Periksa Sistem Injeksi BBM, Atasi Tenaga Mesin Gembos

26 / 08 / 2021 - in Tips & Trik

Kinerja pompa injeksi bahan bakar terkait sekali dengan kinerja mesin. Jika mesin diesel memiliki masalah pasokan bahan bakar, artinya mesin sedang mengalami masalah besar. Masalah injeksi bahan bakar adalah salah satu masalah mesin yang paling penting untuk segera ditangani. Jika mekanik perusahaan pernah mendapat keluhan dari sopir karena masalah injektor BBM, ini berarti ada masalah dalam pompa injektor bahan bakar. Hal ini berkaitan dengan kinerja mesin, dan juga bagaimana pompa injeksi bahan bakar mesin diesel bekerja.

Yoyok Chaerumanm Asisten Kepala Bengkel Sohib Wijaya membantu memberikan solusi masalah pada pompa injeksi bahan bakar yang hampir mungkin terjadi di perusahaan transportasi. Sebelum memulai penjelasannya Yoyok berbagi pengetahuan tentang apa itu pompa injeksi bahan bakar. “Apa itu pompa injeksi bahan bakar diesel? Bagaimana yang terjadi setelah solar masuk ke sistem bahan bakar? Sederhananya, injektor bahan bakar memasok bahan bakar ke ruang bakar, dan pompa menyuntikkan bahan bakar ke dalam ruang bakar. Seperti ini alurnya, bahan bakar dikirimkan dari pompa injeksi ke ruang bakar melalui proses yang cukup sederhana. Bahan bakar bertekanan masuk ke injektor bahan bakar. Berdasarkan sinyal dari solenoid yang dikontrol secara elektrik, bahan bakar memasuki plunger, yang menyiapkan bahan bakar untuk keluar. Ketika bahan bakar meninggalkan injektor, ujungnya menyemprotkan bahan bakar dalam bentuk kabut halus,” jelasnya.

Pompa injeksi bahan bakar diesel mengalami perubahan teknologi yang memengaruhi kinerjanya pada performa keseluruhan mesin. “Mungkin sekitar 15 atau 20 tahun yang lalu pompa injektor memproses bahan bakar dalam sistem dengan tekanan 10.000 hingga 15.000 psi (pound per square inch). Sedangkan sekarang dengan teknologi yang lebih maju, pompa injektor bahan bakar beroperasi pada tekanan 30.000 hingga 40.000 psi, kemajuan yang sangat signifikan,” kata Yoyok.

Performa mesin diesel secara umum banyak disebabkan oleh jumlah bahan bakar yang dapat diproses oleh mesin. Pada dasarnya, mesin yang canggih dapat memproses bahan bakar dan udara lebih baik daripada mesin diesel umum. “Ini biasanya ada kendaraan diesel terbaru bisa saja truk atau mobil pribadi. Itulah salah satu alasan mengapa turbocharger sangat efektif dalam meningkatkan horse power dan tekanan internal yang lebih besar. Masalah injektor bahan bakar diesel dapat diketahui ke dua masalah yang berbeda, yaitu masalah mekanis pada housing injektor bahan bakar dan kualitas bahan bakar atau lebih tepatnya kurangnya kualitas bahan bakar,” tambahnya. Dari dua hal itu, sejumlah masalah bisa muncul. Berikut enam masalah fuel injector pump yang umum terjadi pada mesin diesel.

1. Bahan Bakar Kotor

Pompa injeksi bahan bakar diesel yang bersih artinya injektor bahan bakar diesel bekerja optimum. “Seiring waktu, residu dapat menumpuk di sistem bahan bakar, sayang sekali jumlahnnya bisa cukup banyak. Kotoran dan minyak dapat menyumbat pompa injektor. Ujung semprot di mana bahan bakar keluar dari injektor dan masuk ke ruang pembakaran sangat mungkin menjadikan tenaga mesin jadi gembos,” ungkapnya.

Jika mesin pernah tersendat ketika berjalan, bisa saja pada ujung semprotan tersumbat sehingga muncul masalah dan semuanya dimulai dari bahan bakar diesel yang di bawah standar. Ini terjadi di beberapa daerah yang memiliki kualitas BBM rendah atau bisa jadi karena BBM oplosan yang tidak dibeli di SPBU.

2. Level BBM pada Tangki

Jika sopir atau pemilik kendaraan sering sekali terlambat mengisi bahan bakar dan sering menjalankan kendaraan dalam keadaan tangki hampir kosong, maka bisa juga diartikan merencanakan untuk menghancurkan injector pompa bahan bakar. “Itu semua ada hubungannya dengan lubrikasi. Semua mesin pasti memerlukan pelumasan. Karena ada gerakan mekanis di dalamnya. Dengan banyak bahan bakar di dalam tangki, bearing pompa bahan bakar menerima banyak pelumasan. Dengan tangki yang hampir kosong, sistem bahan bakar bisa dengan tiba-tiba mendorong udara tanpa solar. Jika ini sering terjadi maka bearing dapat dengan cepat mengalami kerusakan, yang berarti injektor bahan bakar tidak akan menerima bahan bakar pada level yang dibutuhkan seharusnya,” ujarnya.

3. Benda Asing di Dalam Injector

Injector pompa bahan bakar diesel adalah komponen dengan presisi yang tinggi. Komponen itu juga berurusan dengan sejumlah besar gerakan dan tekanan lainnya. Satu kotoran halus bisa berupa debu atau serpihan dapat menyumbat injector. Lebih buruk lagi, objek mikroskopis ini dapat mengganjal bukaan injector sehingga mekanisme yang seharusnya tertutup menjadi terbuka secara terus-menerus. Jika itu terjadi maka injector tidak dapat menutup, dan sangat mungkin kinerja mesin turun.

4. Timing Injector yang kurang Baik

Setiap kali o-ring fuel injector pump rusak, maka waktu proses transfer bahan bakar akan terganggu. Hal ini termasuk kerusakan umum yang sering terjadi pada pompa injektor BBM mesin diesel, dan biasanya memerlukan penggantian pompa injeksi secara lengkap.

5. Kontaminasi Air

Bahan bakar diesel bersifat higroskopis yang artinya menyerap air. Oleh karena itu tidak mengherankan jika salah satu menurunnya kinerja sistem bahan bakar diesel karena kontaminasi air.

Untuk alasan ini, jika mesin sudah lama dibiarkan tidak digunakan selama lebih dari 30 hari. Untuk menghidupkan pertama kali disarankan mengisi penuh tangki bahan bakar untuk memastikan sedikitnya jumlah ruang yang terbentuk karena udara akibat kondensasi, dan juga mengganti filter BBM lebih sering jika kendaraan jarang sekali digunakan. Karena ada truk di perusahaan yang jarang digunakan, bisa jadi karena kendaraan cadangan atau kendaraan khusus muatan berat saja,” tambah Yoyok.

Air akibat kondensasi mengumpul di dinding tangki BBM dalam bentuk ruang lembab karena pengaruh cuaca panas dingin yang terjadi setiap hari. Semakin besar perbedaan suhu, semakin cepat air terkumpul. Biasanya dibutuhkan sekitar 28-30 hari untuk kondensasi terbentuk di dalam tangki bahan bakar. Kelembaban ini akan terakumulasi dalam bahan bakar dan mulai menciptakan karat dan semacam lumut di dalam tangki, dan akhirnya mencemari semua komponen sistem bahan bakar.

Jika terpaksa truk tidak digunakan dalam waktu lama karena sebab tertentu sebaiknya menggunakan aditif untuk solar yang mengandung zat tertentu yang mampu menstabilkan bahan bakar, dan biosida ringan untuk memperpanjang umur bahan bakar yang tersimpan dan menghambat pertumbuhan lumut,” saran Yoyok.

6. Flushing yang tidak Sempurna

Salah penyebab yang mungkin jarang dipresiksi bisa menyebabkan masalah pada injector adalah flushing mesin. Flushing biasanya dilakukan pada saat sebelum memasang komponen fuel system baru. “Disarankan untuk memutuskan jalur pasokan bahan bakar dari pompa dan mengaktifkan fuel electric pump jika mesin support, sambil mengumpulkan BBM dalam wadah bersih untuk melihat kondisi fuel system. Setelah bahan bakar terkumpul, biarkan BBM tadi mengendap dan kemudian periksa apakah ada pemisahan air atau partikel dengan cara diterawang. Tanda-tanda kontaminasi apa pun membutuhkan flushing yang sempurna sistem bahan bakar lengkap. Untuk flushing sistem bahan bakar yang baik, tangki harus dilepas, dikosongkan, dan dibilas dengan solar yang bersih. Jangan gunakan air untuk tangki BBM. Periksa ke dalam tangki apakah ada gejala karat yang terbentuk. Jika ada karat seharusnya diganti. Filter BBM juga harus diganti rutin tanpa memperhatikan apakah ada kontaminasi dalam sistem bahan bakar atau tidak. Flushing yang benar memang agak ribet, tetapi ini demi kinerja mesin dan masa pakai komponen dalam sistem,” jelas Yoyok.

Peran penting perawatan rutin dan inspeksi teratur adalah mengurangi masalah pompa injeksi bahan bakar dengan minimal melakukan membeli bahan bakar dari SPBU terpercaya, mengganti filter bahan bakar setiap 60.000 km, menjaga level BBM dalam tangki bahan setidaknya seperempat hampir penuh.

Editor : Sigit

 



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix