Perawatan Praktis Sistem Udara untuk Rem

13 / 09 / 2021 - in Tips & Trik

Kerusakan pada komponen sering terjadi kerena operasional dan pengemudi, tetapi sesekali bisa disebabkan karena perawatan. “Justru kesalahan inilah yang menyebabkan downtime tak terencana dan berujung pada pembengkakan biaya. Tetapi itu bisa dihindari dengan mematuhi petunjuk perawatan,” kata Yoni Farhan Kepala Bengkel Taman Tunggal Driyorejo.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat mencegah air system dan komponen rem rusak karena perawatan yang tidak tepat serta pengoperasian yang kurang baik.

Air Dryer

Sesuai namanya ini adalah perangkat untuk membuang uap air dari sistem rem. Adanya kelembaban dalam sistem udara terkompresi, ini bukan pertanda baik. “Hal ini dapat menyebabkan korosi dan mengurangi efektivitas pelumasan. Air bercampur dengan oli aerosol dapat merusak katup dan merusak seal dan bisa memengaruhi segalanya, mulai dari kinerja rem hingga transmisi,” tambahnya.

Ketika air tidak bisa keluar dari tangki, kebanyakan mekanik berasumsi itu ada masalah dengan pengering. Namun, sering kali ada faktor-faktor lain ikut berperan dan pengering itu sendiri bukanlah penyebabnya. “Misalnya lokasi pengering dari kompresor. Ini cukup penting tetapi tidak selalu dipertimbangkan dengan baik. Pengering dipasang di bawah kap, mungkin kerena perbedaan suhu yang diperlukan sehingga katup tidak terlalu dingin untuk membuang uap panas. Kinerjanya menjadi terganggu karena faktor konstruksi dan sirkulasi udara. Aliran udara yang tidak semestinya bisa terjadi karena selang yang tidak rapi atau pemasangan aksesoris di sekitar air dryer,” terang Yoni.

Kompresor

Air yang terperangkap di dalam tangki udara mungkin juga merupakan hasil dari ketidaksesuaian antara output kompresor dan kapasitas pengering udara, terutama dalam sistem yang dilengkapi dengan kompresor yang lebih besar untuk memenuhi permintaan tekanan angin yang tinggi.

Jika terlalu banyak tekanan angin, siklus pengisian dan pembersihan dryer mungkin tidak maksimal karena kompresor bekerja terus-menerus dan dryer tidak membersihkan kelembaban secara sempurna. Dalam kasus seperti ini, kendaraan mungkin membutuhkan pengering tambahan,” katanya.

Jika sistem mengalami kesulitan maka menciptakan tekanan udara. “Memasang beberapa pengering dengan koneksi multi ke beberapa peralatan dan selang yang terhubung. Ketika inspeksi, kadang akan menemukan celah kecil di selang udara, dan karbon yang menyumbat saluran pembuangan. Tak satu pun dari masalah tersebut yang membutuhkan penggantian kompresor atau air dryer,” jelasnya.

Automatic Slack Adjuster

Pada rem yang merupakan rangkaian dengan wheel end, automatic slack adjuster bisa menjadi masalah jika tidak dirawat dengan baik. Banyak rem yang bermasalah dengan slack yang akhirnya harus diganti. Tetapi setelah diperiksa nyatanya komponen ini tidak dilumasi dengan benar,” kata Yoni.

Ketika seseorang mengabaikan perawatan preventif yang sederhana, seperti halnya grease di dalam slack akan menjadi keras karena penumpukan kontaminan. Kontaminan akan mengubah grease menjadi padat sehingga tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Melumasi slack memiliki tujuan penting. Pertama, memaksa grease baru untuk membersihkan grease lama, bersama dengan air atau kontaminan dan melindungi rangkaian gear internal, kopling, dan komponen adjuster lainnya dari keausan. Keduanya untuk mempertahankan pergerakan rem yang benar dan memberikan kinerja yang optimal. “Yang diperlukan hanyalah menyuntikkan grease baru melalui fitting. Ketika disuntikkan akan terlihat grease lama keluar dari lubang pembersihan di boot karet. Teruskan itu sampai mulai melihat grease baru. Itu adalah pertanda grease baru telah mengganti grease lama,” kata Yoni.

Rem Angin

Perawatan yang tepat sangat berarti untuk kinerja rem angin. Kesalahan pemilihan bantalan pengganti aftermarket dapat memiliki konsekuensi besar. Artinya, gesekan yang terlalu agresif dapat menyebabkan ketegangan atau panas tinggi. Beberapa produk aftermarket memengaruhi kinerja pegas. Kampas yang lebih lunak dapat merusak tromol. Dalam jangka panjang, ini dapat menyebabkan kerusakan perangkat lain di luar rem.

Yoni juga menekankan pentingnya pemeliharaan preventif dan inspeksi rutin, termasuk memeriksa dan mengukur gesekan rem terutama untuk ketebalan kampasnya. Untuk memeriksa kemampuan geser dan memastikan bekerja optimal, penting juga menjaga tromol bebas pertikel asing yang mungkin masuk.

Sistem rem angin untuk truk membutuhkan beberapa katup pneumatik untuk memenuhi standar. Inovasi yang ada sekarang sudah sangat disesuaikan dengan berbagai aksesoris yang menggunakan pasokan udara terkompresi yang sama, seperti axle lift. Sering ada komponen lain yang juga menggunakan tekanan udara. Selain antilock brake system, beberapa part transmisi manual bergantung pada kontrol pneumatik, seperti halnya kontrol emisi.

Air System Valve

Dengan beragam jenis dan aplikasi katup dalam sistem udara, masalah bisa bisa muncul dari mana saja. Masalah paling umum yang ditakutkan adalah kebocoran. Kebocoran ini bisa diinspeksi dari bunyi desis angin yang terdengar. “Pemeriksaannya bisa lebih pasti dengan menggunakan larutan sabun dengan melihat gelembung pada area yang dicurigai bocor. Ini cara paling efektif membantu menentukan kebocoran dan frekuensi gelembung akan membantu menentukan tingkat keparahannya,” jelas Yoni.

Dalam kasus lain, ada beberapa katup dasbor yang memiliki tekanan dan ini terletak di sekitar kaki pengemudi karena posisinya cukup rentan jelas fungsinya bisa terganggu. “Katup yang dikontrol oleh kaki, seperti pedal terasa longgar, atau jarak bebas terlalu besar. Ini mungkin ada masalah katup yang perlu dibereskan,” ujar Yoni.

Untuk menentukan masalah katup yang lebih dalam di dalam sistem dan tidak mudah diakses, Yoni menekankan untuk memeriksa masalah dari sistemnya terlebih dahulu. Apa yang dilakukan kendaraan dan tidak biasa dilakukan? Dari inspeksi lakukan pemeriksaan untuk mempersempit lokasi katup yang mungkin bermasalah. Jika yakin sudah waktunya untuk mengganti katup, awali dengan mengeringkan perangkat sistem udara dan tangki sebelum membuka semuanya.

Berikut tips penggantian katup.

  • Selalu ikuti buku manual untuk memastikan penanganan yang tepat dari setiap spesifikasi komponen untuk kendaraan tertentu.

  • Bilamana memungkinkan, ganti katup dengan kelengkapannya sebelum memasangnya di mesin. Jika katup memiliki komponen pendukung yang sudah termasuk dalam rangkaian sebelumnya, gunakan itu untuk menahannya selama proses penggantian.

  • Jangan melepaskan katup dengan catut besi dan jangan menekan ulir utama katup. Mengubah bentuk katup sedikit saja akan menyebabkan penggantian pendukung lain. Ulir yang tergores atau bergelombang menyebabkan celah udara.

  • Hindari menggunakan terlalu banyak sealant pada fitting. Karena banyak tidak selalu lebih baik, karena jika sealant masuk ke katup, dapat menyumbat dan mengganggu bagian dalam yang bergerak.

  • Setelah mendapatkan posisi peletakan katup yang pas, jangan memutar ke arah sebaliknya dari posisi pengencangan. Lanjutkan dengan proses pengencangan secara perlahan.

  • Posisi katup yang tepat adalah lubang pembuangan menghadap ke bawah untuk mencegah air atau kontaminasi lainnya masuk dan terkumpul di dalam.

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix