pemilihan ban harus memperhatikan medan dan tonase muatan yang diangkut karena akan sangat berpengaruh terhadap biaya operasional kendaraan. Karena itu perawatan ban diperlukan sehingga usia pakai ban bisa maksimal. Bagian terpenting dari perawatan ban adalah prosedur penggantian ban.

Aris Sulaiman, Assistant Workshop Manager PT Tiga Surya Dwiraya Gresik mengingatkan, “Fleet manager harus memahami benar bagaimana jadwal penggantian komponen kendaraan berjalan. Ban menjadi faktor utama biaya pengeluaran paling besar jika tidak ada perhatian khusus. Maintenance adalah bentuk perawatan wajib, tetapi untuk pemasangan ban baru yang benar ke kendaraan, harus memperhatikan prosedur dari pabrikan,” pesan Aris.

Penggantian ban baru harus serempak di semua roda, karena semua ban bekerja bersama dalam waktu yang sama. Berikut tahapan pemasangan ban baru pada kendaraan.

  1. Kosongkan angin sebelum ban dilepas dari kendaraan
  • Selalu diawali dengan mengempiskan ban hingga angin benar-benar habis sebelum melepaskan roda. Kerusakan pada pelek bisa disebabkan karena tidak mengempiskan ban dulu sebelum roda dilepas.
  • Lepaskan klep pentil untuk memastikan ban sudah kempis.
  • Masukkan kawat tebal melalui klep pentil untuk memastikan tidak ada sumbatan.
  • Jangan menambahkan angin ke dalam ban yang sudah dipastikan kondisinya tidak baik karena ada peluang ban meledak dan menyebabkan luka serius.
  • Pastikan untuk memeriksa dengan alat pengukur terlebih dahulu sebelum angin ditambahkan.
  1. Inspeksi komponen roda terlebih dahulu sebelum merakit komponen roda
  • Spesifikasi pelek tercetak jelas di bagian dalam atau samping. Jika tidak ada keterangan spesifikasi atau tulisan telah pudar, jangan gunakan lagi pelek itu karena kesalahan membaca spesifikasi berakibat fatal pada kendaraan.
  • Komponen pelek tidak boleh ditukar dengan komponen lain karena merupakan kesatuan roda.
  • Pastikan ukuran ban sesuai dengan pelek. Pelek dapat mengakomodasi ban dengan lebar yang bervariasi.
  • Pastikan diameter yang ditunjukkan pada ban sama persis dengan diameter yang dicetak pada pelek. Jangan mengandalkan perkiraan jika data spek pada pelek sudah kabur atau tidak terbaca, karena perbedaan kecil bisa menyebabkan kecelakaan. Hindarkan memasang ban berdiameter kecil pada pelek yang lebih besar atau sebaliknya.
  • Pastikan bagian dalam pelek masih dalam kondisi baik. Periksa bagian dalam sebelum dirakit. Tidak membutuhkan waktu lama untuk memeriksa pelek dan lock ring yang bermasalah.
  • Jangan gunakan pelek yang rusak, aus, atau retak. Kebocoran pada pada ban tubeless mungkin disebabkan oleh pelek yang retak. Jangan memperbaiki pelek yang retak. Pelek retak yang diperbaiki sebenarnya adalah pelek yang sudah tidak bisa dipakai.
  • Periksa semua permukaan logam dari karat, korosi, retak, bengkok, dan lock ring yang tidak simetris. Jika menemukan bagian yang bermasalah lebih baik tidak digunakan. Pelek yang menunjukkan tanda-tanda rusak artinya sudah mencapai usia maksimalnya.
  • Untuk pelek tubeless, periksa klep pentil untuk memastikan kondisinya baik, tidak retak atau bengkok dan mampu menahan tekanan udara. Jika sudah aus, ganti baru.
  1. Ganti part yang rusak

Penggunaan komponen yang rusak sangat berbahaya. Komponen ban yang rusak bisa mengganggu proses inflasi.

  • Ganti bagian yang rusak jika ada kontur kasar pada logam.
  • Buang atau musnahkan pelek atau lock ring yang tampak retak dan pecah.
  • Jangan menggunakan kembali, memperbaiki dengan cara mengelas atau memanaskan komponen pelek atau roda yang rusak.
  • Jangan mengelas komponen pelek atau roda, terutama saat ban terpasang. Panas dari alat las menyebabkan ban meledak.
  • Jika ada kerusakan pada komponen pelek atau roda, ganti bagian yang rusak tersebut.
  1. Persiapan sebelum merakit roda

Kotoran dan karat dapat mengganggu akurasi komponen pelek ketika disatukan. Bersihkan semua semua karat, korosi, kotoran, dan bahan asing lainnya dari permukaan komponen.

  • Cara yang baik untuk mencegah pembentukan karat adalah melapisi dengan cat primer antikarat.
  • Gunakan hanya minyak pelumas yang direkomendasikan untuk pelek dan ban. Jika harus menggunakan larutan berbasis air, harus mengandung inhibitor karat. Ketika kering, pelumas sebaiknya tidak licin. Jangan menggunakan pelumas berbasis base oil atau silikon, karena bisa merusak karet ban atau menyebabkan penumpukan karat.
  • Oleskan pelumas pad lipatan bead, flap, dan permukaan lain yang kontak langsung dengan ban sebelum dipasang.
  1. Bekerja dengan aman

Mekanik dapat melindungi diri sendiri selama proses inflasi dengan memahami prosedur keselamatan.

  • Kembangkan ban di dalam kotak pengaman yang biasanya berbentuk sangkar dengan jeruji besi.
  • Sebaiknya gunakan chuck clip-on air untuk mempermudah menambah tekanan ban.
  • Selama proses inflasi, menjauh dari kotak pengaman ban. Jangan bersandar atau meletakkan bagian tubuh pada perangkat inflasi.
  • Jangan mengembangkan ban sampai melebihi tekanan yang dianjurkan pada spek ban.
  • Setelah ban terisi penuh, periksa ban, pelek, dan lock ring sebelum mengeluarkan ban dari kotak pengaman.
  • Jika ada komponen roda yang tidak terpasang dengan benar, kempiskan ban terlebih dahulu baru selesaikan masalah yang ada. Setelah itu ban bisa dikembangkan kembali.
  • Ban yang sudah berisi 80% angin lebih, sudah bisa dipasang ke kendaraan dan diisi penuh setelah setelah terpasang sempurna.
  • Jika ban kekurangan angin lebih dari 80% sebaiknya melepas ban dan dikembangkan di dalam kotak pengaman.
  1. Pasang roda ke kendaraan dengan benar

Saat memasang pelek atau roda pada kendaraan, pastikan untuk memperhatikan hal berikut:

  • Ukuran mur yang tepat termasuk ring tambahan.
  • Urutan pengencangan baut yang benar.
  • Torsi pengencangan baut yang sesuai.
  • Ring tambahan atau variasi tidak menggangu performa ban.
  1. Berhati-hati dalam berkendara.

Periksa pelek dan roda dari kerusakan. Pemeriksaan ban dan pelek bisa dilakukan saat kendaraan istirahat atau pemeriksaan lebih detail bisa dilakukan sebelum perawatan berkala. Ganti bagian yang rusak atau aus.

  • Jangan memaksa berangkat dengan ban tunggal yang seharusnya terpasang ban dobel. Jika alasan ban masih diperbaiki, sebaiknya tunggu hingga proses selesai.
  • Bila ada satu ban kurang angin pada ban dobel, daya muat akan berkurang dan beban akan didistribusikan ke ban dan pelek lain. Ini sangat berbahaya karena distribusi beban muatan sudah sudah berubah.
  • Jika salah satu ban dari ban dobel bermasalah, jangan langsung perbaiki dalam keadaan terpasang. Lepaskan semua ban, dan perbaiki masalah yang ada. Setelah dibongkar periksa permukaan pertemuan antar-ban. Jika ada kerusakan segera ganti bagian yang rusak atau aus.
  • Periksa kembali torsi pengencangan baut roda pada jarak operasional 80-180 km pertama setelah penggantian ban atau pelek baru. Jika kendor, kencangkan kembali dengan urutan yang benar.

 

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix