Pertumbuhan Belanja Nasional Capai 32 Persen pada Awal April 2021

05 / 05 / 2021 - in Berita

Pemulihan ekonomi terus berlanjut pada triwulan I-2021 dan menunjukkan kecenderungan kenaikan yang positif. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, ekonomi Indonesia pada triwula I-2021 masih mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar -0,74 persen (YoY). Apabila dibandingkan dengan triwulan IV-2020, kontraksi pertumbuhan yang terjadi sebesar -0,96 persen (QtQ).

Dalam hal ini, perbaikan kondisi ekonomi pada triwulan I tentu tak lepas dari intervensi yang dilakukan oleh pemerintah. Konsumsi Pemerintah tumbuh tinggi pada triwulan pertama tahun ini atau mencapai 2,96 persen (YoY). Sementara konsumsi rumah tangga masih terkontraksi -2,23 persen (YoY), namun angka ini membaik dibandingkan triwulan I 2020 yang berada di angka -3,61 persen (YoY).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, pada saat yang sama produsen merespon perbaikan permintaan domestik dengan meningkatkan produksi melalui investasi, sehingga Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) hanya terkontraksi sebesar -0,23 persen (YoY), lebih baik daripada triwulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar -6,15 persen (YoY).

Berbagai sektor usaha juga terus menunjukkan perbaikan kinerja akibat membaiknya permintaan domestik. Di saat yang sama, pemulihan permintaan global juga mendorong peningkatan sektor usaha dalam negeri, seperti industri pengolahan yang hanya terkontraksi -1,38 persen (YoY) dan sektor pertanian yang mampu tumbuh 2,95 persen (YoY).

“Kontributor penggerak industri pengolahan adalah industri kimia, farmasi dan obat tradisional yang tumbuh 11,46 persen (YoY). Hal ini akibat peningkatan permintaan produk-produk kebersihan dan kesehatan. Industri makanan dan minuman tumbuh 2,45 persen (YoY) karena didukung peningkatan produksi padi dan peningkatan produksi CPO,” kata Menko Airlangga dalam Konferensi Pers Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I-2021 di Jakarta, Rabu (5/5).

Secara spasial, seluruh wilayah telah mengalami perbaikan sejalan dengan membaiknya perekonomian domestik dan tren penurunan kasus Covid-19, serta didukung oleh peningkatan ekspor yang terjadi beriringan dengan kenaikan harga komoditas global.

Momentum pemulihan ekonomi ini diperkirakan akan terus berlanjut pada Triwulan II-2021 pada khususnya dan keseluruhan tahun 2021 pada umumnya, bahkan akan mampu tumbuh lebih tinggi daripada perkiraan sebelumnya, terlihat dari perbaikan pada berbagai indikator utama.

Contohnya hasil analisis Bloomberg Market Consensus yang merevisi ke atas angka proyeksi/pertumbuhan ekonomi Triwulan II-2021 Indonesia dari 6,7 persen menjadi 7,1 persen, mengingat kondisi perekonomian pada periode sama tahun lalu yang sangat rendah.

“Optimisme ini menguatkan ekspektasi terhadap perekonomian Indonesia untuk rebound di tahun 2021. Angka pertumbuhan di kisaran 4,5 persen sampai dengan 5,3 persen masih sangat mungkin untuk dicapai. Hal ini salah satunya adalah dampak penuh dari kebijakan yang telah dilakukan, serta pola konsumsi yang meningkat pada saat bulan Ramadan dan hari Raya Lebaran 2021,” ujar Airlangga.

Peningkatan konsumsi masyarakat tercermin dari inflasi, Indeks Keyakinan Konsumen, serta Indeks Penjualan Riil yang meningkat. Pemulihan konsumsi ini mendorong industri untuk meningkatkan aktivitas produksinya, tercermin dari indikator PMI yang meningkat mencapai level tertinggi selama periode 10 tahun pada April 2021. Peningkatan aktivitas produksi juga didukung oleh peningkatan impor bahan baku dan barang modal. Dari sisi eksternal, pemulihan permintaan global mendorong aktivitas ekspor impor Indonesia.

“Konsumsi diproyeksikan akan terus meningkat di triwulan II-2021, sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat yang memicu pertumbuhan belanja nasional. Pertumbuhan belanja nasional tumbuh signifikan pada awal April 2021 sebesar 32,48 persen,” ujar Menko Airlangga.

 

Editor: Antonius
Foto: Dok. TruckMagz



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix