Peran Aktif ALFI dalam ASEAN Logistics Connectivity

07 / 12 / 2016 - in Berita

ASEAN Federation of Forwarders Associations (AFFA) sebagai entitas dibawah naungan ASEAN yang beranggotakan sepuluh negara ASEAN telah mengadakan Konferensi dan Rapat Umum Tahunan AFFA ke 26 di Yangon, Myanmar, 1-2 Desember 2016 lalu.

Pembahasan dalam rapat ini menyangkut beberapa hal penting sehubungan perkembangan implementasi national single window di masing-masing negara dan kesiapan serta update terkini setelah berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA) sejak Desember 2015. Selain itu juga dibahas perkembangan dan langkah-langkah organisasi yang akan diambil oleh AFFA di dalam menghadapi ASEAN connectivity toward 2025.

Dalam rapat tahunan ini dilakukan pemilihan Chairman AFFA melalui mekanisme pemungutan suara, Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia(ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi, telah terpilih  dan mendapatkan mandat untuk menjadi Chairman AFFA dalam memimpin organisasi masa kerja 2016-2018.

ALFI
Yukki Nugrahawan Hanafi terpilih sebagai Chairman AFFA periode 2016-2018

ASEAN sebagai pasar terbesar ketiga di Asia setelah China dan India, dalam perkembangannya antara 2007-2014 telah menjadikan ASEAN sebagai regional yang memiliki potensi perdagangan hampir 1 triliun dollar amerika, dimana perdagangan intra ASEAN memiliki porsi yang terbesar.

Indonesia sebagai kekuatan ekonomi besar di ASEAN dengan populasi lebih dari sepertiga dari negara-negara ASEAN,  memiliki peran penting di dalam persiapan dan perkembangan ASEAN kedepan, terutama menjelang ASEAN Connectivity di tahun 2025 yang semakin dekat.

Dari segi kemudahan dalam melakukan bisnis, Indonesia berada di rangking ke 91, dibandingkan Vietnam(82), Brunei Darussalam(72), Thailand(46) dan Malaysia(23).  Hal ini juga menjadi tambahan keprihatinan pelaku bisnis logistik, seiring dengan turunnya sepuluh peringkat Logistics Performance Indeks (LPI) Indonesia menjadi ke 63 di tahun 2016.

“Perlu digarisbawahi juga bahwa sebagai negara yang sudah melakukan inisiatif implementasi national single window sejak 2007, perkembangan nya masih tertinggal jauh dari Singapore, Thailand bahkan Myanmar. Perbaikan akan hal ini perlu kerjasama semua pihak, baik pemerintah maupun pelaku usaha agar efektifitas dan efisiensi di dalam menekan logistik biaya tinggi dapat terwujud,” kata Yukki Nugrahawan Hanafi dalam keterangan resminya kepada TruckMagz.

Yukki mengatakan, AFFA juga melihat sumber daya manusia(SDM) sebagai hal kunci dalam kesiapan ASEAN menghadapi tantangan kedepan, khususnya SDM di bidang logistik. Oleh karena itu di dalam rapat kali ini ditetapkan bahwa AFFA akan membuat institusi pendidikan dan pelatihan SDM logistik yang berstandard ASEAN sebagai tahap berikutnya setelah pembahasan anggota AFFA lebih dari sepuluh tahun.

“Dalam hal ini Indonesia patut berbangga, bahwa ALFI sebagai satu-satunya asosiasi logistik dan forwarder di Indonesia telah melihat pentingnya peningkatan kualitas SDM dengan berdirinya ALFI Institute sejak tahun 1999.  Inisiatif kita tidak sampai disitu saja, terbukti dengan dibentuknya PT Logistik Insan Prima bersama dua asosiasi terkait logistik lainnya yaitu Asosisasi Depo Kontainer Indonesia (ASDEKI) dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia(APTRINDO), sebagai lembaga sertifikasi profesi bidang logistik ber standard BNSP  pertama di Indonesia,” ungkap Yukki.

Di dalam struktur AFFA terdapat Working Group Programme yang masing-masing dipimpin oleh satu negara anggota AFFA yang terdiri dari Education & Training, Lialibilities, Trade & Facilitation, Multimoda dan Security.
Dalam konferensi ini delegasi dari Indonesia telah ditunjuk untuk mengisi beberapa posisi kunci di AFFA yaitu Siti Ariyanti sebagai anggota Trade & Facilitation, leader AFFA Working Group Programme Security Khairul Mahalli , dan Iman Gandi sebagai Executive Director AFFA sebagai berikut.

 

Editor: Antonius
Foto: ALFI, Anton

 



Related Articles

Sponsors

 

 

 

logo-chinatrucks300 327pix