Perawatan Lengkap Truk Vakum

01 / 09 / 2021 - in Tips & Trik

Selalu memastikan armada dalam keadaan optimal adalah keharusan. Begitu juga truk vakum yang memiliki tugas berat baik di area perkotaan atau pertambangan. Truk vakum adalah salah satu dari kendaraan yang dirancang dengan mesin tangguh untuk pekerjaan berat. Selama perawatan dilakukan dengan baik, truk akan bekerja sempurna dan awet.

Hampir semua pekerjaan truk vakum mengandalkan tekanan tinggi baik untuk loading atau unloading mulai dari cairan, limbah, lumpur, padatan, dan sebagainya. Perubahan konstan dalam tekanan dan vakum, yang dikombinasikan material cair dengan tekstur beragam yang melewati katup, dapat melemahkan bagian di truk tangki vakum. Jadi penting sekali untuk merawat truk secara teratur daripada hanya pemeriksaan visual.

Mahmudi Asyudin, Asisten Kepala Bengkel Langkah Tanjung Gresik menjelaskan bahwa jenis perawatan truk vakum terbagi menjadi dua hal, yaitu bodi truk dan mesin pompa. “Jadwal perawatan yang dijaga oleh SDM terdidik di suatu perusahaan, maka truk vakum akan awet dan berumur panjang. Bodi truk dengan mounting kokoh dan proporsional diperlukan untuk menunjang pekerjaan berat pompa vakum,” katanya.

Ada dua pekerjaan yang biasa ditangani truk vakum, yaitu vacuum dan pump atau pressure. “Muatan apa pun yang dimasukkan atau dikeluarkan dari dalam tangki pasti menggunakan dua prinsip kerja isap dan pompa. Sebelum melangkah ke maintenance, perlu dipahami dulu pekerjaan truk vakum saat loading dan unloading,” jelas Mahmudi.

Yang perlu diperhatikan saat saat loading adalah memeriksa beberapa hal yang bersinggungan dengan mesin seperti oli transmisi, oli mesin, BBM dan ban. Selain itu juga perlu memeriksa komponen yang terkait dengan sistem pompa vakum adalah oli vakum, filter primer, filter sekunder, selang, dan koneksi lain.

Mengisi Muatan

  1. Coba putar pompa dengan tangan sebelum dihidupkan untuk memastikan bahwa putaran tidak keras. Putaran keras bisa karena karat atau sebab cuaca.

  2. Nyalakan mesin dan tunggu hingga suhu operasional.

  3. Posisikan truk untuk mengambil muatan, pasang rem parkir, dan transmisi pada posisi secara netral.

  4. Tutup katup pembuangan di bagian belakang tangki.

  5. Lepaskan tutup katup isap.

  6. Posisikan tuas pompa ke posisi netral.

  7. Ubah posisi ke PTO dan selalu awali dengan saat mesin idle.

  8. Hubungkan selang isap ke bagian belakang tangki, dan masukkan ujung selang lainnya ke material yang akan dimuat. “Untuk tambang truk vakum biasa digunakan untuk mengisap lumpur bekas galian. Sedangkan di perkotaan biasa bekerja untuk menghisap sampah lumpur di gorong-gorong jalan atau yang paling sederhana prinsip kerja pompanya adalah truk tinja,” terang Mahmudi.

  9. Pindahkan tuas pompa ke posisi vacuum.

  10. Tunggu sampai tekanan pada alat ukur terbaca angka negatif 18-22.

  11. Buka katup isap di bagian belakang tangki.

  12. Ketika material naik, maka akan tampak pada lubang kaca bawah. Perlahan tutup katup utama.

  13. Posisikan tuas pompa ke posisi netral.

  14. Lepaskan sambungan selang dari fitting isap. Jika tidak ada, alternatifnya menggunakan dua selang panjang, masing-masing terhubung ke fitting isap dan fitting pengosongan.

  15. Dorong ujung selang fitting isap ke material muatan.

  16. Pindahkan tuas pompa ke posisi pressure.

  17. Tunggu sampai tekanan pada alat ukur terbaca positif 5 psi.

  18. Perlahan-lahan buka katup pengosongan.

  19. Periksa tangki dan tekanan yang terbaca.

  20. Masukkan tuas pompa ke posisi netral.

  21. Lepaskan selang dari fitting pengosongan dan sambungkan kembali selang ke fitting isap.

  22. Dekatkan selang ke tengah cairan material.

  23. Pindahkan tuas pompa ke posisi vacuum.

  24. Tunggu sampai tekanan pada alat ukur terbaca negatif 18-22.

  25. Perlahan-lahan buka katup isap.

  26. Tutup katup isap di bagian belakang tangki ketika tangki penuh. Permukaan cairan akan terlihat pada lubang kaca atas.

  27. Matikan pompa melalui panel kontrol.

  28. Lepaskan sambungan ke PTO.

  29. Masukkan tuas pompa ke posisi netral.

  30. Akhiri dengan melepas sambungan selang.

Bongkar Muat

  1. Posisikan truk, pasang rem parkir, dan transmisi dalam keadaan netral.

  2. Posisikan tuas pompa ke posisi netral.

  3. Lepaskan tutup katup isap dan pengosongan.

  4. Hubungkan selang isap di bagian belakang tangki, dan letakkan ujung selang yang lain di tempat area sekitar cairan akan dibuang.

  5. Buka katup pengosongan dan biarkan cairan mulai mengalir.

  6. Posisikan PTO.

  7. Naikkan RPM seperlunya. “Pompa biasanya tidak diperlukan ketika pengosongan, tetapi jika memerlukan bantuan pompa sebaiknya tidak melebihi 1250 RPM. Penggunaan pompa hanya untuk membantu mempercepat proses pengosongan, terutama dengan cairan limbah yang agak padat seperti lumpur,” tambah Mahmudi.

  8. Jika muatan adalah lumpur dari sumur minyak, bisa mengalir sendiri tanpa dipompa.

  9. Pindahkan tuas pompa ke posisi pressure.

  10. Tutup katup pembuangan di bagian belakang ketika semua cairan sudah keluar.

  11. Matikan mesin pompa melalui panel kontrol.

  12. Lepaskan sambungan ke PTO.

  13. Pindahkan tuas pompa ke posisi netral.

  14. Lepaskan sambungan dan keluarkan sisa cairan yang terdapat di fitting dan selang isap.

Maintenance

Bagian dari tahap awal perawatan adalan pembersihan. Ketika selang dipisahkan dari fitting tangki, siapkan timba di bawahnya untuk menangkap tetesan limbah. Sebelum meletakkan selang di permukaan tanah, tinggikan selang secara bertahap dari ujung selang ke ujung satunya untuk mengalirkan kembali sisa cairan ke tandon penyimpanan. Pastikan untuk menjauhkan anak-anak dan binatang dari area kerja.

1. Pastikan kondisi pompa tetap bersih. Jauhkan komponen pompa dari benda atau alat yang memancarkan panas. Jaga kebersihan bagian luar pompa ketika truk tidak sedang beroperasi.

2. Bersihkan bagian-bagian internal pompa. Sebagian besar produsen menyarankan flushing pompa secara teratur. “Ini biasanya dilakukan dengan mengalirkan solar melalui pompa pada level vakum rendah dan rpm rendah. Frekuensi flushing bervariasi tergantung pada penggunaan pompa setiap hari. Disarankan minimal flushing setiap minggu jika truk bekerja setiap hari. Ini dilakukan untuk menghilangkan tumpukan karbon dan menjaga slot baling-baling tetap bersih,” terangnya.

3. Periksa secara rutin serta pastikan tidak terdapat penumpukan grease. Ini untuk menjamin kinerja float ball dapat beroperasi dengan benar.

4. Periksa filter sekunder, karena ini salah satu cara untuk memastikan tekanan pompa tetap optimal. Filter sekunder bekerja untuk mendukung filter utama.

5. Pada tipe truk vakum tertentu terdapat muffler resapan oli. “Buang oli kotor yang tertampung setiap akhir dari kerja harian. Pastikan salurannya tidak bocor. Resapan oli juga ikut berinvestasi pada kerusakan pompa vakum. Jika resapan penuh dan dibiarkan dengan oli yang kotor, lama-lama oli kotor akan naik ke pompa vakum dan membuat masalah internal,” tambah Mahmudi.

6. Level oli pada reservoir. Pertahankan tangki oli pompa tetap penuh, dan pastikan bagian-bagian internalnya diminyaki dengan benar. Pompa akan bekerja optimal jika bagian-bagiannya dilumasi dengan benar. Pabrikan biasanya memberikan catatan dalam buku manual berapa liter oli yang dipakai per sekali pompa bekerja.

Pemeriksaan Rutin

Maintenance truk dari semua pabrikan lebih spesifik ke maintenace mesin, sasis, dan transmisi truk. Sedangkan untuk pompa vakum lebih spesifik ke komponen sistem vacuum. Pekerjaan di sektor tambang umumnya memiliki shift kerja yang panjang dan lama. Kondisi operasional truk vakum harus tetap terjaga sepanjang shift kerja tersebut.

Harian

  1. Awali pekerjaan dengan mengeluarkan udara yang terjebak di pressure tanks. Ini untuk memastikan akurasi pengukuran tekanan.

  2. Sebelum berangkat kerja kendaraan diesel membutuhkan solar yang berkualitas baik. Jangan gunakan solar oplosan.

  3. Periksa sistem pompa oli.

  4. Periksa filter udara di truk dan ganti jika sudah aus.

  5. Periksa oli transmisi di truk.

  6. Periksa ban untuk tekanan udara yang tepat, dan bearing roda serta kekencangannya.

  7. Periksa selang dan koneksi dari keausan dan kekencangan. Periksa katup isap dan pengosongan di bagian belakang tangki. Periksa alat pengukur vakum atau tekanan, katup pengaman, dan lubang kaca.

Selama Bekerja

  1. Pastikan oli mengalir ke pompa vakum. Operator harus memperhatikan gelembung-gelembung kecil yang tampak ketika masuk ke sirkulasi pompa vakum untuk memverifikasi kondisi oli.

  2. Pastikan pengukur vakum bekerja dengan benar.

  3. Periksa apakah katup relief filter sekunder berfungsi baik. Fungsi ini bisa dilihat dari hasil pengukuran alat ukur tekanan, apakah tekanan normal atau ada hambatan yang tidak lazim.

  4. Periksa valve primer dan selang dari kebocoran.

Setelah Truk Vakum Bekerja

  1. Buang endapan yang terperangkap di filter sekunder jika filter primer gagal menyaring kotoran.

  2. Keringkan resapan oli setiap akhir operasioanl truk.

  3. Bersihkan filter tambahan secara berkala jika ada.

  4. Cuci filter udara di inlet filter BBM secara berkala.

  5. Periksa secara visual filter dan dudukan filter sekunder. Posisinya tergantung jenis pompa dan merek.

Bulanan

  1. Bersihkan filter tambahan.

  2. Bersihkan tangki oli.

  3. Lumasi onderdil melalui nipple grease termasuk joint.

  4. Periksa kopling PTO.

  5. Flushing pompa vakum.

  6. Lumasi dengan grease bagian-bagian pompa vakum.

  7. Bersihkan dan lumasi semua valve dengan oli. Periksa kencangkan packing tuas valve.

  8. Berikan grease ke semua niplle grease di pompa vakum, boom hidrolis dan driveline pompa vakum.

  9. Periksa kekencangan semua baut sesuai torsinya, terutama baut mounting pompa vakum dan tangki vakum.

  10. Periksa fitting selang loading. Pastikan semua gasket sudah terpasang.

  11. Periksa dan kencangkan baut mounting tangki setiap bulan. Baut mounting yang longgar dapat menyebabkan banyak masalah ketika operasional, yang mungkin tidak tercakup dalam garansi karoseri.

Pencucian

  1. Cucilah kendaraan dengan air busa untuk menghilangkan kotoran dan menjaga warna cat.

  2. Setelah dicuci jangan memarkir kendaraan di bawah di sinar matahari langsung karena ada bagian tangki dan pompa vakum yang sensitif terhadap panas dari logam.

  3. Jangan gunakan air panas atau deterjen yang kuat untuk membersihkan kotoran ketika permukaannya kering dikhawatirkan ada lapisan pelindung yang terkikis.

Editor : Sigit



Sponsors

logo-chinatrucks300 327pix