Perda DKI No.5 Tahun 2014 Ancam 9 Ribuan Truk Barang di Jakarta

20 / 01 / 2016 - in News

Peraturan Daerah (Perda) Provinsi DKI Jakarta No.5 Tahun 2014 Tentang Transportasi, Pasal 51 Ayat 2 menyebutkan masa pakai kendaraan bermotor umum dibatasi dengan ketentuan; mobil bus besar paling lama 10 tahun (a); mobil bus sedang paling lama 10 tahun (b); mobil bus kecil, mobil penumpang umum dan angkutan lingkungan paling lama 10 tahun (c); taksi paling lama 7 tahun (d); dan mobil barang paling lama 10 tahun (e).

Perda Jakarta ini tentunya bakal mengancam keberlangsungan armada truk pengangkut barang di wilayah Jakarta dengan usia kendaraan di atas 10 tahun. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) DKI Jakarta, jumlah perusahaan angkutan barang yang terdaftar sebagai anggota Aptrindo sebanyak 725 perusahaan dengan jumlah armada 16.528 unit.

Dari jumlah tersebut, armada truk yang berusia di bawah 10 tahun hanya sebesar 7.073 unit (42,79%), sementara sisanya berumur di atas 10 tahun dan jumlahnya mencapai 9.455 unit atau (57,2%).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Januari 2015 lalu mengungkapkan bahwa, soal pembatasan usia angkutan umum dapat digunakan hingga 50 tahun dan berpatokan pada hasil uji kelayakan berkala alias KIR.

Ketua DPD Aptrindo DKI Jakarta, Mustajab Basuki menyatakan pihaknya sudah meminta kepada Gubernur Ahok untuk meninjau ulang kebijakan pembatasan usia truk/trailer sesuai Perda No.5 Tahun 2014 Tentang Transportasi tersebut. “Intinya, kami dari Aptrindo sudah meminta audiensi dengan Gubernur DKI Jakarta terkait masalah ini,” ungkap Mustajab.

Apalagi, lanjut Mustajab, saat ini sudah terbit Surat Edaran dari Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPTSP) DKI Jakarta No.3460/4.818.1, yang ditujukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di 5 wilayah Kota Administrasi DKI Jakarta.

Dalam Surat Edaran tersebut menyatakan, pemberian izin perpanjangan Kartu Izin Usaha untuk angkutan barang umum harus memperhatikan masa pakai kendaraan sesuai Perda DKI Jakarta No.5 Tahun 2014 dan tidak ada pengecualian dalam bentuk apapun.

Menurut Widijanto, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) DKI Jakarta, penerapan batasan usia truk barang di DKI Jakarta diharapkan jangan sampai mengganggu aktivitas distribusi logistik.

“Armada truk yang sudah di atas 10 tahun jumlahnya lebih banyak, dan kalau tidak boleh beroperasi lalu solusinya bagaimana? Apakah armada yang ada saat ini sudah mencukupi? Kita sebaiknya cari solusi terbaik terhadap hal ini, jangan sampai mengorbankan aktivitas distribusi logistik,” ungkap Widijanto.

“Kondisi ini tentu akan menyulitkan anggota kami yang mau memperpanjang izin usahanya, dan berdampak pada kelangsungan operasional truk di DKI Jakarta secara keseluruhan yang tentunya juga memengaruhi kegiatan perekonomian nasional, terutama di pelabuhan Tanjung Priok,” jelas Mustajab.

Untuk itu, Aptrindo terus mendesak Pemerintah Daerah DKI Jakarta untuk segera mengakomodir keluhan dari para pengusaha angkutan truk barang di Jakarta ini, tentunya demi kelangsungan roda perekonomian di Ibukota Negara Republik ini.

Teks dan Foto : Antonius S



Sponsors

 

 

AFFA-logisticsphotocontest 

logo-chinatrucks300 327pix