Perlukah Beralih Ke Single Wide Base Tire?

19 / 09 / 2018 - in Ask The Expert, News
_DSC1362

Munculnya berbagai usulan sebagai solusi untuk Truk Overdimensi & Overload ( ODOL ) belakangan ini sebaiknya kita sikapi dengan arif.  Tentunya karena tidak semua usulan tersebut masuk akal dan sesuai dengan kondisi geografis, infrastruktur, sumber daya manusia dan ekonomi di negeri ini.  Setiap teknologi baru, pastinya diluncurkan dengan tujuan agar bisa mendatangkan keuntungan dan kemudahan bagi penggunanya. Namun jika salah mengaplikasikan pada waktu dan tempatnya, maka tidak mustahil, malah akan mendatangkan kerugian bagi penggunanya.

Seperti contohnya usulan tentang penggunaan Single Wide Base Tire (Ban Radial Tubeless Tapak Lebar). Memang semakin luas footprint ( jejak telapak ) ban, semakin berpotensi mengurangi kerusakan jalan, sebab footprint ban yang lebih sempit memang lebih berpotensi merusak pada permukaan jalan.

Seperti analogi sepatu high heel dengan sepatu kets. Namun penerapan semua teknologi baru hendaknya dilakukan secara bertahap, tanpa melupakan aspek lainnya. Peralihan penggunaan teknologi dari ban bias (nilon) ke ban radial tube type ( ban kawat pakai ban dalam) seri 100’s ( hundred) saja masih belum seluruhnya sukses dan masih memerlukan edukasi / penyesuaian secara spartan untuk beberapa saat di beberapa daerah.

Perlu diketahui, ada beberapa perbedaan karakter antara ban bias dengan ban radial yang membutuhkan teknik perawatan berbeda, terutama dalam hal tekanan udaranya. Perawatan pada ban truk jauh lebih menuntut perhatian daripada perawatan pada ban passenger car, karena persoalan pada ban akan mulai muncul ketika ada beban berat yang ditanggungnya.

Apalagi jika saat ini dipaksakan menggunakan single wide base tire , tanpa melalui proses belajar dari ban radial tube type ke ban radial tubeless ( tanpa ban dalam ) seri 90’s (profil 90 persen) dulu.  Asal tahu saja, betapa mahalnya harga sebuah velg untuk single wide base tire , karena belum ada pabrikan lokal yang sanggup memproduksinya.

Selain harga ban nya sendiri yang sudah sangat mahal. Jikalau gagal dalam percobaannya, maka nilai investasi per ban yang harus diperjudikan pun terlalu tinggi.  Saya setuju jika kita melakukan study banding ke luar negeri atau bahkan bersekolah di luar negeri sekalian, namun kita tidak perlu latah untuk lantas mengadaptasi semua yang kita lihat di luar negeri untuk diaplikasikan di Indonesia, tanpa memperhitungkan beberapa hal lagi.

Maka sebaiknya untuk saat ini penggunaan Single Wide Base Tire sebagai pilihan saja dan bukan sebagai kewajiban.

 BAMBANG WIDJANARKO
Tire & Rim Consultant



Sponsors

GIIAS

KI-2018-Web-Banner-320x327 (TruckMagz)

1cemat-banner300-80-cn 

logo-chinatrucks300 327pix

FA-CVL-Digital-Banner-300x327-pixel